-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 156
Ambil contoh permulaan surah ke 38 (surah Sod) yang berisi informasi tentang orang-orang yang tidak beriman, jenis-jenisnya mereka dan kehancuran umat-umat sebelum mereka. Juga berbicara tentang penolakan orang-orang kafir untuk menerima Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, walaupun mereka kagum dengan apa yang dibawa baginda. Surah tersebut memberitahu bagaimana para pemimpin mereka sepakat untuk tidak percaya dan mengungkapkan kecemburuan serta ketidakmampuan dan kelemahan mereka, juga bencana yang akan menimpa mereka, tidak hanya dalam kehidupan ini, tetapi juga diakhirat (Kehidupan Abadi).
Surah Sod juga membicarakan tentang penolakan umat-umat sebelumnya pada nabi mereka masing-masing, yang kemudian dihancurkan oleh Allah, dan peringatan bahwa hal yang sama akan terjadi jika mereka tetap tak beriman. Berbicara pula mengenai kesabaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan hiburan bagi baginda atas segala yang terjadi.
"Shood, demi Al Qur'an yang mempunyai keagungan; Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit; Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri; Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta"; Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan; Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki; Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan; mengapa Al Qur'an itu diturunkan kepadanya diantara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Qur'an-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku; Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?; Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit); Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan; Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, Aad, Firaun yang mempunyai tentara yang banyak; dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul); Mereka itu tidak lain adalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku; Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang; Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum Hari Perhitungan"; Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan)." (Shod,38:1-17).
Ayat-ayat selanjutnya berbicara tentang nabi Daud dan menceritakan kisah para nabi mulia lainnya, kesejahteraan atas mereka. Semua ini diturunkan dalam bentuk komposisi terbaik dengan memakai kata-kata yang singkat, beberapa di antaranya berisi kalimat-kalimat efektif yang hanya terdiri beberapa kata.
Apa yang dihadirkan kepada anda, hanyalah sedikit contoh ketidakmampuan manusia untuk meniru Al Qur'an. Dalam surah Shod itu saja, sudah memperlihatkan bahwa tidak akan ada manusia yang mampu meniru Al Quran.
Dari aneka uraian diatas, tampak sekilas pandang keistimewaan dan keajaiban Al Qur'an yang
Surah Sod juga membicarakan tentang penolakan umat-umat sebelumnya pada nabi mereka masing-masing, yang kemudian dihancurkan oleh Allah, dan peringatan bahwa hal yang sama akan terjadi jika mereka tetap tak beriman. Berbicara pula mengenai kesabaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan hiburan bagi baginda atas segala yang terjadi.
"Shood, demi Al Qur'an yang mempunyai keagungan; Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit; Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri; Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta"; Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan; Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki; Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan; mengapa Al Qur'an itu diturunkan kepadanya diantara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Qur'an-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku; Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?; Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit); Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan; Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, Aad, Firaun yang mempunyai tentara yang banyak; dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul); Mereka itu tidak lain adalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku; Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang; Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum Hari Perhitungan"; Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan)." (Shod,38:1-17).
Ayat-ayat selanjutnya berbicara tentang nabi Daud dan menceritakan kisah para nabi mulia lainnya, kesejahteraan atas mereka. Semua ini diturunkan dalam bentuk komposisi terbaik dengan memakai kata-kata yang singkat, beberapa di antaranya berisi kalimat-kalimat efektif yang hanya terdiri beberapa kata.
Apa yang dihadirkan kepada anda, hanyalah sedikit contoh ketidakmampuan manusia untuk meniru Al Qur'an. Dalam surah Shod itu saja, sudah memperlihatkan bahwa tidak akan ada manusia yang mampu meniru Al Quran.
Dari aneka uraian diatas, tampak sekilas pandang keistimewaan dan keajaiban Al Qur'an yang