Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 200

"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah berpaling darinya padahal kamu mendengar." (Al-Anfal,8:20).
"Katakanlah, 'Taatilah Allah, dan taatilah rasul ..... Jika mentaatinya, kamu akan terbimbing." (An-Nur,24:54).
"Taatilah Allah dan Rasul agar kamu dirahmati." (Ali-Imron,3:132).
"Barangsiapa mentaati Rasul, sesungguhnya dia telah mentaati Allah." (An-Nisa',4:80).
"Apapun yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah, dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah." (Al-Hasyr,59:7).
"Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul, maka mereka bersama orang-orang yang dinikmatkan oleh Allah." (An-Nisa',4:69).
"Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati, dengan izin Allah." (An-Nisa',4:64).
Dalam ayat-ayat tersebut, secara jelas Allah menyatakan bahwa ketika seseorang mematuhi Utusan-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebenarnya juga sedang mematuhi Allah. Patuh terhadap apapun yang diperintahkan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan tidak melakukan apapun yang dilarang baginda adalah sama seperti patuh kepada Allah. Allah juga telah berbicara tentang penghargaan untuk ketaatan tersebut dan memperingatkan hukuman yang akan jatuh pada siapa saja yang durhaka.
Para ulama' dan imam berpendapat bahwa mematuhi Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, berarti berpegang teguh pada jalan kenabian baginda dan tunduk pada apa yang dibawa baginda. Mereka mengatakan bahwa Allah tidak mengirim seorang Utusan pada suatu umat tanpa menempatkan kewajiban atas mereka agar mentaati Utusan-Nya tersebut dan bahwa melalui Rasul, seseorang sedang mematuhi Allah.
Abu Hurairah mendengar Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa mentaatiku maka telah mentaati Allah. Barangsiapa mendurhakaiku maka telah mendurhakai Allah. Barangsiapa mentaati wakilku maka telah mentaatiku dan siapa yang mendurhakai wakilku maka telah mendurhakaiku."
Mentaati rasul, pujian dan kesejahteraan atasnya, menjadi bagian dari mentaati Allah, karena Allah telah memerintahkan bahwa baginda adalah yang harus dipatuhi.
Adapun untuk orang-orang kafir yang menentang Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah memberitahu kita, "Pada Hari wajah mereka dibolak-balikkan didalam neraka, mereka akan berkata, 'Seandainya saja kami mentaati Allah dan mentaati Rasul!.'" (Al-Ahzab,33:66), tetapi hal itu sudah terlambat, angan-angan mereka tidak akan bermanfaat bagi mereka, kelak menjadi sumber penyesalan yang tak ada henti-hentinya.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga bersabda, "Apabila aku melarangmu melakukan sesuatu, maka tinggalkanlah. Apabila aku memerintahkanmu melakukan sesuatu, lakukanlah sebanyak yang kamu mampu."
Abu Hurairah ingat saat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan Surga, dan bersabda, "Semua umatku akan masuk surga kecuali mereka yang menolak." Para Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa yang akan menolak?" Baginda menjawab, "Siapa saja yang mentaatiku akan masuk surga sedangkan siapa saja yang mendurhakaiku maka telah menolak."
Di waktu yang lain, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya, "Perumpamaanku dan perumpamaan apa yang Allah telah mengirimku dengannya adalah seperti orang yang datang kepada kaumnya seraya berkata, 'Wahai orang-orang, aku telah melihat tentara dengan mataku kepalaku sendiri, dan aku adalah seorang pembawa peringatan - selamatkanlah dirimu sendiri!' Sekelompok orang-orangnya mematuhinya dan bepergian disenja hari, mereka pergi pada waktu luang mereka dan terselamatkan. Kelompok lain menolaknya dan tetap tinggal. Tentara tiba dipagi hari dan mereka dimusnahkan. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mentaatiku dan mengikuti apa yang aku bawa, serta perumpamaan orang-orang yang tidak taat kepadaku dan mendustakan apa yang aku bawa."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menarik kiasan lain seraya bersabda, "Perumpamaan itu