Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 149

Baginda juga memberi mereka informasi mengenai awal mula penciptaan, serta memberitahu apa yang ada didalam Taurat dan Injil asli yang diberikan kepada nabi Isa (yang telah hilang). Baginda juga memberitahu mereka Kitab Zabur nabi Daud, serta Naskah (Suhuf) nabi Ibrahim dan nabi Musa. Mereka yang berhati tulus mengakui dan membenarkan kebenaran berita yang dibawa baginda dan tidak mendustakannya. Mereka yang ditakdirkan meraih kesuksesan besar di Kehidupan Abadi mempercayai, sedangkan mereka yang keras kepala dan dengki kelak yang akan merugi.
(Sisipan Syeikh Darwish: Beberapa uskup dari Najran, menolak menerima kebenaran, contohnya adalah Ibnu Suriya dan Ibnu Akhtab, kepala rabi Madinah. Mereka tahu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan kebenaran, tetapi menolak mengakuinya. Mereka iri dan keras kepala, di kemudian hari mereka mati dalam keadaan tak beriman)
Mereka memperlihatkan permusuhan yang berapi-api terhadap baginda sekaligus mendorong para pengikut mereka agar tidak menerima ajaran baginda. Mereka juga menyimpangkan isi kitab mereka untuk mendukung kemauan mereka, bukannya menyampaikan keseluruhan ajaran yang ada didalam kitab mereka. Tidak ada bukti bahwa ada orang Ahli Kitab yang menyangkal kebenaran isi Al Qur'an, tetapi hanya sedikit dari mereka yang menerima Islam.
Orang Kristen dan Yahudi tidak pernah mengingkari kebenaran jawaban yang disampaikan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, ketika mereka memberondong banyak pertanyaan tentang nabi mereka dan mengajukan aneka pertanyaan yang sulit.
Mereka menanyai baginda rahasia ilmu pengetahuan dan sejarah kehidupan mereka, serta informasi yang tersembunyi didalam hukum mereka dan kandungan kitab mereka. Contohnya adalah pertanyaan tentang ruh, tentang nabi Isa, hukum rajam, dan apa yang Israel (nabi Ya’kub) larang untuk dirinya sendiri, serta binatang-binatang apa yang halal dan haram bagi mereka, kemudian yang diharamkan sebab kekejian mereka.
Allah berfirman, "Itulah persamaan mereka didalam Taurat dan persamaan mereka didalam Injil." (Al-Fath,48:29).
Semua pertanyaan bertubi-tubi yang diarahkan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dijawab baginda dengan apa yang telah diturunkan kepadanya. Namun sebagian mereka malah menciptakan kebohongan tentang risalah yang dibawa baginda dan mengatakan bahwa apa yang dibawa baginda berbeda dari kitab suci mereka. Karena itu, mereka dipanggil untuk membuktikan ucapan mereka. Tentang mereka, Allah berfirman, "Katakanlah, 'Hadirkan Taurat lalu lantunkanlah, jika kamu adalah yang benar'; Barangsiapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dari sesudah itu maka merekalah yang zalim." (Ali-Imron,3:93-94).
Mereka yang berperilaku tak beradab dan memilih untuk mendustakan apa yang dibawa baginda telah dipermalukan oleh kitab suci mereka sendiri. Juga diperlihatkan kebobrokan mereka yang telah merubah kata-kata dari Kitab mereka. Tak ada kabar berita orang Yahudi dan Kristen mampu menghasilkan bukti yang bisa mendukung pernyataan mereka, meski dengan bukti paling lemah sekalipun dari kitab mereka.
Allah menarik perhatian pada kenakalan mereka seraya berfirman, "Wahai Ahli Kitab! Sungguh utusan Kami (Muhammad) telah datang kepadamu memperjelas untukmu banyak dari isi Kitab yang kamu sembunyikan." (Al-Maidah,5:15).
Tantangan Al Qur'an dan ketidakmampuan manusia menjawab tantangan
Tidak ada sengketa maupun keraguan bahwa Al-Qur'an tidak bisa ditiru. Mereka yang berkoar-koar ternyata tidak membuktikan ucapan mereka. Mereka tidak mampu meniru dan memenuhi tantangan Al Qur'an. Ambil contoh firman Allah tentang orang-orang Yahudi, "Katakanlah, 'jika ada bagimu tempat tinggal akhirat disisi Allah secara khusus dari manusia