Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 95

Ibnu Hajar berkomentar mengenai tulisan Hakim Iyad terkait peristiwa Isro’ Mi’roj (Perjalanan Malam dan Kenaikan ke langit), dengan menghadirkan beragam pendapat berbobot yang beliau susun rapi dalam satu untaian. Banyak hadis sahih yang membahas peristiwa tersebut secara lebih terperinci, baik yang mengenai fase mimpi sebagai fase pengenalan maupun fase peristiwa yang sebenarnya. Hakim Iyad juga telah mengupas kejadian-kejadian yang berkenaan dengan Perjalanan Malam (Isro' Mi'roj) dengan menarik kita pada laporan dari beberapa Sahabat.)
Ibnu Syihab memberitahu sabda baginda, "Setiap nabi berucap kepadaku 'Selamat datang nabi yang saleh dan saudara yang saleh', kecuali nabi Adam dan nabi Ibrahim yang berucap, 'Anak laki-laki yang saleh'."
Hadis tersebut juga dilaporkan Ibnu Abbas yang menambahkan, "Lalu dia (Jibril) naik denganku hingga aku mencapai dataran tinggi, disana aku mendengar Goresan Pena."
Malik bin Sho'shoah memberitahu kita percakapan baginda dengan Musa, baginda bersabda, "Ketika aku melewati Musa, beliau menangis. Musa ditanya, 'Mengapa engkau menangis?' Musa menjawab, 'Penguasa, ini pemuda yang diutus sesudahku, umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku."
(Sisipan Syeikh Darwish: Anda mungkin ingin tahu mengapa nabi Musa menangis. Ini karena umat beliau yang terdiri dari orang-orang yang menyembah dan memuji Allah sendirian, jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan umat Nabi Muhammad. Baginda bahagia memiliki lebih banyak penyembah yang memuji Allah sendirian, karena baginda berperan penting dalam membimbing mereka.)
Abu Hurairah memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku melihat diriku dalam kelompok para nabi, dan ketika waktu solat tiba, aku mengimami mereka. Ada yang berkata kepadaku, 'Wahai Muhammad! Ini malaikat malik, penjaga neraka, ucapkan salam kepadanya', lalu aku berbalik, tetapi dia menyalamiku lebih dulu."
Ibnu Mas'ud memaparkan bahwa baginda bersabda, "Dia (Jibril) membawaku hingga akhir Sidrotul Muntaha (Pohon Lote), yang berada di langit keenam. Apapun (perbuatan baik) yang naik dari bumi berakhir disana (di Sidratul Muntaha) kemudian diterima disana, dan apapun yang datang dari atas berakhir disana kemudian diterima disana. Allah berfirman, "Saat Sidratulmuntaha diselubungi apa yang menyelubungi." (An-Najm,53:16). Ibnu Mas’ud berkata, "Hamparan emas."
Dalam versi lain berbunyi, "Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, diberi tiga perkara. Diberi solat lima waktu, penutup surah Al-Baqoroh, dan pengampunan untuk siapapun yang berdosa besar dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun."
(Sisipan Syeikh Darwish: Manusia tidak dapat menembus keterbatasan mereka sebab mereka seolah-olah terhijab (terselubungi). Sang Pencipta tidak pernah absen, tapi pada saat yang sama Dia tidak bisa diakses melalui keterbatasan mata manusia, bagaimanapun, kelak di Surga mereka yang beriman akan bisa melihat-Nya)
Realitas Perjalanan Malam dan Kenaikan Nabi Muhammad ke langit
(Isro' Mi'roj) dengan jiwa dan raga, dan tidak dalam keadaan tidur.

Sebagian besar sahabat mempercayai bahwa baginda telah pergi pada Perjalanan Malam (Isro’ Mi’roj) dengan jiwa dan raga baginda serta dalam keadaan terjaga. Peristiwa tersebut benar-benar nyata, dan banyak Sahabat yang telah melaporkannya, diantaranya adalah Ibnu Abbas, Jabir, Anas, Hudzaifah, Umar, Abu Hurairah, Malik bin So'soa, Abu Habba AlBadri, Ibnu Mas'ud, Dohhak, Said bin Juber, Qotada, Ibnu Musayyab, Ibnu Shihab, Ibnu Zaid, Hasan, Ibrohim, Masruq, Mujahid, Ikrimah dan Ibnu Juraij.