-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 76
pujian dan kesejahteraan atasnya, timbul dari kerendahan hati, ketulusan dan kecintaan kepada Allah, begitu pula pengharapan rahmat untuk umat serta tangisan baginda.
Suatu hari Abdullah bin Mas'ud diminta baginda melantunkan beberapa ayat Al Quran untuk baginda, maka Abdullah bertanya, "Ya Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, patutkah saya melantunkannya kepada engkau padahal Al-Qur’an telah diturunkan kepada engkau?" Baginda berkata, "Aku suka mendengarnya dari orang lain." jadi Abdullah mulai melantunkan surah "An-Nisa" Ketika sampai ayat 41 'Maka bagaimanakah ketika Kami mendatangkan dari setiap umat seorang saksi, dan mendatangkan engkau sebagai saksi atas mereka!" air mata mengalir dari kedua mata baginda.
Barokah (yakni Ummu Ayman), pembantu yang sudah lama ikut baginda, yang dulu mendampingi baginda sewaktu ibu baginda meninggal dunia, mulai menangis meraung-raung saat salah satu anak perempuan baginda meninggal dunia. Baginda mengingatkan Barokah bahwa menangis keras tak terkendali adalah dilarang. Lalu Barakah berkata, "Bukankah saya melihat engkau menangis?" baginda menjawab, "Menangis yang ini tidak dilarang, sebagai sebuah rahmat dari Allah." kemudian baginda bersabda, "Seorang muslim berada dalam kedamaian sepanjang waktu, bahkan ketika jiwanya sedang diambil, dia sibuk memanjatkan pujian kepada Allah."
Suatu hari Abdullah bin Mas'ud diminta baginda melantunkan beberapa ayat Al Quran untuk baginda, maka Abdullah bertanya, "Ya Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, patutkah saya melantunkannya kepada engkau padahal Al-Qur’an telah diturunkan kepada engkau?" Baginda berkata, "Aku suka mendengarnya dari orang lain." jadi Abdullah mulai melantunkan surah "An-Nisa" Ketika sampai ayat 41 'Maka bagaimanakah ketika Kami mendatangkan dari setiap umat seorang saksi, dan mendatangkan engkau sebagai saksi atas mereka!" air mata mengalir dari kedua mata baginda.
Barokah (yakni Ummu Ayman), pembantu yang sudah lama ikut baginda, yang dulu mendampingi baginda sewaktu ibu baginda meninggal dunia, mulai menangis meraung-raung saat salah satu anak perempuan baginda meninggal dunia. Baginda mengingatkan Barokah bahwa menangis keras tak terkendali adalah dilarang. Lalu Barakah berkata, "Bukankah saya melihat engkau menangis?" baginda menjawab, "Menangis yang ini tidak dilarang, sebagai sebuah rahmat dari Allah." kemudian baginda bersabda, "Seorang muslim berada dalam kedamaian sepanjang waktu, bahkan ketika jiwanya sedang diambil, dia sibuk memanjatkan pujian kepada Allah."