-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 228
Nabi Muhammad peduli pada keluarga, istri dan keturunannya
Seseorang dianggap baik bila peduli pada keluarganya. Demikian pula Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang peduli dan sayang pada keluarga, istri dan keturunannya. Karena itulah baginda mendorong orang-orang agar mencintai mereka. Jadi berbakti dan menghormati mereka menjadi bagian dari penghormatan dan pengabdian kepada baginda. Generasi permulaan Islam (para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'tabi'in) telah berbakti serta menghormati keluarga, para istri dan keturunan baginda.
Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, wahai Ahlulbait (Ahli Rumah Nabi), dan membersihkanmu sebersih-bersihnya." (Al-Ahzab, 33:33). Allah juga memberitahu kita, "Para istrinya (Nabi Muhammad) adalah ibu-ibu mereka." (Al-Ahzab, 33:6).
Zaid bin Arqam menceritakan, suatu hari Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Demi Allah, aku memohon kepadamu untuk Ahli Rumahku!" dan baginda mengucapkannya tiga kali. Ketika Zaid ditanya siapa yang dimaksud "Ahli Rumah baginda", Zaid menjawab, "Keluarga Ali, keluarga Ja'far (bin Abu Thalib), keluarga Uqayl (bin Abu Thalib), dan keluarga Abbas."
Tak lama sebelum meninggal dunia, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabat baginda, "Aku meninggalkan sesuatu kepadamu. Berpeganglah padanya niscaya kamu tidak akan tersesat: Kitab Allah, keluargaku dan Ahli Rumahku. Berhati-hatilah mengikuti instruksiku mengenai mereka."
Umar bin Salamah meriwayatkan bahwa ayat, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, wahai Ahlulbait (Ahli Rumah Nabi), dan membersihkanmu sebersih-bersihnya." (Al-Ahzab, 33:33) diturunkan di rumah bunda Ummu Salamah, semoga Allah meridhainya, dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memanggil putri baginda, Siti Fatimah dan anak-anak beliau, Hasan dan Husain, lalu membungkus mereka bertiga dengan kain selimut sedang Ali berdiri di belakang baginda, kemudian baginda berkata, "Ya Allah, mereka ini adalah Ahli Rumahku, hilangkanlah semua kotoran dari mereka dan bersihkan mereka sebersih-bersihnya."
Saad bin Abi Waqqosh membicarakan ayat dimana terdapat tantangan dari Allah, "Siapa yang membantahmu tentang ia (nabi Isa) sesudah pengetahuan telah datang kepadamu, maka katakanlah, 'Marilah memanggil anak-anak kita dan anak-anakmu, kaum wanita kita dan kaum wanitamu, diri kita dan dirimu, kemudian marilah merendahkan hati berdoa, agar laknat Allah ditimpakan atas mereka yang berdusta." (Ali Imron,3:61). Saad mengatakan ketika ayat ini turun, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memanggil Ali, Hasan, Husain dan Siti Fatimah lalu berkata, "Ya Allah, mereka ini keluarga saya."
Mengenai pangkat Ali, semoga wajahnya dimuliakan Allah, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa hendak memberiku cinta dan kemenangan, maka berikanlah kepada Ali. Ya Allah, berilah kemenangan dan cinta untuk siapa saja yang memberinya kemenangan dan cinta, dan musuhilah siapa saja yang menjadikannya sebagai musuh."
(Sisipan Syeikh Darwish: Hadis ini terdapat didalam Musnad Ahmad dan Ibnu Hibban serta Nisa'i dengan rantai para perawi (sanad) yang sahih, dan juga telah diriwayatkan banyak perawi lainnya. Hafiz Ibnu Hajar berkata, Hafiz ibnu Oqda telah menghimpun hadis tersebut dalam sebuah buku yang sebagian besar kutipannya adalah Sahih (otentik) atau yang dihukumi sebagai Hasan (bagus). Suyuti mengatakan hadis tersebut adalah Mutawatir (dari masa ke masa diriwayatkan banyak perawi) sedangkan Hafiz Zahabi bilang hadis tersebut mempunyai rantai perawi (sanad) yang bagus.
