Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 229

menjadi khalifah, meski kemudian Imam Ali terpilih sebagai Khulafaur Rosyidin (khalifah yang terbimbing) yang keempat. Ada empat orang yang terpilih dan disebut sebagai Khulafaur Rosyidin, namun orang-orang Syiah 12 imam mengklaim bahwa tiga khalifah beserta kaum Muhajirin dan Ansor telah melakukan kesalahan dengan memilih khalifah selain Imam Ali dan mengikrarkan kesetiaan pada mereka, karena menurut mereka, Imam Ali yang seharusnya menjadi khalifah pertama. Dengan pemahaman semacam itu, orang Syiah 12 imam memperoleh kemurkaan Allah dan Nabi-Nya karena telah menuduh generasi terbaik yang telah menyebarkan Al-Qur'an dan sunnah yang telah diridhai oleh Allah)
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah berkata kepada Abbas, paman baginda, "Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, keimanan tidak akan masuk kedalam hati seseorang sampai ia mencintaimu untuk Allah dan Rasul-Nya.
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memegang tangan Usamah bin Zaid dan Hasan, kemudian berdoa, "Ya Allah, saya mencintai keduanya, maka tolong cintailah mereka."
Abu Bakar berkata, "Hormatilah Muhammad dengan menghormati Ahli Rumah baginda." Abu Bakar juga menyatakan, "Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, keluarga dekat Rasulullah lebih kusayangi daripada familiku sendiri."
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para Sahabatnya, "Allah mencintai orang-orang yang mencintai Hasan." Merujuk pada dua cucu baginda, Hasan dan Husain serta orangtua mereka, baginda bersabda, "Barangsiapa mencintai keduanya ini, ayah dan ibu mereka, maka akan bersamaku didalam derajatku pada Hari Kiamat." Semoga Allah meridhai mereka.
Tentang Quraisy, baginda bersabda, "Barangsiapa merendahkan Quraisy, Allah akan merendahkan mereka." Baginda juga berkata, "Utamakanlah Quraisy dan jangan mendahului mereka."
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, berkata kepada Ummu Salamah, "Jangan menggelisahkanku dengan menggelisahkan Aisyah."
Sewaktu melihat Abu Bakar meletakkan Hasan di pundaknya, Uqbah bin Al Harits berkata, "Demi ayahku, Hasan mirip dengan Nabi! ia tidak mirip dengan Ali!" Ali hanya tertawa. Uqbah mengucapkan kata-kata ini dua hari setelah baginda wafat ketika Ali berjalan disamping Abu Bakar setelah Abu Bakar terpilih sebagai khalifah.
Ibu Zaid bin Tsabit meninggal dunia dan selepas acara pemakaman, Zaid mengambil bagal untuk dikendarai. Ibnu Abbas datang dan memegang sanggurdi bagal Zaid. Dengan sopan, Zaid berkata, "Mari pergi keponakan Rasulullah." Ibnu Abbas kemudian berkata, "Beginilah cara kita bersikap dengan orang-orang berilmu." Lalu Zaid mencium tangan Ibnu Abbas dan berkata, "Demikianlah saya diperintahkan bersikap dengan Ahli Rumah baginda."
Ketika Umar bin Khattab membagi-bagikan harta rampasan perang, Umar memberi Abdullah, anaknya, tiga ribu sedang Usamah bin Zaid diberinya tiga ribu lima ratus. Abdullah bertanya kepada ayahnya, "Mengapa engkau memberi Usamah lebih banyak? Demi Allah, ia tidak berjuang dalam pertempuran sebelumku." Ayahnya menjawab, "Itu karena Zaid lebih disayang Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, daripada ayahmu, dan Usamah lebih disayang oleh baginda daripada kamu, jadi aku lebih memilih yang dicintai Rasulullah daripada yang kucintai."