Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 164

Abdur Rahman bin Abu Bakar mengatakan, waktu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sedang bersama-sama dengan seratus tiga puluh lelaki, hanya ada sedikit tepung yang dibuat adonan, serta seekor domba yang dipersiapkan dan jeroannya dipanggang. Setiap orang mengambil sepotong jeroan, lalu dua piring makanan dihidangkan dan mereka semuanya makan bersama-sama. Ketika kebutuhan mereka terpuaskan, tetap tersisa dua piring, maka Abdur Rahman mengambilnya dan dibawa pulang diatas untanya.
Abu Hurairah bersama beberapa Sahabat lainnya, membicarakan masa ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan para pengikut baginda pergi dalam suatu ekspedisi, dan menjadi sangat lapar. Hanya sedikit perbekalan mereka yang tersisa, lalu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meminta perbekalan mereka dibawa kepada baginda, dimana masing-masing orang membawa segenggam makanan atau lebih sedikit. Yang terbanyak dibawa seseorang yaitu dua genggam kurma. Semua perbekalan ditaruh diatas tikar, dan Salamah memperkirakan, jumlahnya sebanding dengan berat seekor kambing. Lalu Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para pengikutnya agar membawa wadah-wadah mereka, dan setiap wadah diisi sesuai dengan kapasitasnya, bahkan meski semua orang telah mengambil bagiannya, jumlahnya tetap sama seperti semula. Abu Hurairah bilang andaikan semua orang di dunia datang kepada baginda, itupun akan mencukupi mereka. Bukhari.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata kepada Abu Hurairah supaya mengundang atas nama baginda, semua Sahabat tunawisma dianak lantai (Suffa) didalam masjid. Saat semua telah berkumpul, sepiring makanan disajikan didepan mereka. Masing-masing makan apa yang mereka inginkan, habis itu kemudian mereka pergi. Setelah semuanya makan, makanan yang tersisa dipiring tetap seperti ketika disajikan. Bedanya adalah ada bekas jari-jemari di atas piring.
Suatu ketika, sebanyak empat puluh orang dari suku Abdul Mutholib berkumpul bersama. Ali bin Abu Thalib memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, meletakkan seukuran kecil makanan dihadapan mereka, lantas mereka semua makan sampai kenyang. Makanan yang tersisa masih tetap seperti semula. Kemudian baginda minta sebuah cangkir, dan mereka semua minum dari cangkir tersebut sampai rasa dahaga mereka terpuaskan. Yang tersisa didalam cangkir tetap sama isinya seolah tidak seorang pun minum darinya.
Sebuah bilik dibangun untuk Siti Zainab. Anas memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memintanya agar mengundang orang-orang tertentu kedalam bilik. Bilik jadi penuh, lalu sebuah wadah dengan beberapa kurma yang sudah dipersiapkan dibawa kepada baginda, dan baginda memasukkan tiga jari kedalam wadah. Para undangan mulai makan. Setelah itu mereka bubar. Didalam wadah tetap tersisa jumlah yang sama seperti semula, padahal ada tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua orang yang menerima undangan.
Riwayat lain mengenai mukjizat diatas mengungkap bahwa ada sekitar tiga ratus orang. Anas yang disuruh membereskan mangkuk berkomentar, "Saya tidak tahu apakah isinya menjadi lebih banyak ketika saya menaruhnya atau ketika saya mengambilnya."
Abdullah, ayah Jabir meninggalkan hutang ketika wafat. Jabir menawarkan modalnya kepada orang-orang yang menghutangi ayahnya dimana mereka adalah orang-orang Yahudi, namun mereka menolak tawarannya padahal kurma hasil panennya belum cukup untuk melunasi hutang dua tahun. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata kepada Jabir supaya membagi para pemberi pinjaman menjadi beberapa kelompok, dimulai dari hutang utama, dan agar memberitahu ketika telah melakukannya. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berjalan diantara para pemberi pinjaman sementara