Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 226

Az-Zuhri termasuk diantara orang yang paling ramah dan gampangan, dan aku mengamati bahwa setiap kali Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, disebut dihadapannya , ia menjadi tidak sadar akan segala sesuatu, seolah-olah ia tidak mengenalmu maupun kamu mengenalnya. Aku mengunjungi Safwan bin Sulaiman, salah satu orang yang paling giat menyembah dan beribadah sepanjang malam. Setiap kali Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, disebut, ia menangis dan terus menangis sampai mereka yang di sekitarnya bangun dan pergi."
Kapan saja Qotadah mendengar kutipan kenabian, beliau jadi terisak-isak dan menjadi sangat khawatir.
Pada suatu ketika, banyak orang berkumpul di sekitar Malik dan seseorang berkata, "Bisakah anda menunjuk seseorang agar mengulangi perkataan anda dengan suara yang lebih keras sehingga bermanfaat bagi orang-orang." Malik menjawab, "Allah berfirman, 'Wahai yang beriman, janganlah meninggikan suaramu melebihi suara Nabi.'" (Al-Hujurot, 49:2). Rasa hormat yang ditujukan kepada baginda selama masa hidup baginda adalah sama dengan setelah baginda meninggal dunia."
Ibnu Sirin tertawa tetapi ketika sebuah kutipan kenabian disebut ia jadi merendahkan diri.
Abdur Rahman bin Mahdi memberi instruksi orang-orang yang sedang bersamanya supaya diam setiap kali kutipan kenabian disebut, dan mengimbau mereka, "Jangan meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Alasannya terdapat didalam penafsiran beliau pada ayat Al-Qur’diatas. Beliau mengatakan bahwa sudah seharusnya orang -orang diam sewaktu kutipan kenabian dibaca, seolah-olah mereka berada di hadapan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sedang mendengarkan baginda berbicara.
Para Sahabat dan pengikut mereka (Tabi'in dan Tabi'tabi'in)
menjunjung tinggi periwayatan hadis dan jalan hidup baginda

Amr bin Maimun memberitahu: Aku pergi mengunjungi Ibnu Mas’ud selama setahun, aku tidak pernah mendengarnya berucap "Rasulullah bersabda" tapi suatu hari beliau berkata dan mengalir di lisannya kalimat Rasulullah, saw, bersabda, kemudian kesedihan meningkat hingga aku melihat keringat menetes dari keningnya, kemudian beliau mulai menjelaskan isi hadis baginda. Mata Ibnu Mas’ud penuh air mata dan pembuluh darahnya jadi membesar.
Hakim Madinah, Ibrahim bin Abdullah bin Qusaym Al Ansari, memberitahu bahwa "Malik bin Anas kebetulan melewati Abu Hazim yang sedang mengajar beberapa kutipan kenabian. Malik minta izin untuk mendengarkan, namun tak ada tempat untuk duduk, Malik lantas berkata, "Aku tidak suka mendengarkan kutipan kenabian sambil berdiri."
Malik memberitahu bahwa seorang laki-laki datang kepada Ibnu Musayyab dan mendapati beliau sedang beristirahat. Laki-laki itu menanyakan sebuah kutipan kenabian tertentu, dimana Ibnu Musayyab duduk tegap dan memberinya kutipan. Orang itu berkata kepada Ibnu Musayyab, "Aku harap engkau tidak menyusahkan dirimu sendiri." Ibnu Musayyab menjawab, "Aku tidak suka menyampaikan kepadamu sebuah kutipan kenabian disaat sedang beristirahat."
Muhammad bin Sirin adalah orang yang suka tertawa tetapi ketika mendengar sebuah sabda Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dia menjadi rendah diri.
Abu Mus'ab berkata, "Malik bin Anas meriwayatkan hadis hanya jika beliau punya wudhu. Ini disebabkan rasa hormat Malik kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya.
Setiap kali Malik bin Anas mengajar hadis, karena saking hormatnya, terlebih dahulu beliau berwudhu, mempersiapkan diri dan mengenakan jubah baru kemudian meriwayatkan hadis. Ketika ditanya mengapa melakukan itu, Malik menjawab, "Ini (hadis) adalah perkataan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Ketika orang-orang mengunjungi Malik, pelayan Malik datang kepada mereka dan