-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 35
Hal yang sama juga berlaku untuk tidur berlebihan. Tidur berlebihan ialah pertanda kelemahan yang bisa mengurangi kecerdasan dan kepandaian, serta berujung pada kemalasan, kegagalan, tersia-sianya kehidupan dalam kegiatan tak berguna, dan menyebabkan keras hati, kelalaian, serta kematian hati seseorang.
Buktinya banyak ditemukan didalam beragam perkataan yang ditularkan orang-orang bijak dan bangsa-bangsa zaman dahulu, yang kemudian menjadi bahan rujukan dalam cerita dan puisi orang Arab. Bukti juga ditemukan didalam hadis sahih, dan perkataan para Sahabat Nabi, Tabi’in, dan Tabi’tabi’in (tiga generasi pertama Islam), yang sudah sering dikutip didalam berbagai buku. Bukti-bukti semacam itu tidak disebutkan secara penuh karena siapapun telah mengetahuinya, dan disini akan diuraikan secara ringkas.
Baginda selalu merasa puas dengan yang sedikit dan mendorong para pengikutnya supaya juga puas dengan yang sedikit. Miqdam bin Ma'dikarib melaporkan bahwa Nabi bersabda, "Anak cucu Adam tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Seyogyanya anak Adam makan yang sekiranya cukup untuk menegakkan tulang punggungnya. Bila harus lebih, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk napas." Akibat dari konsumsi makan dan minum berlebihan adalah tidur berlebihan.
Generasi awal Muslim lainnya menyarankan, "Jangan banyak makan sehingga banyak minum, banyak tidur, dan mengalami banyak kerugian."
Sahabat Anas bercerita tentang makanan kesukaan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Baginda lebih menyukai makanan yang ada banyak tangan diatasnya."
Bunda Siti Aisyah, istri baginda, semoga Allah meridhainya, menggambarkan kebiasaan baginda seraya berkata, "Baginda tidak pernah mengisi rongga perut baginda hingga kenyang."
Suatu ketika terdengar baginda bertanya, "Bukankah aku melihat sebuah kuali dengan daging di dalamnya?" wajar baginda menanyakan hal ini, karena ada kesan orang-orang dalam rumah tangga baginda mengira daging itu tidak sepatutnya untuk baginda.
(Sisipan syeikh Darwish: Karena yang diberikan kepada pembantu baginda adalah sedekah." Baginda menjelaskan hal tersebut seraya berkata, "Itu adalah sedekah baginya, dan menjadi sebuah hadiah (darinya) bagi kami.")
Baginda memberitahu para Sahabatnya, "Aku tidak makan sambil bersandar disatu sisi." Baginda makan dengan menegakkan badannya, tidak dengan posisi bersandar sebagaimana sikap orang sakit yang lemah badannya ketika makan. Makan sambil duduk dengan posisi bersandar semacam itu akan menyebabkan seseorang makan lebih banyak makanan.
Cara duduk baginda ketika makan adalah duduk posisi berjongkok, seolah-olah baginda akan bangun berdiri, sebagaimana kebiasaan orang Arab saat itu. Baginda bersabda, "Sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan, dan duduk sebagaimana seorang hamba duduk."
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya sedikit tidur. Terdapat banyak laporan mengenai hal ini. Baginda bersabda, "Kedua mataku tidur sedang hatiku tidak tidur." Baginda tidur di sisi kanan, ini menunjukkan tidur yang sedikit dan tidak pulas ketika tidur. Tidur disisi kiri lebih mudah untuk jantung, dan lagi organ-organ tubuh lebih condong ke sisi kiri.
Ketika seseorang tidur di sisi kanan, ada kecenderungan bangun lebih cepat, dan tidak mengalami tidur yang nyenyak.
Pernikahan dan kehidupan keluarga Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Kategori kebutuhan kedua adalah sesuatu yang sangat baik dalam jumlah besar. Termasuk dalam kategori ini adalah hal-hal seperti pernikahan dan pengaruh.
