Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 191

baginda saat baginda sedang dilahirkan. Ibu baginda, Siti Aminah telah melihat cahaya baginda selama mengandung dan melahirkan baginda.

(Pada hari Senin, 12 Rabiul Awal - 571 tahun setelah nabi Isa naik ke langit untuk menunggu kembalinya beliau ke dunia sebelum akhir zaman - bunda Siti Aminah melahirkan anaknya yang diberkati di rumah Abu Thalib. Saat bunda Aminah melahirkan, cahaya diberkati datang dari diri beliau sehingga beliau dapat melihat istana-istana Syria yang jauh.
Bayi elok lahir secara bersih tanpa ada kotoran, tidak seperti bayi-bayi lainnya, dan aroma harum membelai tubuh kecilnya yang sempurna. Bunda Aminah teringat instruksi yang dialaminya dalam sebuah visi (melihat sesuatu yang nyata), maka dengan itulah bunda berdoa kepada Allah untuk putra kecilnya.
Berita bahwa bunda Aminah melahirkan anak laki-laki langsung disampaikan kepada Abdul Muthalib. Begitu mendengar kabar baik tersebut, Abdul Muthalib bergegas melihat cucu barunya. Ketika sampai di rumah Abu Thalib, hati Abdul Muthalib dipenuhi sukacita, kelembutan, dan kasih sayang. Abdul Muthalib menimang bayi manis yang diselimuti kain putih itu di lengannya, kemudian membawanya ke Kabah, beliau sangat bersyukur kepada Allah untuk keselamatan kelahiran cucunya.
Sebelum mengembalikan cucu barunya pada bunda Aminah, terlebih dahulu Abdul Muthalib pulang ke rumahnya untuk memperlihatkan bayi tersebut pada keluarganya. Abbas, anak laki-laki Abdul Muthalib yang masih berusia tiga tahun, tengah berdiri di pintu menunggu kedatangan ayahnya. Dengan lemah lembut, Abdul Muthalib memberitahu anaknya, "Abbas, ini saudaramu, berilah dia ciuman," lalu Abbas mencium saudara barunya itu. Abbas adalah saudara ayah baginda maka Abbas adalah paman baginda.
Bayi mungil itu telah dikagumi semua orang. Abdul Muthalib kembali Bunda Siti Aminah. Sesuai dengan visi Bunda Siti Aminah dan visi Abdul Muthalib yang telah dilihat, bayi elok itu dinamakan Muhammad. Ketika orang bertanya mengapa mereka menamainya Muhammad, mereka menjawab, "Agar dipuji di langit dan di bumi."