Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 124

- "An Nur" bermakna "Pemilik Cahaya". Allah yang telah menciptakan dan menerangi langit dan bumi dengan cahaya, serta menerangi hati orang-orang beriman dengan bimbingan.
Tampak didalam Al-Qur'an, Allah telah menamai Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, 'Cahaya', "Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang nyata." (Al-Maidah,5:15)
Ulama menjelaskan bahwa, 'cahaya' merujuk kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Sementara yang lainnya bilang merujuk kepada Al-Qur'an.
Allah memanggil Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Lampu yang menerangi" (Al-Ahzab,33:46). Baginda disebut dengan nama ini karena membuat terang dan gamblang urusannya, sekaligus menjelaskan kenabiannya, serta menerangi hati orang-orang beriman dan para kekasih Allah dengan apa yang dibawa olehnya.
- Asy Syahid, memiliki makna Yang Maha Mengetahui, dan Yang Bersaksi atas semua penyembah-Nya pada hari kiamat. Allah memberi nama 'saksi' kepada baginda. Dia berfirman, "Sungguh Kami mengutusmu sebagai saksi dan pembawa kabar gembira." (Al-Ahzab,33:45)
"dan bahwa Rasul menjadi saksi atasmu." (Al-Baqoroh,2:143)
- Al Karim (Yang Maha Mulia), bermakna: Yang banyak kebaikan-Nya, melimpah Kemurahan-Nya, Yang Maha Tinggi dan Maha Memaafkan. Allah memberi baginda nama 'Mulia'. Dalam sebuah hadis (kutipan kenabian) baginda bersabda, "Aku anak Adam yang paling mulia." Berbagai arti untuk nama-nama tersebut juga berlaku untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
- Al Adhim (Yang Maha Agung) artinya adalah satu-satunya Yang Maha Luhur, yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia berbicara tentang Nabi, dan berfirman, "Dan engkau benar-benar diatas budi pekerti yang luhur." (Al-Qolam,68:4).
- Asy Syakur (Yang Menerima Syukur), memiliki makna Yang memberi imbalan amal perbuatan meskipun sangat kecil nilainya, serta memuji mereka yang taat kepada-Nya. Dengan inilah, Allah mensifatkan Nabi Nuh dan berfirman, "Dia benar-benar penyembah yang bersyukur." (Al-Isro',17:3).
Sudah menjadi sifat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, untuk selalu bersyukur kepada Allah. Suatu hari baginda bersabda, "Tidak bolehkah aku menjadi penyembah yang bersyukur?" ini berarti baginda mengakui segala kenikmatan yang telah dianugerahkan Allah kepada baginda, juga pengakuan betapa besar kenikmatan tersebut. Dalam rangka bersyukur, baginda memuji Allah dan menyebut-nyebut pemberian-Nya, serta berusaha keras meningkatkan pengabdian, karena Allah berfirman, "Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkanmu." (Ibrohim,14:7).
- Al Alim (Yang Maha Mengetahui), Al-'Allam (Maha Mengetahui), Alim AlGoib Wa-Syahadah (Maha Mengetahui yang gaib maupun yang tampak).
Allah menganugerahkan ilmu pengetahuan yang istimewa kepada Nabi-Nya, tampak dalam firman-Nya, "Dan mengajarimu apa yang tidak kamu ketahui; dan anugerah Allah atasmu sangat besar." (An-Nisa',4:113). Didalam ayat yang lain, berfirman, "dan mengajarimu Kitab dan Hikmah serta mengajarimu apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqoroh,2:151).
- Ash Sodiq (Yang Maha Benar).
Terdapat didalam hadis bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga mempunyai nama Ash-Shoodiq Al-Mashduq bermakna: orang yang benar dan membenarkan.
- Al-Wali (Wali), dan Al-Mawlaa (Tuan), keduanya bermakna Penolong. Allah memberitahu dalam firman-Nya, "Sesungguhnya, walimu adalah Allah, dan Rasul-Nya." (Al-Maidah,5:55).
dan berfirman, "Nabi lebih berhak terhadap orang-orang beriman." (Al-Ahzab,33:6).
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku wali setiap orang yang beriman."
Nabi juga bersabda, "barangsiapa yang aku adalah walinya, maka Ali walinya."
- Al 'Afuww (Yang Maha Pemaaf), terkandung makna pembebasan (memaafkan kesalahan dan dosa). Didalam Al-Qur'an dan Taurat, Allah mensifatkan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya,