Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 117

Pertama: Pelarangan pengunggulan terjadi sebelum Nabi Muhammad diinformasikan bahwa baginda adalah junjungan anak turun nabi Adam, sehingga baginda melarang siapapun saling mengunggul-unggulkan derajat para nabi. Sebagaimana baginda pernah menuturkan, "Aku tidak mengatakan bahwa ada seseorang yang lebih utama dari beliau."
Kedua: Perkataan baginda tersebut semata-mata karena kerendahan hati baginda, dan dalam rangka membuang kebanggaan dan kesombongan.
Ketiga: Saling mengunggulkan diantara para nabi, bisa mengarah pada pengurangan atau perendahan kedudukan salah satu dari mereka, contohnya terutama pada apa yang Allah firmankan tentang Nabi Yunus. Para ulama menjelaskan, hadis diatas adalah untuk mencegah orang tak berpengetahuan supaya tidak meremehkan atau mengurangi pangkat para nabi, dan agar tidak salah paham dengan ayat, "ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu mengira bahwa Kami tidak berkuasa atasnya." (Al-Anbiya',21:87). Pada waktu membaca ayat tentang nabi Yunus tersebut, orang yang bodoh mungkin cenderung berpikir bahwa beliau lebih rendah pangkatnya.
Keempat: Pelarangan baginda itu adalah untuk mencegah adanya saling membeda-bedakan didalam hak kenabian dan penyampaian Wahyu, meskipun ada perbedaan derajat, keutamaan, mukjizat, posisi dan kelembutan, diantara para nabi.
Para nabi memiliki kesamaan didalam kenabian, tetapi berlainan tingkatan kedudukan mereka. Hal ini karena Allah menganugerahkan kelebihan sebagian mereka atas sebagian yang lain, misalnya ada rasul yang diutus untuk menyampaikan wahyu, dan rasul yang dikenal keteguhan dan ketetapan hatinya, seperti pada nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa dan nabi Muhammad;
ada pula yang diangkat pada tempat yang tinggi, seperti nabi Idris;
atau yang diberikan penghakiman ketika masih muda, misalnya nabi Yahya;
dan yang diberi kitab Zabur, yaitu nabi Daud;
sebagian para nabi telah diberi bukti-bukti nyata, misalnya nabi Isa;
dan juga yang Allah telah berbicara kepadanya, seperti nabi Musa; serta lain-lainnya yang ditinggikan derajatnya oleh Allah.
Allah berfirman, "Dan benar-benar telah Kami melebihkan sebagian para nabi atas sebagian yang lain." (Al-Isro',17:55). dan berfirman, "Itu para rasul, Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain." (Al-Baqoroh,2:253).
Sebagian ulama Islam berkomentar: kata "melebihkan" diatas ditujukan bagi mereka di dunia, dimana mencakup tiga hal:
1. Adanya tanda-tanda dan mukjizat yang lebih hebat dan lebih tenar.
2. Adanya umat yang lebih menyucikan diri dan lebih banyak.
3. Adanya sifat dan karakter pribadi yang lebih baik dan lebih utama.
Semua nabi dianugerahi sifat dan karakter yang sangat bagus, namun sebagian mereka ada yang lebih sempurna dari sebagian yang lain. Mempunyai sifat dan karakter lebih sempurna juga merupakan kelebihan istimewa, sebagai karunia dari Allah kepada mereka. Demikian pula kemuliaan khusus seperti pembicaraan dengan Allah, persahabatan dekat, melihat Allah, dsb.
Perilaku para nabi senantiasa terjaga. Mereka bersih dari perkataan atau perbuatan yang dapat digunakan sebagai sumber kekacauan. Orang-orang yang meremehkan nabi Yunus telah mengabaikan kenyataan bahwa beliau berada di antara para nabi yang terpilih.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Janganlah seorangpun dari kalian mengatakan aku lebih utama daripada Yunus putra Matta." Ulama mengatakan ini adalah tanda belas kasih baginda pada umat agar mereka tidak meremehkan kedudukan para nabi, dan lagi, nabi Yunus adalah salah satu nabi pilihan Allah.
Kelima: Kata "aku" dalam sabda baginda memiliki dua makna.