-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 162
Ada keajaiban yang mirip dengan sebelumnya dimana air mengalir dan bertambah banyak berkat sentuhan dan doa baginda.
Mu'adz bin Jabal menceritakan kejadian di Tabuk. Mu'adz memberitahu bahwa mereka tiba di sebuah mata air yang hampir tidak menetes airnya. Mereka menampung tetesan air yang ada dengan tangan mereka dan memasukkannya kedalam wadah. Lalu Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, membasuh wajah baginda sambil membiarkan air bekas basuhan baginda menetes kembali kedalam wadah, seketika air didalam wadah jadi meluap. Rasa haus semua orang akhirnya terpuaskan. Setelah itu, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengungkap kepada Mu'adz, andaikan tinggal lebih lama ditempat tersebut, Mu'adz akan melihat air itu mengairi kebun-kebun.
Di Hudaibiyah, Al-Bara' mengatakan ada sekitar 14.000 orang, dan air sumur yang mereka temukan tidak mencukupi airnya meski untuk memberi minum lima puluh domba sekalipun. Para Sahabat berkerumun disekitar sumur hingga tak setitik pun air yang tersisa. Kemudian Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, datang dan duduk di samping sumur. Sebuah ember dibawa kepada baginda dimana baginda menghembuskan beberapa air ludah dan berdoa. Salamah melaporkan bahwa baginda berdoa dan sedikit meludah didalam sumur setelah itu air memancar keluar, terdapat air yang mencukupi untuk mereka semua serta cukup untuk mengisi wadah tempat minum mereka.
Ibnu Syihab meriwayatkan, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menarik anak panah dari tempat anak panahnya, dan meletakkannya di dasar lubang yang kering air, lalu air mulai menyembur mengalir tumpah ruah, begitu banyak sampai-sampai juga cukup untuk kebutuhan hewan-hewan.
Abu Qotadah berkata, "Orang-orang menyertai Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam suatu perjalanan, dan datang mengeluhkan kehausan mereka kepada baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta wadah yang habis baginda pakai berwudhu agar dibawa kepada baginda dan ditaruh dibawah lengan baginda, lantas baginda menutup penutupnya tapi saya tidak yakin apakah baginda meniup kedalamnya atau tidak, hanya Allah Yang Paling Mengetahui. Setelah itu orang-orang minum hingga hilang rasa dahaga mereka. Setiap orang mengisi kantung kulit tempat airnya masing-masing, dimana ada tujuh puluh dua orang lelaki.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu Abu Qotadah, "Simpan wadah wudhu mu karena berita ini akan menyebar."
Contoh lebih lanjut ditemukan dalam jenis mukjizat berikut ini. Suatu hari para Sahabat merasa sangat kehausan, papar Imron bin Husein. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu dua Sahabatnya bahwa mereka akan menemukan seorang wanita di lokasi tertentu dengan seekor unta sedang membawa dua kantung kulit tempat air. Wanita tersebut memang berada di lokasi seperti yang telah disebutkan baginda, maka mereka membawanya kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, baginda lalu mengisi sebuah wadah dengan air dari kantung kulit kemudian berdoa lantas baginda menuang kembali air kedalam kantung kulit. Kantung kulit dibuka tutupnya dan baginda berkata kepada para Sahabatnya agar mengisi wadah tempat air mereka dengan air tersebut. Mereka lalu melakukannya. Selanjutnya Imron berkomentar, "Terlihat olehku kalau sesudah itu kantung kulit bahkan berisi lebih banyak air." Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat bersyukur dan menyuruh para Sahabatnya supaya memberi wanita tersebut beberapa perbekalan. Maka wanita itu mengisi jubahnya sampai penuh dengan perbekalan. Baginda kemudian berkata, "Anda boleh pergi, kami tidak mengambil sedikitpun
Mu'adz bin Jabal menceritakan kejadian di Tabuk. Mu'adz memberitahu bahwa mereka tiba di sebuah mata air yang hampir tidak menetes airnya. Mereka menampung tetesan air yang ada dengan tangan mereka dan memasukkannya kedalam wadah. Lalu Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, membasuh wajah baginda sambil membiarkan air bekas basuhan baginda menetes kembali kedalam wadah, seketika air didalam wadah jadi meluap. Rasa haus semua orang akhirnya terpuaskan. Setelah itu, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengungkap kepada Mu'adz, andaikan tinggal lebih lama ditempat tersebut, Mu'adz akan melihat air itu mengairi kebun-kebun.
Di Hudaibiyah, Al-Bara' mengatakan ada sekitar 14.000 orang, dan air sumur yang mereka temukan tidak mencukupi airnya meski untuk memberi minum lima puluh domba sekalipun. Para Sahabat berkerumun disekitar sumur hingga tak setitik pun air yang tersisa. Kemudian Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, datang dan duduk di samping sumur. Sebuah ember dibawa kepada baginda dimana baginda menghembuskan beberapa air ludah dan berdoa. Salamah melaporkan bahwa baginda berdoa dan sedikit meludah didalam sumur setelah itu air memancar keluar, terdapat air yang mencukupi untuk mereka semua serta cukup untuk mengisi wadah tempat minum mereka.
Ibnu Syihab meriwayatkan, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menarik anak panah dari tempat anak panahnya, dan meletakkannya di dasar lubang yang kering air, lalu air mulai menyembur mengalir tumpah ruah, begitu banyak sampai-sampai juga cukup untuk kebutuhan hewan-hewan.
Abu Qotadah berkata, "Orang-orang menyertai Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam suatu perjalanan, dan datang mengeluhkan kehausan mereka kepada baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta wadah yang habis baginda pakai berwudhu agar dibawa kepada baginda dan ditaruh dibawah lengan baginda, lantas baginda menutup penutupnya tapi saya tidak yakin apakah baginda meniup kedalamnya atau tidak, hanya Allah Yang Paling Mengetahui. Setelah itu orang-orang minum hingga hilang rasa dahaga mereka. Setiap orang mengisi kantung kulit tempat airnya masing-masing, dimana ada tujuh puluh dua orang lelaki.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu Abu Qotadah, "Simpan wadah wudhu mu karena berita ini akan menyebar."
Contoh lebih lanjut ditemukan dalam jenis mukjizat berikut ini. Suatu hari para Sahabat merasa sangat kehausan, papar Imron bin Husein. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu dua Sahabatnya bahwa mereka akan menemukan seorang wanita di lokasi tertentu dengan seekor unta sedang membawa dua kantung kulit tempat air. Wanita tersebut memang berada di lokasi seperti yang telah disebutkan baginda, maka mereka membawanya kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, baginda lalu mengisi sebuah wadah dengan air dari kantung kulit kemudian berdoa lantas baginda menuang kembali air kedalam kantung kulit. Kantung kulit dibuka tutupnya dan baginda berkata kepada para Sahabatnya agar mengisi wadah tempat air mereka dengan air tersebut. Mereka lalu melakukannya. Selanjutnya Imron berkomentar, "Terlihat olehku kalau sesudah itu kantung kulit bahkan berisi lebih banyak air." Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat bersyukur dan menyuruh para Sahabatnya supaya memberi wanita tersebut beberapa perbekalan. Maka wanita itu mengisi jubahnya sampai penuh dengan perbekalan. Baginda kemudian berkata, "Anda boleh pergi, kami tidak mengambil sedikitpun