-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 93
4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
5. Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
6. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
7. Sedang dia berada di ufuk yang Tinggi.
8. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
9. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
10. Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang Telah Allah wahyukan.
11. Hatinya tidak mendustakan apa yang Telah dilihatnya.
12. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang Telah dilihatnya?
13. Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihatnya (yakni Jibril, dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
14. (yaitu) di Sidratil Muntaha.
15. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,
16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
17. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
18. Sesungguhnya dia Telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (An-Najm, 53:1-18.)
Orang-orang Islam sama sekali tidak meragukan peristiwa besar yang menakjubkan ini, karena Allah telah memberi kesaksian didalam Al-Qur'an yang suci tentang peristiwa tersebut. Ada sejumlah besar kutipan kenabian (hadis) sahih yang menjelaskan serta menerangkan lebih terperinci berbagai keajaiban dan keistimewaannya. Insya Allah, beberapa informasi yang telah disampaikan dibagian sebelumnya, disambung informasi tambahan berikutnya, akan lebih mencerahkan pandangan umat manusia untuk nilai keagungan Isro’Mi’roj.
Anas bin Malik diberitahu Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang bersabda, "Buroq dibawa kepadaku, ia adalah hewan putih, lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih kecil dari bagal (hasil peranakan kuda dengan keledai). Jarak langkah Buroq sejauh pandangan matanya. (Syekh Darwish menambahkan: ini berarti perjalanan dengan kecepatan cahaya). Aku mengendarainya hingga aku tiba di Baitul Muqoddas (Yerusalem). Lalu aku menambatkan Buroq pada ring yang biasa digunakan para nabi (untuk menambatkan kendaraan mereka). Sesudah itu aku memasuki masjid, dimana aku solat dua rakaat didalamnya. Ketika aku keluar, malaikat Jibril membawakanku dua ceret, yang satu berisi susu dan yang satunya berisi arak. Aku memilih bejana yang berisi susu dan Jibril berkata, 'Engkau telah memilih tabiat yang baik."
Kemudian kami naik bersama ke langit pertama, dan Jibril minta dibukakan. Sebuah suara bertanya, 'Siapa anda?' Dia menjawab, 'Jibril'. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Jibril menjawab, 'Muhammad'. Dan bertanya lagi, 'Apakah dia telah diutus?' Jibril menjawab, 'Baginda telah diutus'. Kemudian pintu dibuka untuk kami.
Disana ada nabi Adam yang menyambutku, dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik bersama ke langit kedua, dan Jibril minta dibukakan. Sebuah suara bertanya, 'Siapa anda?' Dia menjawab, 'Jibril'. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Jibril menjawab, 'Muhammad'. Dan bertanya lagi, 'Apakah dia telah diutus?' Jibril menjawab, 'Baginda telah diutus'. Kemudian pintu dibuka untuk kami.
5. Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
6. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
7. Sedang dia berada di ufuk yang Tinggi.
8. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
9. Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
10. Lalu dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang Telah Allah wahyukan.
11. Hatinya tidak mendustakan apa yang Telah dilihatnya.
12. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang Telah dilihatnya?
13. Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihatnya (yakni Jibril, dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
14. (yaitu) di Sidratil Muntaha.
15. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,
16. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
17. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
18. Sesungguhnya dia Telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (An-Najm, 53:1-18.)
Orang-orang Islam sama sekali tidak meragukan peristiwa besar yang menakjubkan ini, karena Allah telah memberi kesaksian didalam Al-Qur'an yang suci tentang peristiwa tersebut. Ada sejumlah besar kutipan kenabian (hadis) sahih yang menjelaskan serta menerangkan lebih terperinci berbagai keajaiban dan keistimewaannya. Insya Allah, beberapa informasi yang telah disampaikan dibagian sebelumnya, disambung informasi tambahan berikutnya, akan lebih mencerahkan pandangan umat manusia untuk nilai keagungan Isro’Mi’roj.
Anas bin Malik diberitahu Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang bersabda, "Buroq dibawa kepadaku, ia adalah hewan putih, lebih tinggi dari keledai, tetapi lebih kecil dari bagal (hasil peranakan kuda dengan keledai). Jarak langkah Buroq sejauh pandangan matanya. (Syekh Darwish menambahkan: ini berarti perjalanan dengan kecepatan cahaya). Aku mengendarainya hingga aku tiba di Baitul Muqoddas (Yerusalem). Lalu aku menambatkan Buroq pada ring yang biasa digunakan para nabi (untuk menambatkan kendaraan mereka). Sesudah itu aku memasuki masjid, dimana aku solat dua rakaat didalamnya. Ketika aku keluar, malaikat Jibril membawakanku dua ceret, yang satu berisi susu dan yang satunya berisi arak. Aku memilih bejana yang berisi susu dan Jibril berkata, 'Engkau telah memilih tabiat yang baik."
Kemudian kami naik bersama ke langit pertama, dan Jibril minta dibukakan. Sebuah suara bertanya, 'Siapa anda?' Dia menjawab, 'Jibril'. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Jibril menjawab, 'Muhammad'. Dan bertanya lagi, 'Apakah dia telah diutus?' Jibril menjawab, 'Baginda telah diutus'. Kemudian pintu dibuka untuk kami.
Disana ada nabi Adam yang menyambutku, dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik bersama ke langit kedua, dan Jibril minta dibukakan. Sebuah suara bertanya, 'Siapa anda?' Dia menjawab, 'Jibril'. Lalu bertanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Jibril menjawab, 'Muhammad'. Dan bertanya lagi, 'Apakah dia telah diutus?' Jibril menjawab, 'Baginda telah diutus'. Kemudian pintu dibuka untuk kami.