-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 112
Didalam riwayat lain, baginda berbicara lebih detail mengenai rincian keadaan pada Hari Kiamat seraya bersabda, "Matahari menjadi sangat dekat pada manusia, hingga kesusahan menjadi tak tertahankan, yang tak sanggup mereka tanggung. Lalu mereka akan berkata satu sama lain, 'Tidakkah kalian melihat ada orang yang bisa menjadi perantara kalian?' maka mereka akan mendatangi nabi Adam dan berkata, 'Wahai Adam, engkau bapak manusia. Allah menciptakanmu dengan Tangan-Nya, dan meniupkan roh didalam dirimu, serta menempatkanmu tinggal di surga-Nya; memerintahkan para malaikat bersujud kearahmu, dan mengajarkanmu nama-nama segala sesuatu. Jadilah perantara bagi kami disisi Penguasamu, sehingga kami bisa beristirahat dari tempat kami! Tidakkah engkau melihat penderitaan yang menimpa kami?' nabi Adam akan berkata, 'Penguasaku benar-benar marah hari ini. Kemarahan yang Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan sesudahnya Dia tidak akan marah seperti ini lagi. Dia telah melarangku makan dari suatu pohon, namun aku melanggar-Nya. diriku sendiri, diriku sendiri. Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Nuh."
Kemudian mereka mendatangi nabi Nuh dan berkata, 'Wahai Nuh, engkau rasul pertama bagi orang-orang di dunia (setelah banjir besar / topan), dan Allah menyebutmu hamba yang bersyukur. Lihatlah kondisi kami, lihat apa yang menimpa kami. Bukankah engkau akan menjadi perantara bagi kami kepada Penguasamu?' nabi Nuh akan berkata, 'Penguasaku benar-benar marah hari ini. Kemarahan yang Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan sesudahnya Dia tidak akan marah seperti ini lagi. Diriku sendiri, diriku sendiri', dan beliau akan menyebut kekhilafan yang pernah beliau perbuat ketika beliau memohon kepada Allah dengan tanpa ilmu (riwayat lain menyebutkan beliau berkata: aku telah membuat doa yang melawan kaumku) - pergi ke selainku, pergilah ke Ibrahim, beliau adalah teman dekat Allah.
Mereka lalu pergi kepada nabi Ibrahim dan berkata, 'Wahai Ibrahim, engkau adalah Nabi Allah, dan teman dekat-Nya, terpilih dari seluruh penduduk bumi, jadilah perantara bagi kami kepada Penguasamu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami ini!" nabi Ibrahim akan berkata kepada mereka, 'Penguasaku benar-benar marah hari ini. Kemarahan yang Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan sesudahnya Dia tidak akan marah seperti ini lagi'. Nabi Ibrahim lalu menyebut tiga kalimat rancu yang pernah beliau ucapkan. Diriku sendiri, diriku sendiri. Aku bukan untuk itu. Pergilah kepada nabi Musa, beliau adalah seorang penyembah yang telah diberi Allah kitab Taurat dan dianugerahi kedekatan dengan pembicaraan dengan-Nya.
Lantas mereka mendatangi nabi Musa, hingga beliau akan berkata, 'aku bukan untuk itu' - dan beliau akan menyebut-nyebut kesalahan beliau bahwa beliau pernah membunuh seseorang (meski terjadi tanpa kesengajaan). Diriku sendiri, diriku sendiri. Cobalah pergi ke nabi Isa, beliau adalah roh yang diciptakan Allah dan Kalimat ciptaan-Nya.
Setelah itu mereka akan pergi kepada nabi Isa dan beliau akan berkata, 'aku bukan untuk itu, tetapi kalian bisa pergi kepada Muhammad. Baginda adalah penyembah yang dosa-dosanya (dalam arti terlindungi dari dosa) dimasa lalu dan dimasa mendatang, (dalam status) telah diampuni.'
Kemudian mereka datang kepadaku dan aku akan berkata, 'aku (diizinkan) untuk itu (syafa’at)'. Maka aku pergi dan memohon izin kepada Penguasaku, dan Dia memberi izin untukku. Kemudian ketika aku melihat-Nya, aku jatuh bersujud di hadapan-Nya (baginda datang dibawah Singgasana lalu jatuh bersujud).
Kemudian mereka mendatangi nabi Nuh dan berkata, 'Wahai Nuh, engkau rasul pertama bagi orang-orang di dunia (setelah banjir besar / topan), dan Allah menyebutmu hamba yang bersyukur. Lihatlah kondisi kami, lihat apa yang menimpa kami. Bukankah engkau akan menjadi perantara bagi kami kepada Penguasamu?' nabi Nuh akan berkata, 'Penguasaku benar-benar marah hari ini. Kemarahan yang Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan sesudahnya Dia tidak akan marah seperti ini lagi. Diriku sendiri, diriku sendiri', dan beliau akan menyebut kekhilafan yang pernah beliau perbuat ketika beliau memohon kepada Allah dengan tanpa ilmu (riwayat lain menyebutkan beliau berkata: aku telah membuat doa yang melawan kaumku) - pergi ke selainku, pergilah ke Ibrahim, beliau adalah teman dekat Allah.
Mereka lalu pergi kepada nabi Ibrahim dan berkata, 'Wahai Ibrahim, engkau adalah Nabi Allah, dan teman dekat-Nya, terpilih dari seluruh penduduk bumi, jadilah perantara bagi kami kepada Penguasamu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami ini!" nabi Ibrahim akan berkata kepada mereka, 'Penguasaku benar-benar marah hari ini. Kemarahan yang Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan sesudahnya Dia tidak akan marah seperti ini lagi'. Nabi Ibrahim lalu menyebut tiga kalimat rancu yang pernah beliau ucapkan. Diriku sendiri, diriku sendiri. Aku bukan untuk itu. Pergilah kepada nabi Musa, beliau adalah seorang penyembah yang telah diberi Allah kitab Taurat dan dianugerahi kedekatan dengan pembicaraan dengan-Nya.
Lantas mereka mendatangi nabi Musa, hingga beliau akan berkata, 'aku bukan untuk itu' - dan beliau akan menyebut-nyebut kesalahan beliau bahwa beliau pernah membunuh seseorang (meski terjadi tanpa kesengajaan). Diriku sendiri, diriku sendiri. Cobalah pergi ke nabi Isa, beliau adalah roh yang diciptakan Allah dan Kalimat ciptaan-Nya.
Setelah itu mereka akan pergi kepada nabi Isa dan beliau akan berkata, 'aku bukan untuk itu, tetapi kalian bisa pergi kepada Muhammad. Baginda adalah penyembah yang dosa-dosanya (dalam arti terlindungi dari dosa) dimasa lalu dan dimasa mendatang, (dalam status) telah diampuni.'
Kemudian mereka datang kepadaku dan aku akan berkata, 'aku (diizinkan) untuk itu (syafa’at)'. Maka aku pergi dan memohon izin kepada Penguasaku, dan Dia memberi izin untukku. Kemudian ketika aku melihat-Nya, aku jatuh bersujud di hadapan-Nya (baginda datang dibawah Singgasana lalu jatuh bersujud).