-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 227
bertanya, 'Syekh bertanya apakah kalian datang untuk mendengar kutipan kenabian atau karena mempunyai pertanyaan." Jika mereka mempunyai pertanyaan, Malik keluar untuk mendengarkan mereka, tetapi jika mereka ingin mendengar sebuah hadis terlebih dahulu Malik berwudhu, menggunakan parfum dan jubah yang bersih yang berlapis mantel warna gelap. Malik memakai serban dan kemudian meletakkan tudung mantelnya di atas kepala. Sebuah podium disiapkan untuk Malik dan beliau menuju para pengunjungnya dengan penuh kerendahan hati, sementara itu kayu gaharu dibakar hingga Malik selesai mengajar perkataan kenabian (hadis). Ketika ditanya mengapa melakukan itu, Malik menjawab, "Saya suka menunjukkan rasa hormat saya pada ucapan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan saya hanya akan mengajar mereka bila saya punya wudhu."
Malik tidak suka ditanya tentang hadis ketika sedang berjalan di jalan, tengah berdiri atau saat buru-buru. Malik berkata, "Saya suka memastikan bahwa orang-orang memahami perkataan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Abdullah bin Mubarok memberitahu kita bahwa disaat Malik meriwayatkan beberapa perkataan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebuah kalajengking menyengatnya enam belas kali. Wajah Malik berubah warna dan jadi pucat, tetapi hal ini tidak menghentikan Malik untuk melanjutkan pengajaran. Pada akhir pelajaran, setelah orang-orang pergi, Abdullah berkata kepadanya, "Saya melihat anda melakukan sesuatu yang luar biasa hari ini!" Malik menjawab, "Ya, saya menahannya karena untuk menghormati Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Ibnu Mahdi tengah berjalan dengan Malik ke Al-Aqiq. Ibnu Mahdi menanyai Malik suatu hadis namun Malik mencelanya seraya berkata, "Engkau dimataku terlalu baik, bertanya tentang ucapan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sementara kita sedang berjalan. "
Abdullah bin Saleh mengatakan, "Malik dan Al-Laits hanya menuliskan hadis (Perkataan kenabian) ketika mereka punya wudhu." Dirar bin Murroh juga bilang kalau mereka tidak suka mengajarkan Perkataan Kenabian jika tidak punya wudhu.
Malik tidak suka ditanya tentang hadis ketika sedang berjalan di jalan, tengah berdiri atau saat buru-buru. Malik berkata, "Saya suka memastikan bahwa orang-orang memahami perkataan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Abdullah bin Mubarok memberitahu kita bahwa disaat Malik meriwayatkan beberapa perkataan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sebuah kalajengking menyengatnya enam belas kali. Wajah Malik berubah warna dan jadi pucat, tetapi hal ini tidak menghentikan Malik untuk melanjutkan pengajaran. Pada akhir pelajaran, setelah orang-orang pergi, Abdullah berkata kepadanya, "Saya melihat anda melakukan sesuatu yang luar biasa hari ini!" Malik menjawab, "Ya, saya menahannya karena untuk menghormati Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya."
Ibnu Mahdi tengah berjalan dengan Malik ke Al-Aqiq. Ibnu Mahdi menanyai Malik suatu hadis namun Malik mencelanya seraya berkata, "Engkau dimataku terlalu baik, bertanya tentang ucapan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, sementara kita sedang berjalan. "
Abdullah bin Saleh mengatakan, "Malik dan Al-Laits hanya menuliskan hadis (Perkataan kenabian) ketika mereka punya wudhu." Dirar bin Murroh juga bilang kalau mereka tidak suka mengajarkan Perkataan Kenabian jika tidak punya wudhu.