Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 110

Sedang untuk Nabi Muhammad sebagai kekasih Allah, Dia berfirman, "Agar Allah mengampuni bagimu apa yang telah lalu dari dosamu dan apa yang akan datang." (Al-Fath,48:2). Dari ayat ini terlihat jelas adanya jaminan ampunan dari Allah untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Mengutip firman Allah ketika Nabi Ibrahim yang memiliki peringkat 'teman dekat' berucap, "Dan janganlah merendahkanku pada Hari mereka dibangkitkan." (Asy-Syu'aro', 26:87)
Sedang untuk Nabi Muhammad, telah difirmankan kepada baginda, "Pada Hari Allah tidak merendahkan Nabi." (At-Tahrim, 66:8) terlihat jelas bagaimana Allah telah memulai dengan kabar gembira sebelum Nabi memohon kepada-Nya.
Pada saat Nabi Ibrahim ditimpa cobaan dan ujian, beliau berucap, "Allah mencukupiku." (At-Taubah,9:129) adapun Nabi Muhammad, sebagai Kekasih Allah, diberitahu, "Wahai Nabi, Allah mencukupimu dan siapa yang mengikutimu diantara orang-orang mukmin ." (Al-Anfal,8:64)
Nabi Ibrahim 'teman dekat' berkata, "dan jadikanlah aku lisan kebenaran bagi orang-orang (yang datang) kemudian." (Asy-Syu'aro,26:84). Nabi Muhammad, 'Sang Kekasih', telah diberi oleh Allah, dengan tanpa meminta, yang tampak dalam firman-Nya berikut, "dan Kami tinggikan untukmu penyebutanmu" (Al-Inshirah 94:4)
Nabi Ibrahim 'teman dekat' juga telah berkata, "jauhkanlah aku dan anak cucuku dari penyembahan berhala." (Ibrahim,14:35). Sedangkan 'Sang Kekasih' diberitahu, "Sesungguhnya Allah menghendaki agar dihilangkan kotoran Ahlulbait (Ahli Rumah) darimu." (Al-Ahzab,33:33).
Semoga informasi diatas mencukupi untuk memberi sekilas pandang cinta dan persahabatan dari Allah untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Allah berfirman, "Penguasamu lebih mengetahui siapa yang lebih terbimbing pada jalan." (Al-Isro',17:84).
Syafaat dan Pangkat Terpuji Nabi
Nabi Muhammad kelak diberi karunia syafaat yaitu perantaraan untuk menyampaikan permohonan (kepada Allah), dan Pangkat Terpuji. Mensyafaati berarti menjadi perantara untuk menyampaikan permohonan.
Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, "Mudah-mudahan Penguasamu akan mengangkatmu pada tempat yang terpuji." (Al-Isro',17:79).
Ibnu Umar berkata, "Pada Hari Kiamat, manusia akan datang dengan berlutut. Setiap umat akan mengikuti nabi mereka sambil berkata, 'Wahai fulan (orang ini dan ini yaitu nabi mereka), syafaatilah (jadilah perantara) kami! Wahai fulan, jadilah perantara kami!" hingga akhirnya mereka sampai kepada Nabi Muhammad, dan baginda mensyafaati mereka. Pada Hari itulah Allah akan mengangkat baginda pada tempat yang terpuji."
Ibnu Umar kembali berkata, "Baginda akan maju, hingga kemudian baginda mengetuk pegangan bundar di gerbang Surga. Pada hari itu, Allah membangkitkan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, pada tempat terpuji yang telah dijanjikan."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang pilihan yang diberikan kepadanya seraya bersabda, "Aku disuruh memilih antara separoh umatku masuk surga, atau dikabulkan doa syafaatku. Aku memilih syafaat, karena lebih menyeluruh. Syafaatku tidak hanya untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah, namun juga untuk orang-orang yang berdosa dan bersalah." Demikianlah kabar baik dari baginda yang diberitahukan Abu Musa kepada kita.
Ummu Habibah mendengar Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku diperlihatkan oleh Allah apa yang akan terjadi pada umatku setelahku. Mereka menumpahkan darah satu sama lain, dan apa yang dialami mereka juga terjadi pada umat-umat sebelumnya. Karena itulah, demi umatku, aku memohon kepada Allah agar memberiku izin mensyafaati pada Hari Kiamat, dan ini telah Dia lakukan."
Hudzaifah memberitahu, "Allah akan mengumpulkan semua manusia di satu dataran tinggi, setelah mereka mendengar panggilan Pemanggil, dan pandangan mereka akan terbuka lebar. Mereka