-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 118
satu: kata "aku" merujuk pada baginda sendiri, jadi bunyi hadis sebagaimana yang diatas.
dua: kata "aku" merujuk pada siapa saja, maka bunyi hadis menjadi, "Janganlah seorangpun dari kalian mengatakan, 'aku lebih utama daripada Yunus putra Matta'." Tak sepatutnya seseorang mengira bisa mencapai tingkat terpelihara dari dosa, tingkat kecerdasan dan kesucian yang lebih baik daripada nabi Yunus. Derajat kenabian pastinya lebih tinggi dan lebih utama, dan kadar derajat mereka tidak akan merosot dan berkurang nilainya meskipun hanya sebesar atom.
Kesuksesan berasal dari Allah, Dialah Yang Maha Penolong - tidak ada tuhan selain Dia!
Keistimewaan nama-nama Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Nama-nama yang diberikan kepada Nabi Muhammad mempunyai keistimewaan tersendiri.
Jubair bin Muth'im memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku mempunyai lima nama, aku Muhammad; aku Ahmad; aku Al-Mahi (penghapus) yang melaluiku, Allah menghapuskan kekafiran; aku Al-Hasyir (penghimpun) yang manusia akan berhimpun diatas telapak kakiku; dan aku Al-Aqib (terakhir dalam suksesi kenabian)."
Salah satu karunia khusus yang diberikan kepada baginda, adalah fakta bahwa Allah telah menamai baginda dengan nama "Ahmad dan Muhammad", kata berbahasa Arab ini asal katanya mempunyai makna "memuji". Nama Muhammad mengandung arti "sasaran pujian bertubi-tubi.", sedangkan Ahmad mengandung arti "pujian bertubi-tubi."
Nama "Muhammad" dan "Ahmad" terdapat didalam Al Quran, dan kedua nama tersebut juga berasal dari asal yang sama dengan asal kata dari beberapa Nama-Nama Allah yang paling indah. Oleh karenanya, para makhluk memuji Penciptanya dengan Nama Terpuji Ketuhanan-Nya yang Terindah, serta memuliakan Nabi-Nya dengan pujian nama kenabiannya.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah manusia terunggul sekaligus terbaik dari semua orang yang terpuji, serta yang paling dipuji diantara para makhluk.
Nabi Muhammad adalah orang yang disebut didalam Al-Qur’an dengan nama "Ahmad", nama ini telah diketahui oleh nabi Isa (Yesus) dan telah disebut didalam kitab Injil yang asli yang diberikan kepada beliau. Nama "Ahmad" berasal dari kata "pujian" sedangkan nama "Muhammad" mengandung arti limpahan pujian.
Pada hari kiamat, Nabi Muhammad akan datang sebagai pembawa Bendera Pujian, ini menjadi kesudahan kesempurnaan pujian untuk baginda, sehingga membuatnya semakin tenar dengan sifat terpuji. Pada hari itu, Allah akan mengangkat baginda pada tempat terpuji, sebagaimana yang dijanjikan-Nya, sehingga generasi pertama hingga yang terakhir, akan memuji baginda untuk syafaatnya bagi mereka, dan baginda akan memuji-muji Allah dengan suatu cara yang tidak diberikan kepada siapapun sebelumnya. Hal ini tampak dalam sabda baginda:
"Allah akan membukakan kepadaku pujian-pujian-Nya dan bagusnya sanjungan, sesuatu yang tidak diberikan kepada siapapun sebelumku."
Dalam kitab yang diberikan kepada para nabi sebelumnya, umat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, disebut sebagai "para pemuji", oleh karena itu, sudah sepantasnya kalau baginda dinamakan Muhammad dan Ahmad. Didalam kedua nama tersebut, terdapat keajaiban dan tanda-tanda, diantaranya adalah Allah telah menjaga bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki kedua nama tersebut sebelum tiba masa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Adapun nama Ahmad telah tertulis didalam kitab-kitab terdahulu, dimana para nabi sebelumnya telah mewartakan kabar baik tentang kedatangan baginda. Allah dalam kebijaksanaan-Nya mencegah siapapun dinamakan dengan nama itu, selain Nabi Muhammad saja, dan lagi, sebelum kedatangan baginda, tidak seorang pun yang memanggil orang
dua: kata "aku" merujuk pada siapa saja, maka bunyi hadis menjadi, "Janganlah seorangpun dari kalian mengatakan, 'aku lebih utama daripada Yunus putra Matta'." Tak sepatutnya seseorang mengira bisa mencapai tingkat terpelihara dari dosa, tingkat kecerdasan dan kesucian yang lebih baik daripada nabi Yunus. Derajat kenabian pastinya lebih tinggi dan lebih utama, dan kadar derajat mereka tidak akan merosot dan berkurang nilainya meskipun hanya sebesar atom.
