Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 170

seraya berkata, "Ketika Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, sedang bersama kami, hewan tersebut tinggal ditempatnya tanpa pindah-pindah. Hanya ketika baginda pergi keluar, hewan tersebut berpindah-pindah."
Abu Sa'id Al Khudri memberitahu kita kisah seekor serigala yang berbicara. Berikut ini adalah kutipannya. Seorang pengembala tengah mengembalakan domba-dombanya ketika seekor serigala menyambar salah satu hewan gembalaannya, namun si pengembala berhasil mendapatkannya kembali. Bukannya melarikan diri, serigala malah duduk tegak dan berkata, "Tidakkah kamu takut kepada Allah? kamu telah menjadi penghalang antara aku dan rizkiku!"
Pengembala berseru, "Betapa luar biasa, serigala berbicara seperti manusia!" serigala menjawab, "Dapatkah kukabari kamu sesuatu yang bahkan lebih luar biasa? Utusan Allah, pujian dan kesejahteraan atasnya, sekarang berada diantara dua lintasan itu memberitahu orang-orangnya berita kejadian masa lampau!" si penggembala pergi kepada baginda dan menceritakan apa yang terjadi, lantas Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertutur pada si pengembala, "Pergi dan beritahulah orang-orang." Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata, "Serigala itu bicara benar."
Safinah adalah seorang pembantu Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya. Suatu hari Safina berangkat berlayar dengan sebuah perahu. Ia berlayar ke arah yang salah dan mendarat di sebuah pulau dimana ada singa disitu. Saat singa mendekat, Safina memberitahunya, "Aku adalah pembantu Rasulullah." lalu singa itu menyenggol-nyenggol Safinah dengan bahunya dan memandu Safinah kearah yang benar.
Ketika dalam perjalanan hijrah, baginda tinggal di sebuah gua di Gunung Tsur. Orang-orang kafir lewat didekat gua dan menemukan jaring laba-laba menutupi pintu masuk gua. Mereka berkata satu sama lain, "Jika baginda memasukinya, laba-laba tidak akan membuat jaring di pintu masuk."
Orang mati hidup kembali dan bayi yang bersaksi atas kenabian baginda
Setelah kemenangan di Khaibar, seorang wanita Yahudi menyiapkan daging domba panggang. Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan beberapa Sahabat baginda mulai memakan daging panggang tersebut. Kemudian, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menyuruh mereka tidak memakan daging itu karena daging panggang itu memberitahu baginda kalau ada racun didalamnya. Namun Bisyr bin Al-Baro sudah menelan beberapa suapan dan meninggal dunia. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertanya pada wanita Yahudi itu mengapa melakukan hal itu lantas wanita itu menjawab, "Jika engkau adalah seorang nabi, apa yang aku lakukan tidak akan membahayakanmu, jika engkau seorang raja maka aku membebaskan orang-orang darimu."
Dalam versi lain yang dilaporkan Anas, wanita Yahudi itu berkata kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Aku ingin membunuhmu." lalu baginda menjawab, "Allah tidak akan memberimu kekuatan untuk melakukannya." Para Sahabat berkata, "Kami akan membunuhnya," tetapi baginda mengatakan kepada mereka "Jangan!."
Ketika mengalami sakit untuk yang terakhir kali, baginda berkata, "Makanan Khaibar kembali kepadaku dan kadang-kadang membuatku tercekik." Anas mengatakan bahwa beliau mengenali efek keracunan di bibir bawah Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Ibnu Ishak melaporkan pendapat kaum muslimin lainnya yang mengisyaratkan bahwa kemuliaan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, semakin diangkat oleh Allah disebabkan keracunan, saat meninggal dunia baginda wafat sebagai syuhada’ (pahlawan Islam).