Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 45

Umat manusia hendaknya bercermin pada kehidupan baginda, perkataan baginda yang penuh hikmah, dan pengetahuan baginda yang tidak hanya tentang isi Kitab Taurat, tetapi juga Kitab Injil yang diberikan kepada Nabi Isa yang telah hilang, pengetahuan tentang berbagai Kitab yang telah diwahyukan, kebijaksanaan orang-orang bijak, kemampuan membedakan kebenaran dari kepalsuan, sejarah bangsa-bangsa masa lampau serta pertempuran mereka, kemampuan menggunakan ungkapan sehari-hari yang beragam, kemampuan dalam administrasi, penetapan Hukum Islam, serta contoh sopan santun dan kebiasaan terpuji baginda yang tak tertandingi.
(Sisipan Syeikh Darwish: Silakan tarik perhatian anda pada fakta bahwa Perjanjian Baru yang ditemukan didalam kitab orang Kristen ternyata bukan kitab Injil yang telah diberikan Allah kepada Nabi Isa (Yesus), melainkan adalah ajaran Paul. Paul bukan murid maupun kawan Nabi Isa . Paul bertanggung jawab atas rusaknya kemurnian ajaran-ajaran Yesus yang mengajarkan bahwa Allah adalah Satu, Sendirian, Pencipta segala sesuatu, dan tidak mempunyai sekutu. Paul telah mengganti Keesaan Allah dengan konsep tiga tuhan dalam satu dan menyebutnya trinitas.)
Di berbagai cabang ilmu pengetahuan, para ulama meneladani perkataan dan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebagai sebuah bukti, seperti dalam ilmu tafsir mimpi, ilmu pengobatan, tata cara pembagian warisan, garis keturunan, dan sebagainya. Insya Allah, lebih jelas lagi didalam bagian yang membahas mukjizat baginda.
Adalah sebuah fakta bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak bisa baca tulis, sampai kemudian Allah melapangkan dada baginda, memudahkan urusan baginda dan memperjelas bukti-bukti kenabian baginda, serta mengajari dan membuat baginda mampu melantunkan Al-Qur'an padahal sebelumnya baginda tidak mengetahui hal tersebut.
Sifat kecerdasan terpuji baginda telah dicapai dengan tanpa pergi menuntut ilmu, juga tanpa belajar, berlatih, maupun membaca kitab-kitab yang terdahulu. Ketika seseorang membaca dan mempelajari sifat baginda secara mendalam, hingga pada bukti-bukti kenabian baginda, tak akan meragukan fakta tersebut.
Kecerdasan baginda menyebabkan baginda teguh dalam hal-hal yang diajarkan Allah kepada baginda. Baginda menjadi berpengetahuan luas tidak hanya tentang masa lalu, tetapi juga aneka peristiwa dimasanya maupun di masa depan, dan baginda menjadi tenggelam dalam kekaguman atas kekuasaan Allah dan kehebatan alam malaikat-Nya.
Allah berfirman, " Dan Allah telah menurunkan kepadamu Kitab dan Hikmah, dan mengajarkanmu apa yang tidak kamu ketahui. Dan adanya anugerah Allah atasmu sangat besar." (An-Nisa,4:113).
Ketika orang-orang cerdas berusaha mengamati luberan karunia yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sungguh membuat mereka terkagum-kagum. Lidah menjadi terdiam, tak mampu menggambarkannya apalagi memahaminya.
Kesantunan, kesabaran dan sikap pemaaf Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya

Diantara perilaku mulia baginda adalah santun, toleran, sabar dan pemaaf ketika diduga baginda akan menjatuhkan hukuman, serta kesabaran baginda menghadapi situasi yang sulit. Santun adalah kondisi ketenangan dan keteguhan hati ketika ada yang memprovokasi.
Toleran yaitu mampu memikul rasa sakit dan menahan diri ketika disakiti. Sedang sabar maknanya hampir sama. Sikap pemaaf berarti meninggalkan sikap menyalahkan dan mempertanyakan.
Semua sifat tersebut adalah karunia dari Allah kepada baginda. Allah berfirman, "Ambillah maaf, perintahkanlah kebiasaan baik, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh." (Al-A'raf,7:199).
Ketika ayat ini diwahyukan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, baginda meminta kepada malaikat Jibril untuk menguraikan maknanya. Malaikat Jibril menjawab, "Tunggu