-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 169
Suatu hari, saat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, ditemani Abu Bakar, Umar dan Usman, sedang mendaki gunung Uhud, gunung itu mulai bergemuruh. Anas memberitahu bahwa baginda berkata pada gunung Uhud, "Tenanglah wahai Uhud, sebab seorang nabi, seorang pria berhati tulus dan dua orang syuhada sedang ada diatasmu."
Abu Hurairah menceritakan kejadian serupa yang terjadi di Gunung Hiro', tetapi kali ini orang-orang yang bersama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah Ali, Tholhah dan Zubair. Baginda bicara pada gunung Hiro’ seraya berkata, "Seorang nabi, pria berhati tulus, dan seorang syuhada’ yang berada diatasmu."
Usman menyatakan kalau ada sepuluh Sahabat, dan beliau satu diantara mereka, serta menambahkan Abdur Rahman dan Sa'ad pada nama-namanya. Said bin Zaid meriwayatkan sesuatu yang sama, beliau juga menyebutkan ada sepuluh orang termasuk dirinya sendiri.
Ibnu Umar mengisahkan saat-saat ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berdiri di mimbar dan melantunkan, "Mereka tidak menilai Allah dengan nilai sejati-Nya." (Al-An'am,6:91). Lalu baginda berkata, "Yang Maha Pemaksa mengagungkan diri-Nya sendiri seraya berfirman, 'Aku Maha Pemaksa, Aku Maha Pemaksa, Yang Maha Hebat, Maha Mengagungkan Diri Sendiri." Pada waktu mendengar ini, mimbar berguncang begitu hebat hingga mereka berseru, "Baginda akan jatuh dari mimbar!"
Abdullah berkata, "Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memasuki Mekah pada Hari Pembukaan Mekah, dan disekeliling Kabah ada 360 berhala. Lalu baginda merobohkan tiap-tiap berhala seraya berkata, 'Kebenaran telah datang dan kepalsuan tidak akan mulai serta tidak kembali lagi.'"
Ibnu Abbas mengatakan, ada tiga ratus enam puluh berhala berderet di sekitar Kabah, dan kaki berhala-berhala itu diganjal dengan logam berat supaya bisa berdiri tegak. Ketika Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memasuki Masjid di Tahun Kemenangan, baginda menunjuk dengan tongkat yang dipegangnya ke arah berhala-berhala, tetapi tidak menyentuh mereka. Lalu baginda melantunkan ayat, "Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap." (Al-Isro',17:81). Setiap kali baginda menunjuk ke muka sebuah berhala, berhala itu jatuh telentang, dan saat baginda menunjuk ke punggung berhala, berhala tersebut jatuh tengkurap. Demikian terus berlanjut hingga tak tersisa satu pun berhala yang masih berdiri." Bukhari.
Ibnu Mas'ud mengatakan hal yang sama dengan menambahkan, "Ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mulai menghancurkan mereka, baginda melantunkan ayat, "Kebenaran telah datang dan kebatilan tidak dimulai serta tidak kembali lagi." (Saba',34:49).
Ketika masih kanak-kanak, baginda bepergian dengan paman baginda dan orang-orang Quraisy lainnya untuk berdagang. Seorang rahib pertapa yang tidak pernah meninggalkan rumahnya bagi siapapun, keluar untuk menemui baginda. Saat melihat baginda, rahib memegang tangan baginda dan menyatakan, "Inilah junjungan seluruh dunia. Allah akan mengutusnya sebagai rahmat bagi semesta alam." Para pedagang Quraisy bertanya bagaimana ia mengetahui hal itu. Rahib menjawab bahwa ia tidak melihat satu pun batu atau pohon yang tidak membungkuk kepada baginda. Lalu rahib memberitahu bahwa bebatuan dan pepohonan itu hanya membungkuk pada seorang nabi. Rahib juga mengatakan kepada para pedagang Quraisy bahwa ia melihat awan mengayupi baginda, dan lagi, ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tiba, rahib menemukan beberapa orang berteduh di bawah naungan pohon, tetapi saat baginda duduk naungan itu pindah kepada baginda.
