Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 50

Fakta menunjukkan bahwa baginda adalah orang yang paling lambat marahnya dan paling cepat meridhai daripada semua manusia.
Kemurahan dan kedermawanan Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya

Kebajikan, kemuliaan, kedermawanan, dan toleransi mempunyai makna berdekatan, namun masing-masing memiliki makna lebih dalam dari yang terlihat, malah mungkin terbagi dalam beberapa cabang. Sebagai iasg, dikatakan bahwa kebajikan yaitu menginfakkan hal-hal yang penting dan berguna dengan senang hati, disebut juga keberanian, sedang kebalikannya adalah kehinaan. Adapun kemuliaan contohnya adalah dengan senang hati membebaskan orang dari hutang mereka, merupakan kebalikan dari kerendahan. Sedang kedermawanan adalah berinfak tanpa hitungan dan menjauhi memperoleh sesuatu yang tidak terpuji. Lawannya adalah kikir. Sifat-sifat mulia tersebut terdapat didalam diri Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Tidak ada seseorang dan tidak akan pernah ada seorang pun yang setara dengan baginda dalam sifat-sifat tersebut. Tak seorang pun yang pernah bertemu dengan baginda, kemudian ia menggambarkan baginda dalam sifat yang sebaliknya.
Jabir bin Abdullah berkata, “Tidak pernah baginda diminta sesuatu kemudian berkata ‘tidak’.”
Berkaitan dengan pemberian hadiah, Ibnu Abbas memberitahu bahwa baginda adalah manusia paling pemurah, dan kemurahan baginda semakin bertambah selama bulan Ramadhan. Ketika Malaikat Jibril menemui baginda, baginda menjadi lebih pemurah daripada angin yang bertiup.
Sahabat Anas berkisah tentang seorang laki-laki yang mendatangi baginda dan meminta baginda memberikan sesuatu kepadanya. Baginda memberikan kepadanya sekumpulan domba yang sedang merumput di antara dua gunung. Sekembalinya orang itu ke iasg halamannya, ia berseru, “Jadilah kalian orang Islam! Muhammad iasg hadiah orang yang tidak takut kemiskinan!”
Banyak orang yang telah baginda beri seratus unta. Untuk Sofwan, mula-mula baginda iasg seratus unta, kemudian memberinya lagi seratus. Sifat pemurah baginda sangat terkenal, bahkan sebelum diutus menjadi Nabi. Waroqoh bin Naufal berkata kepadanya, “Engkau menanggung orang yang tidak berdaya dan mengenyangkan fakir miskin.”
Setelah kekalahan suku Hawazin, baginda bukannya mempertahankan enam ribu tawanan (termasuk wanita dan anak-anak didalamnya), namun menyerahkan mereka semuanya ke suku mereka. Baginda iasg Abbas begitu banyak emas, sampai-sampai tidak ias dibawanya.
Suatu hari, seorang lelaki iasg dan meminta suatu pemberian dari baginda. Saat itu baginda tidak mempunyai sesuatu pun yang ias diberikan kepadanya, namun baginda tidak membiarkan lelaki itu kembali dengan tangan kosong dan berkata, “Tidak ada sesuatu pun disisiku, akan tetapi, belilah sesuatu atas namaku, aku akan membayarnya ketika telah mendapatkan uang.” Umar yang ada disitu berkata, “Allah tidak memaksa engkau melakukan apa yang engkau tidak kuasa atasnya.” Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak condong pada ucapan Umar, lalu seorang laki-laki Ansor berkata, “Ya Rasulullah, infakkanlah! Jangan takut sebuah pengurangan dari Pemilik Singgasana!” Kemudian baginda tersenyum dan tampak kegembiraan di wajah baginda. Kemudian baginda berkata, “Dengan inilah aku telah diperintahkan.”
Anas menuturkan bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah menyimpan sesuatu untuk hari esok.
Berita tentang kemurahan dan kedermawanan baginda sangat banyak sekali. Baginda tidak pernah menolak permintaan siapapun, sampai tak ada lagi yang ias diberikan.
Keberanian dan kegagahan Nabi Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya

Keberanian dan kegagahan adalah dua sifat utama yang tampak didalam diri Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Keberanian yaitu kebajikan yang dikendalikan oleh kecerdasan