-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 161
Anne Khadeijah (Inggris)
Siti Nadriyah (Indonesia)
Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi
Mukjizat air memancar dari jari jemari Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya
Banyak para Sahabat yang meriwayatkan beragam kejadian ketika mereka menyaksikan air memancar dari jari-jemari Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Anas memberitahu bahwa sudah waktunya mengerjakan solat Asar ketika beliau melihat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya. Orang-orang mencari air untuk wudhu, tetapi tidak dapat menemukan apapun. Namun ada sedikit air yang tersedia, jadi dibawa kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Baginda lalu memasukkan tangan baginda kedalam wadah, dan air mulai mengalir dari ujung jari-jemari baginda. Baginda memberitahu para pengikutnya supaya berwudhu dengan air itu, lantas setiap orang pengikut mengambil wudhu dari air yang diberkati. Lebih dari 70 Sahabat yang berwudhu dari air tersebut pada kejadian itu.
‘Alqomah melaporkan kejadian ketika mereka sedang bersama Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan tidak ada air. Rasulullah memberitahu mereka, "Carilah seseorang yang memiliki kelebihan air." Sejumlah air dibawa kepada baginda, dan baginda menuangkannya kedalam sebuah wadah kemudian meletakkan tangan kedalamnya, lantas air mulai mengalir dari sela jari jemari Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Jabir bin Abdullah berkata, "Pada Hari Hudaibiyah (setahun sebelum Pembukaan Mekah) orang-orang kehausan. Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memiliki wadah air dan berwudhu darinya. Orang-orang datang kepada baginda sambil berkata, 'Kami tidak punya air, selain apa yang ada didalam wadah engkau." Setelah itu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memasukkan tangan ke dalam wadah, dan air mulai mengalir dari sela jari-jemari baginda, seolah-olah bagai sebuah mata air yang memancar." Jabir yang melaporkan kejadian ajaib ini ditanya, ada berapa banyak mereka, kemudian Jabir menjawab, "Kami ada seribu lima ratus orang. Andaikan jumlah kami lebih banyak, tetap akan terus mencukupi untuk kami."
Keajaiban yang sama terjadi ketika Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta Jabir membawakan sejumlah air untuk berwudhu. Namun hanya terdapat beberapa tetes air didalam kantung kulit tempat air yang dibawa kepada baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meremas kantung tersebut dan berdoa, lalu meminta sebuah mangkuk dibawa kepadanya. Baginda membentangkan jari jemarinya didalam mangkuk, kemudian Jabir menuang beberapa tetes air diatas jari-jemari baginda. Saat baginda mengucap, "Bismillah (Dengan nama Allah)", air mulai mengalir dari jari-jemari baginda dan menyembur kedalam mangkuk sampai penuh, lantas baginda memerintahkan para pengikutnya agar menggunakan air tersebut. Semua orang telah berwudhu dan baginda bertanya apakah masih ada orang yang membutuhkan air. Setelah kebutuhan mereka terpenuhi, Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, menarik tangan baginda dari mangkuk, dan masih penuh dengan air.
At-Tirmidzi menarik perhatian kita pada fakta bahwa aneka peristiwa ajaib diatas terjadi dihadapan banyak orang dan tak seorang pun dapat mencurigai atau meragukan kejadian itu. Bila tidak demikian, maka para Sahabat pasti menjadi kelompok pertama yang mengungkap kebenarannya, karena mereka tidak pernah berdiam diri jika ada ketidakbenaran. Tak seorangpun menyangsikan dan menyangkal dalam laporan mereka tentang aneka peristiwa ajaib. Mereka menyaksikan dan mengalaminya jadi bisa dikatakan masing-masing Sahabat membenarkan terjadinya mukjizat-mukjizat tersebut.
Mukjizat air penuh berkah mengalir dari Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya
Siti Nadriyah (Indonesia)
Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi
Mukjizat air memancar dari jari jemari Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya
Banyak para Sahabat yang meriwayatkan beragam kejadian ketika mereka menyaksikan air memancar dari jari-jemari Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Anas memberitahu bahwa sudah waktunya mengerjakan solat Asar ketika beliau melihat Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya. Orang-orang mencari air untuk wudhu, tetapi tidak dapat menemukan apapun. Namun ada sedikit air yang tersedia, jadi dibawa kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Baginda lalu memasukkan tangan baginda kedalam wadah, dan air mulai mengalir dari ujung jari-jemari baginda. Baginda memberitahu para pengikutnya supaya berwudhu dengan air itu, lantas setiap orang pengikut mengambil wudhu dari air yang diberkati. Lebih dari 70 Sahabat yang berwudhu dari air tersebut pada kejadian itu.
‘Alqomah melaporkan kejadian ketika mereka sedang bersama Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan tidak ada air. Rasulullah memberitahu mereka, "Carilah seseorang yang memiliki kelebihan air." Sejumlah air dibawa kepada baginda, dan baginda menuangkannya kedalam sebuah wadah kemudian meletakkan tangan kedalamnya, lantas air mulai mengalir dari sela jari jemari Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Jabir bin Abdullah berkata, "Pada Hari Hudaibiyah (setahun sebelum Pembukaan Mekah) orang-orang kehausan. Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memiliki wadah air dan berwudhu darinya. Orang-orang datang kepada baginda sambil berkata, 'Kami tidak punya air, selain apa yang ada didalam wadah engkau." Setelah itu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memasukkan tangan ke dalam wadah, dan air mulai mengalir dari sela jari-jemari baginda, seolah-olah bagai sebuah mata air yang memancar." Jabir yang melaporkan kejadian ajaib ini ditanya, ada berapa banyak mereka, kemudian Jabir menjawab, "Kami ada seribu lima ratus orang. Andaikan jumlah kami lebih banyak, tetap akan terus mencukupi untuk kami."
Keajaiban yang sama terjadi ketika Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta Jabir membawakan sejumlah air untuk berwudhu. Namun hanya terdapat beberapa tetes air didalam kantung kulit tempat air yang dibawa kepada baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meremas kantung tersebut dan berdoa, lalu meminta sebuah mangkuk dibawa kepadanya. Baginda membentangkan jari jemarinya didalam mangkuk, kemudian Jabir menuang beberapa tetes air diatas jari-jemari baginda. Saat baginda mengucap, "Bismillah (Dengan nama Allah)", air mulai mengalir dari jari-jemari baginda dan menyembur kedalam mangkuk sampai penuh, lantas baginda memerintahkan para pengikutnya agar menggunakan air tersebut. Semua orang telah berwudhu dan baginda bertanya apakah masih ada orang yang membutuhkan air. Setelah kebutuhan mereka terpenuhi, Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, menarik tangan baginda dari mangkuk, dan masih penuh dengan air.
At-Tirmidzi menarik perhatian kita pada fakta bahwa aneka peristiwa ajaib diatas terjadi dihadapan banyak orang dan tak seorang pun dapat mencurigai atau meragukan kejadian itu. Bila tidak demikian, maka para Sahabat pasti menjadi kelompok pertama yang mengungkap kebenarannya, karena mereka tidak pernah berdiam diri jika ada ketidakbenaran. Tak seorangpun menyangsikan dan menyangkal dalam laporan mereka tentang aneka peristiwa ajaib. Mereka menyaksikan dan mengalaminya jadi bisa dikatakan masing-masing Sahabat membenarkan terjadinya mukjizat-mukjizat tersebut.
Mukjizat air penuh berkah mengalir dari Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya