Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 190

Kabar berita, gambaran dan tanda-tanda kerasulan baginda telah diketahui oleh para rabi, rahib dan cendekiawan pada masa itu
Ketika datang berita kenabian Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul, sepatutnya diketahui bahwa berita tersebut telah tercantum didalam kitab-kitab suci terdahulu, dimana para rahib, rabi dan para Ahli Kitab berpengetahuan yang telah meriwayatkannya. Gambaran, umat, nama-nama dan tanda-tanda baginda, bahkan cap yang terletak dibahu diantara tulang belikatnya, telah dikenal oleh mereka. Sebutan baginda juga ditemukan didalam syair-syair kaum Unitarian, sedang Zaid bin Amr yang kakeknya adalah Nufail, juga telah mengetahui dan menggambarkan ciri-ciri Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Gambaran dan berita kedatangan nabi juga telah diketahui Waroqoh bin Naufal, ‘Atskalaan Al Himyari dan para cendekiawan Yahudi.
Nama Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah disebut didalam Kitab Taurat dan Injil yang asli. Para cendekiawan telah mencatat segala berita tentang baginda dan membuatnya jelas serta telah diriwayatkan oleh orang-orang terpercaya yang masuk Islam. Diantara yang meriwayatkannya adalah Abdullah bin Sallaam, mantan kepala rabi Madinah, putra-putra Su'nah, Ibnu Yamiin, Mukhoyriiq, Ka'ab, dan tokoh Yahudi lainnya. Adapun dari kalangan orang-orang Kristen, ada Bachiiroo’ dari Syria, Nasthuuro dari Abyssinia (Ethiopia), gubernur Basra, Doghothiir, Uskup Syria, Al Jarud, Salman dari Persia, Negus (Najaasyi) dan orang-orang Kristen Abyssinia, beberapa uskup Najran serta tokoh Kristen lainnya.
Berita diutusnya Nabi juga telah diakui oleh Kaisar Heraclius, Paus Roma, yang mana keduanya adalah termasuk para cendekiawan dan petinggi Kristen, Muqowqis penguasa Mesir dan kawannya yaitu seorang tokoh Kristen Mesir, sedangkan dari tokoh terkemuka Yahudi: Ibnu Suriya, Ibn Akhthob dan saudaranya, Ka'ab bin Asad, Zubair bin Baathiyaa dan pemimpin Yahudi lainnya.
Banyak catatan asli yang berbicara tentang bagaimana orang-orang Yahudi dan Kristen tidak bisa berbuat apa-apa, melainkan mengakui bahwa nama dan sifat-sifat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, memang telah tertulis didalam Kitab Suci mereka.
Setiap kali orang Ahli Kitab datang menantang Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka baginda mengutip isi kitab suci mereka sendiri sebagai argumen untuk menghadapi mereka. Baginda mencela mereka karena telah merubah kata-kata didalam kitab suci mereka dan menyembunyikan isinya serta memutarbalikkan kata-kata yang semestinya membuat urusan baginda jadi jelas.
Baginda mengajak para pemuka agama Yahudi dan Kristen berdoa agar laknat Allah jatuh pada orang-orang yang berbohong tetapi mereka menolak. Ketika mereka menyadari kebohongan mereka akan terbongkar, mereka menghindari konfrontasi dengan baginda, oleh karena itu mereka menghindari pemaparan kitab yang mereka palsukan.
Baginda membuat mereka tak bisa berkutik, karena apa yang baginda katakan ternyata sesuai dengan isi kitab mereka. Andai yang baginda katakan tidak benar, tentu lebih mudah bagi mereka untuk mempersembahkan kitab mereka sebagai bukti, daripada harta mereka menjadi sasaran penyitaan, dalam beberapa kasus bahkan status dan hidup mereka yang tersita. Baginda menantang orang-orang Yahudi dengan sebuah ayat Al-Quran yang berbunyi, "Datangkanlah Taurat kemudian lantunkanlah, jika kamu adalah yang benar; Barangsiapa dari sesudah itu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah maka mereka itulah yang zalim." (Ali-Imron,3:93-94), namun mereka memilih tidak merespon.

Kelahiran Nabi Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya

Tanda-tanda hebat telah muncul ketika Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, lahir. Diantaranya adalah sebuah pancaran cahaya menyertai