Dalam hadis ini, terdapat kalimat bahasa Arab yang berbunyi "mowalah" yang artinya adalah cinta dan dukungan secara Islami, bukannya menunjuk seseorang untuk
Seseorang dianggap baik bila peduli pada keluarganya. Demikian pula Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang peduli dan sayang pada keluarga, istri dan keturunannya. Karena itulah baginda mendorong orang-orang agar mencintai mereka. Jadi berbakti dan menghormati mereka menjadi bagian dari penghormatan dan pengabdian kepada baginda. Generasi permulaan Islam (para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'tabi'in) telah berbakti serta menghormati keluarga, para istri dan keturunan baginda.
Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, wahai Ahlulbait (Ahli Rumah Nabi), dan membersihkanmu sebersih-bersihnya." (Al-Ahzab, 33:33). Allah juga memberitahu kita, "Para istrinya (Nabi Muhammad) adalah ibu-ibu mereka." (Al-Ahzab, 33:6).
Zaid bin Arqam menceritakan, suatu hari Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Demi Allah, aku memohon kepadamu untuk Ahli Rumahku!" dan baginda mengucapkannya tiga kali. Ketika Zaid ditanya siapa yang dimaksud "Ahli Rumah baginda", Zaid menjawab, "Keluarga Ali, keluarga Ja'far (bin Abu Thalib), keluarga Uqayl (bin Abu Thalib), dan keluarga Abbas."
Tak lama sebelum meninggal dunia, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabat baginda, "Aku meninggalkan sesuatu kepadamu. Berpeganglah padanya niscaya kamu tidak akan tersesat: Kitab Allah, keluargaku dan Ahli Rumahku. Berhati-hatilah mengikuti instruksiku mengenai mereka."
Umar bin Salamah meriwayatkan bahwa ayat, "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, wahai Ahlulbait (Ahli Rumah Nabi), dan membersihkanmu sebersih-bersihnya." (Al-Ahzab, 33:33) diturunkan di rumah bunda Ummu Salamah, semoga Allah meridhainya, dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memanggil putri baginda, Siti Fatimah dan anak-anak beliau, Hasan dan Husain, lalu membungkus mereka bertiga dengan kain selimut sedang Ali berdiri di belakang baginda, kemudian baginda berkata, "Ya Allah, mereka ini adalah Ahli Rumahku, hilangkanlah semua kotoran dari mereka dan bersihkan mereka sebersih-bersihnya."
Saad bin Abi Waqqosh membicarakan ayat dimana terdapat tantangan dari Allah, "Siapa yang membantahmu tentang ia (nabi Isa) sesudah pengetahuan telah datang kepadamu, maka katakanlah, 'Marilah memanggil anak-anak kita dan anak-anakmu, kaum wanita kita dan kaum wanitamu, diri kita dan dirimu, kemudian marilah merendahkan hati berdoa, agar laknat Allah ditimpakan atas mereka yang berdusta." (Ali Imron,3:61). Saad mengatakan ketika ayat ini turun, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memanggil Ali, Hasan, Husain dan Siti Fatimah lalu berkata, "Ya Allah, mereka ini keluarga saya."
Mengenai pangkat Ali, semoga wajahnya dimuliakan Allah, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa hendak memberiku cinta dan kemenangan, maka berikanlah kepada Ali. Ya Allah, berilah kemenangan dan cinta untuk siapa saja yang memberinya kemenangan dan cinta, dan musuhilah siapa saja yang menjadikannya sebagai musuh."
(Sisipan Syeikh Darwish: Hadis ini terdapat didalam Musnad Ahmad dan Ibnu Hibban serta Nisa'i dengan rantai para perawi (sanad) yang sahih, dan juga telah diriwayatkan banyak perawi lainnya. Hafiz Ibnu Hajar berkata, Hafiz ibnu Oqda telah menghimpun hadis tersebut dalam sebuah buku yang sebagian besar kutipannya adalah Sahih (otentik) atau yang dihukumi sebagai Hasan (bagus). Suyuti mengatakan hadis tersebut adalah Mutawatir (dari masa ke masa diriwayatkan banyak perawi) sedangkan Hafiz Zahabi bilang hadis tersebut mempunyai rantai perawi (sanad) yang bagus.
Dalam hadis ini, terdapat kalimat bahasa Arab yang berbunyi "mowalah" yang artinya adalah cinta dan dukungan secara Islami, bukannya menunjuk seseorang untuk