Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 153

Termasuk kualitas Al Qur'an yang tak tertandingi adalah terjaga keasliannya hingga akhir zaman. Tidak seperti kitab suci lainnya, Allah telah menjamin untuk menjaganya. Allah berfirman, "Sungguh Kami yang telah menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an) dan Kami benar-benar menjaganya." (Al-Hijr,15:9). Mengenai keaslian Al Qur’an, Dia memberitahu,
"Kepalsuan tidak mendatanginya dari depannya maupun dari belakangnya, diturunkan dari Yang Maha Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." (Fussilat,41:42).
Semua mukjizat para nabi tidak ada lagi seiring dengan berjalannya waktu. Cuma kabar berita dan riwayat tentang keajaibannya saja yang tetap ada. Hanya mukjizat Al Qur'an yang tetap eksis, yang bersinar terang ayat-ayatnya, dan tampak jelas keajaibannya. Meski abad-abad berlalu, tetap tak berubah isinya. Dalilnya mengalahkan dan tak ada yang mampu memenuhi tantangannya. Bukti menentukan yang tak diragukan orang-orang beriman.
Setiap zaman menelurkan banyak orang yang mahir dalam segala pengetahuan yang berkaitan dengan Al Qur'an. Pakar ilmu bahasa Arab dan cabang-cabangnya hadir dimana-mana. Adapun orang-orang yang berusaha merubah dan menyimpangkan isi Al Qur'an, terbukti tak berhasil dan sia-sia, dan mereka jatuh dalam kerugian.
Allah telah menggagalkan segala cara dan tipu daya yang mereka kerahkan untuk memalsukan Al Qur'an. Sehingga kemurnian Al Qur'an tetap terjaga, dan tak ada kata-kata dan huruf yang berubah.
Tantangan tambahan didalam Al Qur'an
Ilmuwan Islam menarik perhatian pada aspek lain ketidakmampuan manusia meniru Al Qur'an dalam bahasa Arab. Salah satunya adalah setelah diamati, para Qori’ (pelantun Al-Qur'an) tidak bosan meski melantunkannya berkali-kali dan para pendengarnya tak merasa jemu walaupun berulang-ulang kali mendengarnya.
Pengulangan lantunan AlQur'an hanya meningkatkan kemerduannya, yang pada akhirnya semakin menambah rasa kecintaan. Sedang kata-kata selain Al-Qur'an, walaupun tampak fasih, semakin hari semakin kehilangan daya tariknya dan lama lama menjadi kian membosankan.
Al Qur'an dalam bahasa Arab sangat menyenangkan untuk dilantunkan pada saat-saat sendirian, maupun bersama-sama, serta menjadi teman terbaik diwaktu senang dan susah. Tidak ada kitab / buku yang memiliki sifat-sifat ini. Dari waktu ke waktu, para pelantun telah mengembangkan berbagai irama dan metode pelantunan, yang menambah semarak pelantunan Al Qur'an.
Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, menggambarkan Al-Quran seraya bersabda, "Tidak membosankan meski dilantunkan berulang-ulang. Pelajarannya tak akan habis dipetik dan keajaibannya tidak pernah pudar. Merupakan Kriteria dan bukan senda gurau." Para Ulama tidak pernah kenyang mempelajarinya. Nafsu tidak akan dapat menyalahgunakannya dan lidah tidak akan salah melantunkannya. Bangsa jin tidak bisa tinggal diam begitu mendengarnya dan mereka berkata, "Sungguh Kami telah mendengar Al-Qur'an yang luar biasa; membimbing pada jalan yang benar." (Al-Jinn,72:1-2).
Aspek lain yang tidak dapat ditiru adalah bahwa Al Qur'an mengkombinasikan ilmu pengetahuan dan keimanan, yang sebagian besar orang Arab termasuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebelum diangkat jadi nabi, tidak terbiasa dengan kedua hal tersebut. Pada saat itu, pengetahuan bangsa Arab masih minim, dan hanya sedikit orang yang menumpahkan perhatian pada bidang keilmuan dan keimanan.
Sedangkan AlQur'an telah menghimpun dan memperjelas ilmu Hukum serta menginformasikan cara menghadirkan bukti-bukti secara intelektual. Ekspresi yang ringkas dan sederhana didalam AlQur’an telah sanggup menyanggah argumen-argumen kuat yang dimunculkan sekte-sekte sesat. Dari waktu ke waktu, usaha mereka selalu gagal untuk memunculkan bukti-bukti yang sebanding dengan yang ditetapkan didalam Al Qur'an, jadi mereka