-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 120
Baginda juga dinamakan Al-‘Aqib (terakhir dalam sukses kenabian), karena baginda mengiringi para nabi. Terdapat hadis sahih yang berbunyi, "Aku Al-Aqib, yang tidak ada nabi sesudahku." Ini berarti, nabi Muhammad adalah nabi terakhir sekaligus penutup para nabi.
Mengenai sabda baginda, "aku Al-Hasyir (penghimpun) yang manusia akan berhimpun diatas telapak kakiku." Ini berarti pada masa-masa baginda, orang-orang akan berkumpul dalam Islam, dan kelak di Kehidupan Abadi mereka akan akan bersatu dibawah panji-panji Islam. Tidak ada nabi lain sesudahnya, seperti terdapat dalam firman Allah, "dan penutup para nabi." (Al-Ahzab,33.40).
Makna "diatas telapak kakiku" yaitu semua manusia akan dikumpulkan dihadapan baginda, sebagaimana firman Allah, "Agar kamu menjadi saksi atas manusia, dan rasul menjadi saksi atasmu." (Al-Baqoroh,2:143).
"diatas telapak kakiku" juga indikasi bahwa baginda akan didahulukan dari semua orang. Allah berfirman, "bahwa bagi mereka tapak kaki ketulusan disisi Penguasa mereka." (Yunus,10:2).
"diatas telapak kakiku" juga bermakna: didepanku dan disekelilingku, dimana kelak pada hari kiamat umat manusia akan berkumpul kepada baginda.
"diatas telapak kakiku" juga berarti, diatas sunnahku (mencontoh perkataan dan perbuatan Nabi).
Tentang ucapan baginda, "aku mempunyai lima nama", sesungguhnya nama-nama ini terdapat didalam kitab-kitab suci terdahulu, dimana para ahli agama dikalangan umat para nabi sebelumnya telah mengetahuinya.
Abu Musa Al-Asy'ari berkata, "Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu nama-nama baginda kepada kami seraya bersabda: Aku Muhammad, Ahmad, Al-Muqoffi (nabi yang datang terakhir), Al-Hasyir (Penghimpun), Nabi Pertobatan, dan Nabi Malhamah (Ksatria)." Riwayat lain berbunyi, "Nabi yang dirahmati" dan "Nabi Peristirahatan (batin)".
Insya Allah, nama-nama tersebut tepat.
Nama baginda "Muqoffi (nabi yang datang terakhir)" dan "Al-Aqib (terakhir dalam suksesi kenabian)" memiliki arti yang sama.
Sehubungan dengan nama: Nabi Rahmat, Pertobatan, Yang dirahmati, dan Peristirahatan (batin), Allah Yang Maha Tinggi berfirman, "dan Kami tidak mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi seluruh dunia." (Al-Anbiya',21:107).
Allah mensifatkan Nabi Muhammad dengan berfirman,
"membacakan atas mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, dan mengajari mereka Kitab dan Hikmah" (Al-Jumu'ah,62:2.)
"dan membimbing mereka kepada jalan yang lurus." (Al-Maidah,5:16)
"Terhadap orang-orang beriman, lemah lembut lagi penyayang." (At-Taubah,9:128)
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan umatnya seraya bersabda,
"Sungguh mereka adalah umat yang dikasihani." mengenai umat baginda, Allah berfirman,
"dan saling berwasiat dengan kesabaran, dan saling berwasiat dengan kasih sayang."(Al-Balad,90:17). Ini berarti, umat nabi Muhammad saling menyayangi satu sama lain.
Dalam kemurahan-Nya, Allah telah mengutus Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak hanya untuk umat baginda, tetapi juga sebagai rahmat untuk seluruh dunia. Baginda amat menyayangi umatnya dan mencurahkan segenap kasih sayangnya serta memintakan ampunan bagi mereka. Allah menjadikan umat baginda saling mengasihi dan sebagai umat yang dikenal dengan belas kasih.
Mengenai sabda baginda, "aku Al-Hasyir (penghimpun) yang manusia akan berhimpun diatas telapak kakiku." Ini berarti pada masa-masa baginda, orang-orang akan berkumpul dalam Islam, dan kelak di Kehidupan Abadi mereka akan akan bersatu dibawah panji-panji Islam. Tidak ada nabi lain sesudahnya, seperti terdapat dalam firman Allah, "dan penutup para nabi." (Al-Ahzab,33.40).
Makna "diatas telapak kakiku" yaitu semua manusia akan dikumpulkan dihadapan baginda, sebagaimana firman Allah, "Agar kamu menjadi saksi atas manusia, dan rasul menjadi saksi atasmu." (Al-Baqoroh,2:143).
"diatas telapak kakiku" juga indikasi bahwa baginda akan didahulukan dari semua orang. Allah berfirman, "bahwa bagi mereka tapak kaki ketulusan disisi Penguasa mereka." (Yunus,10:2).
"diatas telapak kakiku" juga bermakna: didepanku dan disekelilingku, dimana kelak pada hari kiamat umat manusia akan berkumpul kepada baginda.
"diatas telapak kakiku" juga berarti, diatas sunnahku (mencontoh perkataan dan perbuatan Nabi).
Tentang ucapan baginda, "aku mempunyai lima nama", sesungguhnya nama-nama ini terdapat didalam kitab-kitab suci terdahulu, dimana para ahli agama dikalangan umat para nabi sebelumnya telah mengetahuinya.
Abu Musa Al-Asy'ari berkata, "Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu nama-nama baginda kepada kami seraya bersabda: Aku Muhammad, Ahmad, Al-Muqoffi (nabi yang datang terakhir), Al-Hasyir (Penghimpun), Nabi Pertobatan, dan Nabi Malhamah (Ksatria)." Riwayat lain berbunyi, "Nabi yang dirahmati" dan "Nabi Peristirahatan (batin)".
Insya Allah, nama-nama tersebut tepat.
Nama baginda "Muqoffi (nabi yang datang terakhir)" dan "Al-Aqib (terakhir dalam suksesi kenabian)" memiliki arti yang sama.
Sehubungan dengan nama: Nabi Rahmat, Pertobatan, Yang dirahmati, dan Peristirahatan (batin), Allah Yang Maha Tinggi berfirman, "dan Kami tidak mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi seluruh dunia." (Al-Anbiya',21:107).
Allah mensifatkan Nabi Muhammad dengan berfirman,
"membacakan atas mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, dan mengajari mereka Kitab dan Hikmah" (Al-Jumu'ah,62:2.)
"dan membimbing mereka kepada jalan yang lurus." (Al-Maidah,5:16)
"Terhadap orang-orang beriman, lemah lembut lagi penyayang." (At-Taubah,9:128)
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan umatnya seraya bersabda,
"Sungguh mereka adalah umat yang dikasihani." mengenai umat baginda, Allah berfirman,
"dan saling berwasiat dengan kesabaran, dan saling berwasiat dengan kasih sayang."(Al-Balad,90:17). Ini berarti, umat nabi Muhammad saling menyayangi satu sama lain.
Dalam kemurahan-Nya, Allah telah mengutus Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak hanya untuk umat baginda, tetapi juga sebagai rahmat untuk seluruh dunia. Baginda amat menyayangi umatnya dan mencurahkan segenap kasih sayangnya serta memintakan ampunan bagi mereka. Allah menjadikan umat baginda saling mengasihi dan sebagai umat yang dikenal dengan belas kasih.