Kesuksesan berasal dari Allah, Dialah Yang Maha Penolong - tidak ada tuhan selain Dia!
Keistimewaan nama-nama Nabi Muhammad
Pujian dan kesejahteraan atasnya
Nama-nama yang diberikan kepada Nabi Muhammad mempunyai keistimewaan tersendiri.
Jubair bin Muth'im memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku mempunyai lima nama, aku Muhammad; aku Ahmad; aku Al-Mahi (penghapus) yang melaluiku, Allah menghapuskan kekafiran; aku Al-Hasyir (penghimpun) yang manusia akan berhimpun diatas telapak kakiku; dan aku Al-Aqib (terakhir dalam suksesi kenabian)."
Salah satu karunia khusus yang diberikan kepada baginda, adalah fakta bahwa Allah telah menamai baginda dengan nama "Ahmad dan Muhammad", kata berbahasa Arab ini asal katanya mempunyai makna "memuji". Nama Muhammad mengandung arti "sasaran pujian bertubi-tubi.", sedangkan Ahmad mengandung arti "pujian bertubi-tubi."
Nama "Muhammad" dan "Ahmad" terdapat didalam Al Quran, dan kedua nama tersebut juga berasal dari asal yang sama dengan asal kata dari beberapa Nama-Nama Allah yang paling indah. Oleh karenanya, para makhluk memuji Penciptanya dengan Nama Terpuji Ketuhanan-Nya yang Terindah, serta memuliakan Nabi-Nya dengan pujian nama kenabiannya.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah manusia terunggul sekaligus terbaik dari semua orang yang terpuji, serta yang paling dipuji diantara para makhluk.
Nabi Muhammad adalah orang yang disebut didalam Al-Qur’an dengan nama "Ahmad", nama ini telah diketahui oleh nabi Isa (Yesus) dan telah disebut didalam kitab Injil yang asli yang diberikan kepada beliau. Nama "Ahmad" berasal dari kata "pujian" sedangkan nama "Muhammad" mengandung arti limpahan pujian.
Pada hari kiamat, Nabi Muhammad akan datang sebagai pembawa Bendera Pujian, ini menjadi kesudahan kesempurnaan pujian untuk baginda, sehingga membuatnya semakin tenar dengan sifat terpuji. Pada hari itu, Allah akan mengangkat baginda pada tempat terpuji, sebagaimana yang dijanjikan-Nya, sehingga generasi pertama hingga yang terakhir, akan memuji baginda untuk syafaatnya bagi mereka, dan baginda akan memuji-muji Allah dengan suatu cara yang tidak diberikan kepada siapapun sebelumnya. Hal ini tampak dalam sabda baginda:
"Allah akan membukakan kepadaku pujian-pujian-Nya dan bagusnya sanjungan, sesuatu yang tidak diberikan kepada siapapun sebelumku."
Dalam kitab yang diberikan kepada para nabi sebelumnya, umat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, disebut sebagai "para pemuji", oleh karena itu, sudah sepantasnya kalau baginda dinamakan Muhammad dan Ahmad. Didalam kedua nama tersebut, terdapat keajaiban dan tanda-tanda, diantaranya adalah Allah telah menjaga bahwa tidak ada seorangpun yang memiliki kedua nama tersebut sebelum tiba masa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Adapun nama Ahmad telah tertulis didalam kitab-kitab terdahulu, dimana para nabi sebelumnya telah mewartakan kabar baik tentang kedatangan baginda. Allah dalam kebijaksanaan-Nya mencegah siapapun dinamakan dengan nama itu, selain Nabi Muhammad saja, dan lagi, sebelum kedatangan baginda, tidak seorang pun yang memanggil orang