Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 94

Disana ada dua sepupu bersaudara, nabi Isa putra Maryam dan nabi Yahya putra Zakaria. Mereka menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit ketiga, maka hal yang sama terjadi dan pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu nabi Yusuf yang telah diberi setengah dari seluruh ketampanan anak turun nabi Adam, dan beliau juga menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit keempat, dan terjadi hal yang sama. Disana ada nabi Idris, beliau menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku. Firman Allah tentang nabi Idris, "Dan Kami telah mengangkatnya pada tempat yang tinggi." (Maryam,19:57).
Setelah itu, kami naik ke langit kelima, dan terjadi hal yang sama. Nabi Harun ada disana, dan beliau menyambutku serta mendoakan kebaikan untukku. Kemudian, kami naik ke langit keenam, dan hal yang sama terjadi. Di sana ada nabi Musa, beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Setelah itu kami naik ke langit ketujuh, dan hal yang sama terjadi, dan aku melihat nabi Ibrahim bersandar di Baitul Ma’muur (Rumah Kerumunan) setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat tawaf disana, mereka masuk dan tidak keluar darinya.
Lalu Jibril pergi denganku ke Sidrotul Muntaha (Pohon Lote) yang daunnya seperti telinga gajah dan buah-buahannya seperti belanga. Ketika datang perintah dari Allah, Sidrotul Muntaha menjadi terselubungi dan berubah dalam suatu cara yang tak satupun makhluk yang mampu menggambarkannya disebabkan keindahan mutlaknya. Kemudian, Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan, dan Dia mewajibkanku solat lima puluh kali tiap sehari semalam.
Sesudah itu, aku turun hingga sampai kepada Musa dan beliau menanyaiku, "Apa yang telah Penguasamu wajibkan kepada umatmu?" aku menjawab, "lima puluh solat" lantas Musa berkata, "Kembalilah kepada Penguasamu, dan mintalah keringanan kepada-Nya, umatmu tidak akan sanggup mengerjakan itu. Sungguh aku telah menguji Bani Israel, dan berpengalaman dengan mereka." Jadi aku kembali kepada Penguasaku dan meminta, "Wahai Penguasa, ringankanlah untuk umatku." Kemudian Dia menguranginya lima. Lalu aku kembali kepada Musa dan memberitahu, "Telah dikurangi lima untukku." Musa berkata, "Umatmu tidak akan sanggup mengerjakan itu, kembalilah kepada Penguasamu dan mintalah keringanan kepada-Nya."
Maka aku terus datang dan kembali antara Penguasaku, dan antara Musa, hingga Allah berfirman, "Wahai Muhammad, solat lima kali tiap sehari semalam, untuk tiap solat dihitung seperti sepuluh, jadi setara lima puluh kali solat. Barangsiapa berniat melakukan perbuatan baik tetapi tidak melakukannya, ditulis baginya perbuatan baik. Jika melakukannya, ditulis sepuluh untuknya. Barangsiapa berniat melakukan perbuatan buruk tetapi tidak melakukannya, tidak ditulis sesuatupun. Jika melakukannya, ditulis satu keburukan." Kemudian aku turun dan sampai pada Musa serta mengabarinya, lalu beliau berkata, "Kembalilah kepada Penguasamu dan mintalah keringanan kepada-Nya." Lantas Rasulullah berkata: Aku telah berkali-kali kembali kepada Penguasaku hingga aku merasa malu kepada-Nya."
Penjelasan lebih rinci mengenai persiapan Isro’Mi’roj, diriwayatkan oleh Abu Dzar yang menuturkan bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Atap rumahku membelah terbuka. Jibril turun dan membuka dadaku, kemudian mencucinya dengan air Zamzam. Lalu dia membawa sebuah bejana emas berisi hikmah dan keimanan, yang dituangkan ke dalam dadaku, sesudah itu menutupnya. Dia meraih tanganku, dan naik denganku ke langit."
(Sisipan Syeikh Darwish: Silakan lihat catatan pengantar bab ini yang berkaitan dengan: Hafiz