-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 75
Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, minum dari cangkir besar terbuat dari kayu yang didalamnya terdapat lapisan logam. Tempat air yang terbuat dari kulit dengan cerat yang bersih juga baginda pakai untuk minum.
Ketika minum air Zamzam, baginda berdiri. Namun baginda lebih sering minum sambil duduk. Baginda menganjurkan minum seteguk demi seteguk daripada meneguk seluruhnya sekaligus. Anjuran penuh berkah agar tidak minum seluruh minuman sekaligus dalam satu tegukan, sekarang terbukti karena membahayakan hati dan perut.
ROTI DAN MAKANAN:
Roti yang dimakan baginda, terbuat dari gandum utuh yang digiling atau dilumatkan dengan dua buah batu, sehingga menjadi tepung bertekstur kasar. Saringan tidak pernah digunakan untuk menyaring butiran-butiran tepung yang masih kasar sehingga seluruh tepung, yang kasar maupun halus, dipakai untuk membuat roti. Adapun jumlah roti, tidak pernah ada roti yang mencukupi sebagai pengisi perut didalam rumah tangga baginda.
Selama bermalam-malam, baginda dan keluarga baginda tidur tanpa menikmati makanan karena tidak ada makanan. Keluarga Suci ini biasa membagi-bagikan makanan mereka pada orang-orang yang membutuhkan, seraya mengharapkan pahala dari Allah Yang Maha Tinggi.
Baginda menganjurkan penggunaan minyak zaitun tidak hanya untuk memasak tapi juga untuk pijat. Baginda juga menggunakan cuka dan memakan daging unggas. Baginda makan madu, daging kambing dan domba, sedang kesukaan baginda adalah daging bahu domba.
Makanan lainnya yang dikonsumsi baginda adalah kurma. Suatu hari Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menemukan beberapa kurma yang jatuh di tanah. Baginda memberitahu para Sahabatnya kalau tidak akan memakannya sebab merasa yakin itu adalah sedekah. Baginda dan keluarga baginda dilarang makan dari sedekah.
Baginda juga makan mentimun dan semangka dengan kurma. Kurma direndam dalam air untuk menghasilkan jus manis, namun tidak membiarkannya terendam terlalu lama untuk menghindari agar tidak mengalami fermentasi (peragian sehingga bisa berubah menjadi khomr / minuman keras).
Baginda minum air dan susu. Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, mengatakan bahwa baginda menyukai minuman yang dingin dan manis. Ketika diberi susu, baginda berdoa, "Ya Allah, berilah keberkahan didalam susu ini dan tingkatkanlah susu untuk kami." Baginda juga memberitahu para Sahabatnya bahwa susu dapat berfungsi sebagaimana air dan makanan.
Baginda biasa memberi makanan kepada para Sahabatnya sebelum baginda sendiri makan.
TATA KRAMA SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN:
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, senantiasa mengucapkan, "Bismillah" sebelum mengambil makanan. Baginda selalu makan dengan tangan kanan dan memakan hidangan yang ada di depan baginda. Setelah selesai makan baginda bersyukur kepada Allah seraya berkata, "Segala puji bagi Allah, yang memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami orang-orang Islam."
TIDUR:
Sebelum tidur, baginda berbaring disisi yang kanan dan berdoa, "Ya Allah, dengan Nama-Mu aku hidup dan mati." Saat bangun baginda berdoa, "Segala puji bagi Allah, yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya hendak dibangkitkan."
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, meriwayatkan, sebelum tidur baginda menengadahkan kedua tangan dan meniupnya kemudian melantunkan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, setelah itu baginda usapkan tangan baginda pada segenap bagian tubuh yang bisa dijangkau baginda. Ini baginda lakukan tiga kali, dimulai dari kepala, lalu wajah, diikuti dengan tubuh bagian depan baginda.
TANGISAN:
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, segala yang diperbuat Nabi tercinta kita,
Ketika minum air Zamzam, baginda berdiri. Namun baginda lebih sering minum sambil duduk. Baginda menganjurkan minum seteguk demi seteguk daripada meneguk seluruhnya sekaligus. Anjuran penuh berkah agar tidak minum seluruh minuman sekaligus dalam satu tegukan, sekarang terbukti karena membahayakan hati dan perut.
ROTI DAN MAKANAN:
Roti yang dimakan baginda, terbuat dari gandum utuh yang digiling atau dilumatkan dengan dua buah batu, sehingga menjadi tepung bertekstur kasar. Saringan tidak pernah digunakan untuk menyaring butiran-butiran tepung yang masih kasar sehingga seluruh tepung, yang kasar maupun halus, dipakai untuk membuat roti. Adapun jumlah roti, tidak pernah ada roti yang mencukupi sebagai pengisi perut didalam rumah tangga baginda.
Selama bermalam-malam, baginda dan keluarga baginda tidur tanpa menikmati makanan karena tidak ada makanan. Keluarga Suci ini biasa membagi-bagikan makanan mereka pada orang-orang yang membutuhkan, seraya mengharapkan pahala dari Allah Yang Maha Tinggi.
Baginda menganjurkan penggunaan minyak zaitun tidak hanya untuk memasak tapi juga untuk pijat. Baginda juga menggunakan cuka dan memakan daging unggas. Baginda makan madu, daging kambing dan domba, sedang kesukaan baginda adalah daging bahu domba.
Makanan lainnya yang dikonsumsi baginda adalah kurma. Suatu hari Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menemukan beberapa kurma yang jatuh di tanah. Baginda memberitahu para Sahabatnya kalau tidak akan memakannya sebab merasa yakin itu adalah sedekah. Baginda dan keluarga baginda dilarang makan dari sedekah.
Baginda juga makan mentimun dan semangka dengan kurma. Kurma direndam dalam air untuk menghasilkan jus manis, namun tidak membiarkannya terendam terlalu lama untuk menghindari agar tidak mengalami fermentasi (peragian sehingga bisa berubah menjadi khomr / minuman keras).
Baginda minum air dan susu. Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, mengatakan bahwa baginda menyukai minuman yang dingin dan manis. Ketika diberi susu, baginda berdoa, "Ya Allah, berilah keberkahan didalam susu ini dan tingkatkanlah susu untuk kami." Baginda juga memberitahu para Sahabatnya bahwa susu dapat berfungsi sebagaimana air dan makanan.
Baginda biasa memberi makanan kepada para Sahabatnya sebelum baginda sendiri makan.
TATA KRAMA SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN:
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, senantiasa mengucapkan, "Bismillah" sebelum mengambil makanan. Baginda selalu makan dengan tangan kanan dan memakan hidangan yang ada di depan baginda. Setelah selesai makan baginda bersyukur kepada Allah seraya berkata, "Segala puji bagi Allah, yang memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami orang-orang Islam."
TIDUR:
Sebelum tidur, baginda berbaring disisi yang kanan dan berdoa, "Ya Allah, dengan Nama-Mu aku hidup dan mati." Saat bangun baginda berdoa, "Segala puji bagi Allah, yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya hendak dibangkitkan."
Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, meriwayatkan, sebelum tidur baginda menengadahkan kedua tangan dan meniupnya kemudian melantunkan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, setelah itu baginda usapkan tangan baginda pada segenap bagian tubuh yang bisa dijangkau baginda. Ini baginda lakukan tiga kali, dimulai dari kepala, lalu wajah, diikuti dengan tubuh bagian depan baginda.
TANGISAN:
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, segala yang diperbuat Nabi tercinta kita,