Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 155

Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya,
"Al Qur'an ini telah diturunkan oleh Allah sebagai suatu perintah, langkah pencegahan, jalan untuk diikuti dan sebagai sebuah contoh. Di dalamnya ada kisah sejarah, berita-berita mengenai apa yang datang sebelum masa kalian dan sesudah masa kalian, dan sebagai dasar hukum untuk mengambil keputusan yang benar diantara kalian. Pengulangannya tidak melelahkan dan keajaibannya tidak pernah berakhir.
Sungguh, Al Qur’an adalah kebenaran dan bukan senda gurau. Barangsiapa melantunkannya maka mengucapkan kebenaran. Al Qur’an adalah hakim yang adil keputusannya. Barangsiapa menjadikannya sebagai dalil maka akan menjadi pemenang, dan barangsiapa menjadikannya sebagai patokan dalam membagi sesuatu maka akan adil pembagiannya. Barangsiapa yang hidup dengannya akan mendapat pahala, dan barangsiapa yang berpegangan dengannya akan terbimbing pada jalan yang lurus, tetapi siapa yang mencari bimbingan dari selainnya, Allah tidak akan memberinya bimbingan. Allah akan membinasakan siapapun yang menghakimi berbeda dengan Al Qur’an.
Al Qur’an adalah Peringatan yang Bijaksana, Cahaya yang Jelas, Jalan yang lurus, Tali Allah yang kokoh dan Penyembuhan yang menguntungkan. Ada perlindungan bagi siapapun yang berpegangan pada Al Qur’an, dan keselamatan untuk siapapun yang mengikutinya. Tidak mengandung kebengkokan, dan meluruskan segala perkara. Tidak memiliki penyimpangan dan karenanya tidak bercela."
Allah berfirman, "Sesungguhnya Al Qur'an ini mengisahkan kepada Bani Israil sebagian besar apa yang mereka perselisihkan." (An-Naml,27:76) dan berfirman, "Ini penerangan bagi manusia dan bimbingan serta wejangan bagi orang-orang yang bertakwa." (Ali Imron,3:138 ).
Susunan kata yang padat dan ringkas adalah sisi lain tantangan Al Quran. Kandungan isi Al Quran jauh lebih banyak dibandingkah naskah-naskah yang lebih panjang.
Keunggulan Al Qur'an lainnya didapati dalam komposisi, keindahan dan kefasihannya, yang sekali lagi membuktikan ketidakberdayaan manusia untuk menirunya. Didalam kefasihan Al-Qur’an, tidak hanya terletak perintah Allah, tetapi juga larangan, janji dan ancaman-Nya. Para pelantun Al Qur’an bisa mengambil dalil-dalil darinya.
Sekalipun mungkin untuk menyusun yang seperti Al Qur’an, namun tidak ditemui kata-kata yang seperti Al Qur’an dibuku manapun. Al-Qur'an tidak bisa dikatakan sebagai bentuk prosa sebab ayat-ayatnya terasa mudah bagi jiwa dan pendengaran serta terasa manis untuk dipahami. Seorang pendengar lebih mudah condong kepadanya dan nafsu cepat tergugah saat mendengarnya.
Allah menjadikan Al Qur’an mudah untuk dihafal dan berfirman, "Kami benar-benar telah memudahkan Al Qur'an untuk diingat." (Al-Qomar,54:17). Umat lain yang telah diberi Al Kitab tidak mampu menghafal Kitab mereka (sebelum mereka merubah isinya), sedangkan anak-anak Muslim diberkati dengan kemudahan menghafal Al Qur'an hanya dalam waktu yang singkat.
Termasuk keunikan Al Qur'an, beberapa bagian mempunyai kemiripan dengan bagian lainnya, ini adalah aspek lain yang tidak mampu ditiru manusia. Pada bagian-bagian yang berbeda, ada suatu keunggulan harmoni, sebagaimana keselarasan pada tiap-tiap bagiannya. Lalu keindahan mengalir dari satu cerita ke cerita berikutnya, dan materi yang satu ke materi lainnya dengan makna-makna yang berbeda. Surah yang sama bisa mencakup perintah, larangan, informasi, pertanyaan, janji dan ancaman, penegasan kenabian, penegasan Keesaan Allah, gugahan kerinduan dan ketakutan, serta hal-hal lainnya.
Ada yang mengatakan, bahasa Arab yang semacam Al Qur’an bisa ditemukan dibuku lainnya, namun gaya bahasa dan keindahan bahasa mereka tidak dapat dibandingkan dengan Al Qur'an, selain itu susunan kata mereka tidak konsisten.