Hukum Islam dan hukum adat telah bersepakat bahwa pernikahan adalah suatu keharusan. Pernikahan adalah bukti
Buktinya banyak ditemukan didalam beragam perkataan yang ditularkan orang-orang bijak dan bangsa-bangsa zaman dahulu, yang kemudian menjadi bahan rujukan dalam cerita dan puisi orang Arab. Bukti juga ditemukan didalam hadis sahih, dan perkataan para Sahabat Nabi, Tabi’in, dan Tabi’tabi’in (tiga generasi pertama Islam), yang sudah sering dikutip didalam berbagai buku. Bukti-bukti semacam itu tidak disebutkan secara penuh karena siapapun telah mengetahuinya, dan disini akan diuraikan secara ringkas.
Baginda selalu merasa puas dengan yang sedikit dan mendorong para pengikutnya supaya juga puas dengan yang sedikit. Miqdam bin Ma'dikarib melaporkan bahwa Nabi bersabda, "Anak cucu Adam tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Seyogyanya anak Adam makan yang sekiranya cukup untuk menegakkan tulang punggungnya. Bila harus lebih, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk napas." Akibat dari konsumsi makan dan minum berlebihan adalah tidur berlebihan.
Generasi awal Muslim lainnya menyarankan, "Jangan banyak makan sehingga banyak minum, banyak tidur, dan mengalami banyak kerugian."
Sahabat Anas bercerita tentang makanan kesukaan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Baginda lebih menyukai makanan yang ada banyak tangan diatasnya."
Bunda Siti Aisyah, istri baginda, semoga Allah meridhainya, menggambarkan kebiasaan baginda seraya berkata, "Baginda tidak pernah mengisi rongga perut baginda hingga kenyang."
Suatu ketika terdengar baginda bertanya, "Bukankah aku melihat sebuah kuali dengan daging di dalamnya?" wajar baginda menanyakan hal ini, karena ada kesan orang-orang dalam rumah tangga baginda mengira daging itu tidak sepatutnya untuk baginda.
(Sisipan syeikh Darwish: Karena yang diberikan kepada pembantu baginda adalah sedekah." Baginda menjelaskan hal tersebut seraya berkata, "Itu adalah sedekah baginya, dan menjadi sebuah hadiah (darinya) bagi kami.")
Baginda memberitahu para Sahabatnya, "Aku tidak makan sambil bersandar disatu sisi." Baginda makan dengan menegakkan badannya, tidak dengan posisi bersandar sebagaimana sikap orang sakit yang lemah badannya ketika makan. Makan sambil duduk dengan posisi bersandar semacam itu akan menyebabkan seseorang makan lebih banyak makanan.
Cara duduk baginda ketika makan adalah duduk posisi berjongkok, seolah-olah baginda akan bangun berdiri, sebagaimana kebiasaan orang Arab saat itu. Baginda bersabda, "Sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan, dan duduk sebagaimana seorang hamba duduk."
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya sedikit tidur. Terdapat banyak laporan mengenai hal ini. Baginda bersabda, "Kedua mataku tidur sedang hatiku tidak tidur." Baginda tidur di sisi kanan, ini menunjukkan tidur yang sedikit dan tidak pulas ketika tidur. Tidur disisi kiri lebih mudah untuk jantung, dan lagi organ-organ tubuh lebih condong ke sisi kiri.
Ketika seseorang tidur di sisi kanan, ada kecenderungan bangun lebih cepat, dan tidak mengalami tidur yang nyenyak.
Pernikahan dan kehidupan keluarga Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Kategori kebutuhan kedua adalah sesuatu yang sangat baik dalam jumlah besar. Termasuk dalam kategori ini adalah hal-hal seperti pernikahan dan pengaruh.
Hukum Islam dan hukum adat telah bersepakat bahwa pernikahan adalah suatu keharusan. Pernikahan adalah bukti