-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 62
Abu Said Al Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, duduk didalam suatu majelis dengan cara melingkarkan kedua tangan baginda pada kedua kaki baginda. Baginda sering duduk dengan cara tersebut pada berbagai kesempatan.
Kata Jabir bin Samuroh: baginda duduk bersila dan terkadang baginda duduk seperti berjongkok.
Mengenai cara berjalan, baginda berjalan tenang dengan badan condong ke depan, mirip cara berjalan seseorang ketika menuruni lereng gunung. Juga dilaporkan, baginda konsentrasi ketika berjalan, dan sedang langkah kaki baginda. Baginda tidak berjalan dengan tergesa-gesa juga tidak lambat.
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Sebaik-baik bimbingan adalah bimbingan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.”
Jabir bin Abdullah menginformasikan, “Kata-kata Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat elegan dalam susunannya, serta mengalir dengan mudah.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, memberitahu bahwa ketika berbicara, baginda mengatakannya secara sedemikian rupa sehingga bila seseorang ingin niscaya akan dapat menghitung jumlah kata-kata baginda.
Baginda memakai wangi-wangian, dan dikenal menyukai aroma wangi dan parfum. Baginda sering memakai wewangian dan mendorong untuk menggunakan wangi-wangian. Baginda bersabda, “Dicintakan kepadaku di duniamu ini, wanita dan wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku didalam shalat.”
Baginda melarang manusia meniup diatas makanan dan minuman, dan menyuruh mereka untuk makan apa yang didekat mereka. Baginda merekomendasikan penggunaan siwak (kayu gosok gigi), membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki, membersihkan tubuh serta mencukur bulu yang tumbuh di ketiak dan kemaluan.
Nabi Muhammad berzuhud (menahan diri dari hal-hal duniawi)
Banyak hadis telah disebutkan di bagian sebelumnya, yang menggambarkan gaya hidup sederhana baginda, ias dikatakan baginda selalu merasa puas dengan sesuatu yang sedikit, dan berpaling dari daya tarik duniawi. Di banyak kesempatan, baginda diberi kekayaan dunia, namun baginda tidak menyimpan melainkan segera membagi-bagikannya, dan ketika meninggal dunia, tidak ada yang baginda tinggalkan kecuali baju perang, yang telah baginda gadaikan kepada seorang Yahudi untuk ias g makan keluarga baginda. Baginda berdoa untuk keluarganya seraya berkata, “Ya Allah, jadikan rizki keluarga Muhammad tanpa berlebihan.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata: “Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah makan cukup roti selama tiga hari berturut-turut sampai akhir hayat baginda.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, menegaskan, “Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak meninggalkan sekeping dirham maupun dinar, maupun seekor domba maupun seekor unta.”
Amr bin Haris mengatakan “Tidak ada yang ditinggalkan baginda kecuali hanya baju perang, seekor baghal (hasil peranakan kuda dengan keledai), dan tanah yang telah baginda jadikan sebagai sedekah.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata, “Ketika baginda meninggal dunia, tidak ada sesuatupun di rumahku yang ias dimakan pemilik jantung kecuali beberapa biji gandum di salah satu rak.” Bunda juga berkata, “Kami keluarga Muhammad, kadang-kadang melewati satu bulan tanpa menyalakan api; tidak terdapat apa-apa kecuali kurma dan air.”
Kata Abdurrahman bin Auf: pada saat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, wafat, baginda dan anggota rumah tangga baginda, tidak memiliki cukup roti gandum untuk ias mengisi perut mereka. Aisyah, Abi Umamah, dan Ibnu Abbas juga mengatakan hal yang sama.
Ibnu Abbas, memberitahu bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dann keluarga baginda, tidak menemukan apa-apa untuk makan malam mereka pada banyak malam berturut-turut.
Sahabat Anas mengungkapkan
Kata Jabir bin Samuroh: baginda duduk bersila dan terkadang baginda duduk seperti berjongkok.
Mengenai cara berjalan, baginda berjalan tenang dengan badan condong ke depan, mirip cara berjalan seseorang ketika menuruni lereng gunung. Juga dilaporkan, baginda konsentrasi ketika berjalan, dan sedang langkah kaki baginda. Baginda tidak berjalan dengan tergesa-gesa juga tidak lambat.
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Sebaik-baik bimbingan adalah bimbingan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.”
Jabir bin Abdullah menginformasikan, “Kata-kata Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat elegan dalam susunannya, serta mengalir dengan mudah.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, memberitahu bahwa ketika berbicara, baginda mengatakannya secara sedemikian rupa sehingga bila seseorang ingin niscaya akan dapat menghitung jumlah kata-kata baginda.
Baginda memakai wangi-wangian, dan dikenal menyukai aroma wangi dan parfum. Baginda sering memakai wewangian dan mendorong untuk menggunakan wangi-wangian. Baginda bersabda, “Dicintakan kepadaku di duniamu ini, wanita dan wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku didalam shalat.”
Baginda melarang manusia meniup diatas makanan dan minuman, dan menyuruh mereka untuk makan apa yang didekat mereka. Baginda merekomendasikan penggunaan siwak (kayu gosok gigi), membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki, membersihkan tubuh serta mencukur bulu yang tumbuh di ketiak dan kemaluan.
Nabi Muhammad berzuhud (menahan diri dari hal-hal duniawi)
Banyak hadis telah disebutkan di bagian sebelumnya, yang menggambarkan gaya hidup sederhana baginda, ias dikatakan baginda selalu merasa puas dengan sesuatu yang sedikit, dan berpaling dari daya tarik duniawi. Di banyak kesempatan, baginda diberi kekayaan dunia, namun baginda tidak menyimpan melainkan segera membagi-bagikannya, dan ketika meninggal dunia, tidak ada yang baginda tinggalkan kecuali baju perang, yang telah baginda gadaikan kepada seorang Yahudi untuk ias g makan keluarga baginda. Baginda berdoa untuk keluarganya seraya berkata, “Ya Allah, jadikan rizki keluarga Muhammad tanpa berlebihan.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata: “Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak pernah makan cukup roti selama tiga hari berturut-turut sampai akhir hayat baginda.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, menegaskan, “Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak meninggalkan sekeping dirham maupun dinar, maupun seekor domba maupun seekor unta.”
Amr bin Haris mengatakan “Tidak ada yang ditinggalkan baginda kecuali hanya baju perang, seekor baghal (hasil peranakan kuda dengan keledai), dan tanah yang telah baginda jadikan sebagai sedekah.”
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, berkata, “Ketika baginda meninggal dunia, tidak ada sesuatupun di rumahku yang ias dimakan pemilik jantung kecuali beberapa biji gandum di salah satu rak.” Bunda juga berkata, “Kami keluarga Muhammad, kadang-kadang melewati satu bulan tanpa menyalakan api; tidak terdapat apa-apa kecuali kurma dan air.”
Kata Abdurrahman bin Auf: pada saat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, wafat, baginda dan anggota rumah tangga baginda, tidak memiliki cukup roti gandum untuk ias mengisi perut mereka. Aisyah, Abi Umamah, dan Ibnu Abbas juga mengatakan hal yang sama.
Ibnu Abbas, memberitahu bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dann keluarga baginda, tidak menemukan apa-apa untuk makan malam mereka pada banyak malam berturut-turut.
Sahabat Anas mengungkapkan