-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 206
ikhlas pada semua tindakan."
Pakar hukum Imam Ahmad bin Hanbal berkata, "Suatu hari aku berada dalam suatu jamuan, lalu orang-orang menanggalkan semua pakaian mereka dan pergi kedalam air. Aku lantas menerapkan sabda Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang berbunyi, 'Siapapun yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memasuki tempat mandi memakai kain sepinggang', jadi aku tidak telanjang. Malam itu aku mendapat mimpi nyata, yang mana sebuah suara berkata kepadaku, 'Wahai Ahmad, Allah telah mengampunimu, karena kamu telah menerapkan cara kenabian, dan Dia menjadikanmu seorang imam yang akan diikuti." Aku bertanya, "Siapakah engkau?" Dia menjawab, 'Jibril'"
Bahaya tidak mematuhi perintah Nabi Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya
(Syeikh Ahmad Darwish menambahkan, "Sebelum membaca bagian ini, hendaknya dipahami bahwa setiap inovasi baik (bid’ah hasanah), yang mempromosikan kegiatan sesuai dengan prinsip keislaman adalah dianjurkan dan tidak disalahkan. Mereka yang mengatakan bahwa kegiatan yang mencerminkan prinsip keislaman adalah salah maka nyata sekali kekurangan mereka dalam ilmu keislaman. Kecerdasan mereka telah menggagalkan diri mereka sendiri.
Sehingga pendapat mereka menjadi cacat dan orang-orang yang fanatik ternyata kurang kasih sayang. Orang-orang semacam itu bersikeras pada pendapat bahwa jika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak melakukan sesuatu, kita seharusnya tidak melakukannya, dan jika demikian maka orang-orang dari negara-negara yang jauh tidak akan bisa bepergian dengan perahu atau pesawat saat naik haji - merupakan salah satu rukun Islam - karena Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya bepergian dengan berjalan kaki atau menaiki unta!"
Inovasi (bid'ah) yang tidak diterima adalah jika mengganti sunnah (cara kenabian) dan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip keislaman. Jika ada yang menganggap bahwa segala sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah inovasi yang buruk, walaupun diketahui sesuai dengan prinsip keislaman, maka ucapannya hanya berdasar ketidaktahuan belaka.")
Bila merubah sunnah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka ini yang disebut sebagai kesesatan dan para pelakunya termasuk diantara ahli bid'ah (inovator sesat), karenanya mereka menjadi sasaran ancaman Allah. Allah memperingatkan, "Maka hendaklah waspada mereka yang menyalahi perintah-Nya, bahwa fitnah akan ditimpakan kepada mereka atau azab yang pedih menimpa mereka." (Al-Furqon,24:63).
Pakar hukum Imam Ahmad bin Hanbal berkata, "Suatu hari aku berada dalam suatu jamuan, lalu orang-orang menanggalkan semua pakaian mereka dan pergi kedalam air. Aku lantas menerapkan sabda Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang berbunyi, 'Siapapun yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memasuki tempat mandi memakai kain sepinggang', jadi aku tidak telanjang. Malam itu aku mendapat mimpi nyata, yang mana sebuah suara berkata kepadaku, 'Wahai Ahmad, Allah telah mengampunimu, karena kamu telah menerapkan cara kenabian, dan Dia menjadikanmu seorang imam yang akan diikuti." Aku bertanya, "Siapakah engkau?" Dia menjawab, 'Jibril'"
Bahaya tidak mematuhi perintah Nabi Muhammad
pujian dan kesejahteraan atasnya
(Syeikh Ahmad Darwish menambahkan, "Sebelum membaca bagian ini, hendaknya dipahami bahwa setiap inovasi baik (bid’ah hasanah), yang mempromosikan kegiatan sesuai dengan prinsip keislaman adalah dianjurkan dan tidak disalahkan. Mereka yang mengatakan bahwa kegiatan yang mencerminkan prinsip keislaman adalah salah maka nyata sekali kekurangan mereka dalam ilmu keislaman. Kecerdasan mereka telah menggagalkan diri mereka sendiri.
Sehingga pendapat mereka menjadi cacat dan orang-orang yang fanatik ternyata kurang kasih sayang. Orang-orang semacam itu bersikeras pada pendapat bahwa jika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak melakukan sesuatu, kita seharusnya tidak melakukannya, dan jika demikian maka orang-orang dari negara-negara yang jauh tidak akan bisa bepergian dengan perahu atau pesawat saat naik haji - merupakan salah satu rukun Islam - karena Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya bepergian dengan berjalan kaki atau menaiki unta!"
Inovasi (bid'ah) yang tidak diterima adalah jika mengganti sunnah (cara kenabian) dan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip keislaman. Jika ada yang menganggap bahwa segala sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah inovasi yang buruk, walaupun diketahui sesuai dengan prinsip keislaman, maka ucapannya hanya berdasar ketidaktahuan belaka.")
Bila merubah sunnah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka ini yang disebut sebagai kesesatan dan para pelakunya termasuk diantara ahli bid'ah (inovator sesat), karenanya mereka menjadi sasaran ancaman Allah. Allah memperingatkan, "Maka hendaklah waspada mereka yang menyalahi perintah-Nya, bahwa fitnah akan ditimpakan kepada mereka atau azab yang pedih menimpa mereka." (Al-Furqon,24:63).