Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 165

Jabir membayar seluruh hutang ayahnya . Setelah semuanya terbayar, kurma yang tersisa sebanyak yang biasa dipanen tiap tahun. Juga dilaporkan kalau jumlah yang tersisa sama seperti yang digunakan membayar hutang. Para pemberi pinjaman tercengang!
Abu Hurairah menceritakan saat-saat ketika dirinya sedang bersama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan merasa sangat lapar, kemudian baginda meminta Abu Hurairah mendampingi baginda. Secangkir susu diberikan kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka baginda meminta orang-orang (ahli) Suffa supaya datang. Abu Hurairah yang lemah karena kelaparan bertanya, "Apakah susunya untuk mereka? saya lebih membutuhkan susu itu untuk memulihkan kekuatan saya." Abu Hurairah melakukan apa yang diminta baginda, dan memanggil orang-orang untuk datang dan minum. Masing-masing ahli Suffa minum susu tersebut sampai mereka puas, lalu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengambil cangkir tersebut dan berkata, "Tinggal engkau dan aku, duduk dan minumlah." Abu Hurairah mulai minum sementara baginda terus berkata kepadanya agar minum lebih banyak, hingga Abu Hurairah berseru, 'Tidak, demi Yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada ruang untuk yang berikutnya." Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengambil cangkir tersebut, memuji Allah serta berkata, "Bismillah (Dengan Nama Allah)", dan meminum sisanya.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, semua riwayat diatas adalah sahih dan telah dikonfirmasi oleh para Sahabat Nabi, semoga Allah meridhai mereka, dimana mereka tidak pernah tinggal diam menghadapi ketidak benaran. Mukjizat semacam itu juga diriwayatkan oleh banyak para pengikut baginda sekaligus tercatat dalam referensi hadis sahih yang sudah diketahui khalayak umum.

Pepohonan yang berbicara dan menanggapi Nabi
pujian dan kesejahteraan atasnya

Ibnu Umar bercerita bahwa beliau dan Sahabat lainnya sedang menemani Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam suatu perjalanan ketika seorang Badui mendekat kepada baginda, jadi baginda bertanya kemanakah ia hendak pergi. Badui menjawab ia akan pergi ke keluarganya. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, kembali bertanya, "Apakah engkau menginginkan sesuatu yang baik?" Badui menimpali, "Apakah itu?", kemudian baginda menjawab, "Yaitu engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendirian tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah penyembah dan rasul-Nya." Si Badui menukas, "Siapa yang akan bersaksi untuk apa yang engkau katakan?" Baginda menjawab, "Pohon Mimosa itu!". Pohon tersebut lantas bergerak maju dari tepi sungai yang kering air sambil menggembur-gemburkan tanah hingga pohon itu berdiri dihadapan baginda. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta pohon itu supaya memberi kesaksian tiga kali, dan ia melakukannya, setelahnya pohon itu kembali ke tempatnya semula.
Sebuah riwayat panjang dari Jabir bin Abdullah yang berkata, suatu ketika Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, pergi untuk buang hajat, namun tak ada yang bisa dijadikan tabir penutup. Di tepi lembah ada dua buah pohon. Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, menuju salah satu dari dua pohon itu, kemudian memegang sebuah dahannya dan berkata, "Biarkan aku menuntunmu dengan izin Allah", lantas baginda menariknya secara lembut seperti halnya menarik unta. Baginda melakukan hal yang sama dengan pohon lainnya sampai pohon-pohon tersebut berdiri berdampingan, lalu baginda berkata kepada mereka, "Dengan izin Allah, merapatlah kalian untukku." lalu mereka saling merapat bersama.
Dalam versi lain, Jabir berkata pada pohon tersebut, "Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memintamu saling bergabung bersama sehingga