Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 116

Abdi Hadis Syekh Ahmad Darwish (Arab)
Anne Khadeijah (Inggris)
Siti Nadriyah (Indonesia)

Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi

Larangan mengunggul-unggulkan Nabi Muhammad atas nabi mulia lainnya
Terdapat sejumlah hadis yang memaparkan larangan mengunggul-unggulkan Nabi Muhammad atas para nabi mulia lainnya.
Bukti bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah manusia paling mulia dan terbaik dari semua para nabi telah kokoh dan terbukti jelas, baik didalam Al-Qur'an maupun didalam kutipan kenabian (hadis).
(Sisipan Syeikh Darwish: Etika dan keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad tampak terang dan jelas terlebih lagi saat baginda menyebut sesama nabi mulia lainnya)
Muncul pertanyaan, mengenai makna dari hadis yang berbicara tentang larangan mengunggulkan nabi yang satu dengan yang lainnya. Seperti sabda Nabi yang dilaporkan Ibnu Abbas berikut ini, "Tidak patut bagi seorang hamba mengatakan aku lebih baik daripada Yunus putra Matta."
Abu Hurairah melaporkan suatu insiden: ada seorang Yahudi berucap, "Demi yang memilih Musa atas umat manusia." Lalu seorang lelaki dari golongan Anshoor menamparnya dan berkata, "Beraninya kamu mengatakan itu sedang Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, ada ditengah-tengah kita!" Hal tersebut sampai kepada Nabi Muhammad, kemudian baginda bersabda, "Janganlah saling mengunggulkan diantara para nabi."
Dalam riwayat lainnya,
"Janganlah lebih memilihku diatas Musa…."
"Dan aku tidak berucap: sesungguhnya ada seseorang yang lebih utama dari Yunus putra Matta."
Sekali lagi, Abu Hurairah melaporkan sabda baginda, "Barangsiapa bilang aku lebih baik daripada Yunus putra Matta, maka telah berbohong."
(Sisipan Syeikh Darwish: Ini karena tidak ada orang biasa, tanpa memandang pangkat atau kedalaman pengetahuannya, pantas untuk menilai para nabi yang jauh lebih tinggi kedudukannya daripada manusia biasa, pada segala aspek terutama dalam hal-hal yang gaib)
Suatu hari seorang laki-laki datang kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan berkata kepada baginda, "Wahai makhluk terbaik!" Baginda lantas berkata, "Itu adalah Ibrahim."
Para ulama menjelaskan kutipan kenabian diatas, dalam beberapa arti.