Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 194

Halimah, putri Abu Dzuaib dari suku bani Sa’ad, dan suaminya, Al Harits bin Abdul Uzza - dikenal dengan sebutan Abi Kabsyah - datang ke Mekah. Mereka berharap mendapatkan seorang bayi yang dapat mereka asuh. Mereka kemudian menjadi orang tua susu baginda.
Sejak Halimah menyusui baginda, mereka langsung menyadari keberkahan yang datang secara konstan kepada mereka disebabkan oleh baginda. Halimah jadi memiliki ASI (air susu ibu) yang melimpah untuk menyusui baginda. Selain itu, unta tua betina mereka jadi mengeluarkan susu dan domba-domba mereka menjadi subur (mudah hamil). Mereka telah memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan baginda yang ternyata melampaui anak-anak mereka.
Sebelum kedatangan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, setan dan jin biasa bepergian ke langit dan menguping berbagai peristiwa yang ditakdirkan untuk manusia. Setelah Nabi Muhammad lahir, setan tidak bisa lagi naik ke langit untuk menguping aneka peristiwa dan kejadian yang ditakdirkan bagi manusia.
Kebencian pada berhala telah tumbuh didalam diri baginda, dan baginda tidak pernah ambil bagian pada segala keburukan yang terjadi selama Zaman Jahiliyah (Kebodohan).
Kesopanan baginda telah dilindungi oleh Allah. Perlindungan ini terlihat jelas pada suatu kejadian ketika Ka'bah dibangun kembali. Sudah menjadi kebiasaan orang-orang Quraisy saat sedang membangun, mengusung bebatuan dengan jubah mereka dan sering kali bagian pribadi (aurot) mereka tersingkap. Muhammad muda, hampir saja menyingkap jubah seperti yang lainnya, tetapi baginda dicegah oleh langit melakukan hal itu serta jatuh ke tanah dan tidak melanjutkan menyingkap jubahnya.
Banyak riwayat yang membicarakan tentang awan yang mengayupi (menaungi) baginda selama perjalanan.
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dicintakan mengasingkan diri (khalwat) sampai wahyu turun kepadanya.
Menjelang wafat, baginda memberitahu orang-orang yang dicintainya bahwa ajalnya sudah dekat, dan bahwa makam baginda adalah dikediaman baginda di Madinah. Kamar-kamar istri baginda terhubung ke dalam Masjid. Diantara tempat tinggal dan mimbar baginda adalah bagian dari Taman Surga.
Sekilas pandang kemuliaan baginda juga tampak pada momen kematian. Ketika ajal baginda telah dekat, Allah mengirim Malaikat Maut kepada baginda. Malaikat Maut meminta izin baginda untuk mencabut nyawa baginda, padahal sebelumnya Malaikat tersebut belum pernah meminta izin dari siapapun untuk melakukan hal itu. Tatkala telah tiba ajal baginda, para Malaikat mensolati jasad baginda. Sewaktu para Sahabat melakukan persiapan untuk memakamkan baginda, sebuah suara terdengar berbunyi, "Janganlah mengganti baju baginda ketika baginda dimandikan."
Kesimpulan mukjizat Nabi Muhammad
Mukjizat dan tanda-tanda kenabian baginda Muhammad tak terhitung jumlahnya. Meski hanya beberapa saja yang disajikan, kiranya telah mencukupi, karena jika semuanya disebutkan, tentu akan membutuhkan berjilid-jilid buku.
Mukjizat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, lebih gemilang daripada nabi mulia lainnya dalam dua hal. Pertama, baginda diberi mukjizat yang terlalu banyak untuk bisa dihitung. Kedua, baginda telah diberi mukjizat yang serupa atau yang lebih hebat dari nabi lainnya. Banyak orang yang tertarik pada fakta ini. Anda akan mampu membuktikannya dengan mempelajari bagian ini, sekaligus mengetahui mukjizat yang diberikan kepada para nabi mulia.
Mengenai jumlah mukjizat baginda yang sangat banyak, hendaknya disadari bahwa semua bagian Al-Qur'an adalah mukjizat. Al-Quran berisi 6.236 ayat, dan setiap ayatnya adalah mukjizat. Allah menantang, "Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur'an itu jika mereka orang-orang yang