Mukjizat yang berkaitan dengan hewan
Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, menceritakan hewan peliharaan yang biasa mereka punyai
Abu Hurairah menceritakan kejadian serupa yang terjadi di Gunung Hiro', tetapi kali ini orang-orang yang bersama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah Ali, Tholhah dan Zubair. Baginda bicara pada gunung Hiro’ seraya berkata, "Seorang nabi, pria berhati tulus, dan seorang syuhada’ yang berada diatasmu."
Usman menyatakan kalau ada sepuluh Sahabat, dan beliau satu diantara mereka, serta menambahkan Abdur Rahman dan Sa'ad pada nama-namanya. Said bin Zaid meriwayatkan sesuatu yang sama, beliau juga menyebutkan ada sepuluh orang termasuk dirinya sendiri.
Ibnu Umar mengisahkan saat-saat ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berdiri di mimbar dan melantunkan, "Mereka tidak menilai Allah dengan nilai sejati-Nya." (Al-An'am,6:91). Lalu baginda berkata, "Yang Maha Pemaksa mengagungkan diri-Nya sendiri seraya berfirman, 'Aku Maha Pemaksa, Aku Maha Pemaksa, Yang Maha Hebat, Maha Mengagungkan Diri Sendiri." Pada waktu mendengar ini, mimbar berguncang begitu hebat hingga mereka berseru, "Baginda akan jatuh dari mimbar!"
Abdullah berkata, "Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memasuki Mekah pada Hari Pembukaan Mekah, dan disekeliling Kabah ada 360 berhala. Lalu baginda merobohkan tiap-tiap berhala seraya berkata, 'Kebenaran telah datang dan kepalsuan tidak akan mulai serta tidak kembali lagi.'"
Ibnu Abbas mengatakan, ada tiga ratus enam puluh berhala berderet di sekitar Kabah, dan kaki berhala-berhala itu diganjal dengan logam berat supaya bisa berdiri tegak. Ketika Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, memasuki Masjid di Tahun Kemenangan, baginda menunjuk dengan tongkat yang dipegangnya ke arah berhala-berhala, tetapi tidak menyentuh mereka. Lalu baginda melantunkan ayat, "Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap." (Al-Isro',17:81). Setiap kali baginda menunjuk ke muka sebuah berhala, berhala itu jatuh telentang, dan saat baginda menunjuk ke punggung berhala, berhala tersebut jatuh tengkurap. Demikian terus berlanjut hingga tak tersisa satu pun berhala yang masih berdiri." Bukhari.
Ibnu Mas'ud mengatakan hal yang sama dengan menambahkan, "Ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mulai menghancurkan mereka, baginda melantunkan ayat, "Kebenaran telah datang dan kebatilan tidak dimulai serta tidak kembali lagi." (Saba',34:49).
Ketika masih kanak-kanak, baginda bepergian dengan paman baginda dan orang-orang Quraisy lainnya untuk berdagang. Seorang rahib pertapa yang tidak pernah meninggalkan rumahnya bagi siapapun, keluar untuk menemui baginda. Saat melihat baginda, rahib memegang tangan baginda dan menyatakan, "Inilah junjungan seluruh dunia. Allah akan mengutusnya sebagai rahmat bagi semesta alam." Para pedagang Quraisy bertanya bagaimana ia mengetahui hal itu. Rahib menjawab bahwa ia tidak melihat satu pun batu atau pohon yang tidak membungkuk kepada baginda. Lalu rahib memberitahu bahwa bebatuan dan pepohonan itu hanya membungkuk pada seorang nabi. Rahib juga mengatakan kepada para pedagang Quraisy bahwa ia melihat awan mengayupi baginda, dan lagi, ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tiba, rahib menemukan beberapa orang berteduh di bawah naungan pohon, tetapi saat baginda duduk naungan itu pindah kepada baginda.
Mukjizat yang berkaitan dengan hewan
Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, menceritakan hewan peliharaan yang biasa mereka punyai