Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 144

berbeda, dimana orang-orang Arab tidak mampu meniru karena jauh diluar kemampuan mereka untuk melakukannya. Bahasa Al-Qur'an tidak sama dengan bahasa Arab lainnya. Beberapa pemimpin Islam juga mengutarakan pendapat serupa.
Bermacam-macam pendapat yang mengatakan tentang ketidakmampuan orang-orang untuk meniru Al-Qur'an. Ada yang mengungkap bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, disebabkan oleh kuatnya kejelasan, komposisi, gaya dan strukturnya yang unik serta kedalaman maknanya. Hal-hal tersebut adalah bagian dari keajaiban alami, yang melebihi kemampuan setiap manusia untuk bisa menirunya, sebagaimana menghidupkan kembali orang mati, mengubah tongkat menjadi ular besar, atau menyebabkan kerikil-kerikil bertasbih kepada Allah.
Syekh Abul Hasan berpendapat bahwa manusia mempunyai kemampuan meniru Al-Qur’an jika Allah menjadikan mereka berdaya melakukannya, namun faktanya, Allah mencegah mereka melakukannya sehingga menjadi mustahil untuk menirunya. Pendapat ini dipertahankan oleh beberapa ulama lainnya, yang mendasarkan pendapat mereka pada dua argumen.
Pendapat pertama adalah bahwa sudah ditetapkan kalau tidak ada manusia yang sanggup meniru Al-Qur’an. Argumen ini tidak akan berlaku dan diadakan jika bukan karena ada kemungkinan bagi manusia untuk melakukannya.
Pendapat kedua adalah kenyataan bahwa mereka ditantang untuk mencoba dan meniru Al-Qur’an. Tantangan ini secara efektif telah membuktikan kelemahan mereka sekaligus faktor penting untuk menegur mereka. Tidak akan dibenarkan membuat tantangan jika si penantang tidak memiliki kapasitas melakukannya. Pendapat yang ini lebih tegas daripada yang pertama.
Orang-orang kafir tidak berdaya untuk meniru Al-Qur'an, mereka terpaksa menelan harga diri mereka sendiri. Jika kekuasaan ada di tangan mereka, tentu jauh lebih mudah bagi mereka untuk bangkit menghadapi tantangan dan menghasilkan sebuah ayat atau sebuah surah, sehingga mereka bisa meraih keberhasilan dan kemenangan. Namun hanya Allah Yang Maha berkuasa atas segala sesuatu. Ketika Dia menghendaki tak ada yang mampu menyaingi Al-Qur'an, maka tak akan ada yang bisa membuat yang sepertinya.
Tak peduli betapapun kerasnya orang-orang berusaha, meski bersatu bersama-sama mengerahkan segenap kemampuan dan keterampilan, dalam usaha memadamkan cahaya Al-Qur'an, mereka tetap tidak akan berdaya. Berbagai usaha yang mereka kerahkan, baik oleh individu maupun kelompok, tetap saja membuat mereka kebingungan, dan tak ada yang mampu mengucapkan sepatah kata pun. Panca indera mereka tumpul dan segala jalan menjadi buntu menghadapi tantangan Al Qur'an.

SAHIH SHIFA
KESEMBUHAN