Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 230

Ibnu Abbas diberitahu, "Seseorang telah meninggal dunia." merujuk pada salah satu istri Nabi, semoga Allah meridhai mereka. Kemudian Ibnu Abbas bersujud dan orang-orang disekelilingnya bertanya, "Mengapa engkau bersujud pada waktu ini?" (saat itu sedang gerhana). Ibnu Abbas menjawab, "Bukankah Rasulullah bersabda, 'Bila kamu melihat sebuah tanda maka bersujudlah'. Apakah tanda yang lebih besar daripada perginya salah seorang istri Nabi."
Abu Bakar dan Umar mengunjungi Ummu Aiman, yang dulunya adalah pelayan baginda, dan mereka berkata, "Rasulullah biasa mengunjunginya."
Menghormati para Sahabat Nabi dan mengetahui hak-hak mereka
Mengetahui hak-hak para Sahabat termasuk bagian dari penghormatan dan kepatuhan kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Sepatutnya umat baginda menghormati para Sahabat Nabi, mengikuti mereka, mengenali hak-hak mereka, memuji mereka, mendoakan mereka dan menjauhkan diri dari mendiskusikan perbedaan mereka, serta menunjukkan permusuhan pada orang-orang yang benci terhadap mereka.
Mengikuti para Sahabat berarti mengikuti Nabi Muhammad, maka sudah seharusnya menyangkal kesesatan orang-orang Syiah dan para innovator (ahli bid'ah), demikian pula menyangkal hal-hal yang diperkenalkan para orientalis yang menjadi racun halus bagi umat Islam, serta menyangkal siapapun yang mencoba menurunkan harga diri para Sahabat Nabi.
Jika ada pelapor maupun sejarawan yang melaporkan suatu hal yang merendahkan para Sahabat, secara samar maupun terang-terangan, maka sepatutnya kita berpaling dari mereka dan tidak mengambil pendapat mereka. Bila seseorang membuat pernyataan mengenai perbedaan yang terjadi diantara mereka, cara yang sepatutnya dilakukan adalah mengambil penafsiran yang terbaik.
Tak sepatutnya berbicara yang buruk tentang para Sahabat maupun mencela mereka, yang paling tepat adalah menyebut-nyebut kebaikan, keutamaan dan sifat-sifat terpuji mereka, dan berdiam diri mengenai hal-hal lainnya. Untuk ini, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Setiap kali para Sahabatku disebut, tahanlah lisanmu."
Allah berfirman,
"Muhammad adalah Utusan Allah. Mereka yang bersamanya keras menghadapi orang-orang kafir, tetapi berbelas kasih sesama mereka." (Al-Fath, 48:29).
"Para pendahulu yang awal (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan yang mengikuti mereka didalam kebajikan, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada-Nya." (At-Taubah, 9:100).
"Sungguh, Allah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon dan Dia mengetahui apa yang didalam hati mereka." (Al-Fath, 48:18).
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah." (Al-Ahzab, 33:23).
Hudzaifah mendengar Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Ikutilah mereka yang setelahku, Abu Bakar dan Umar."
(Sisipan Syeikh Darwish: Hadis sahih ini merupakan indikasi bahwa Abu Bakar hendak menjadi khalifah yang pertama dan Umar yang kedua)

Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Takwalah kepada Allah, Takwalah kepada Allah! Jangan jadikan para Sahabatku sebagai target setelahku! Barangsiapa mencintai mereka maka cintailah mereka karena mereka mencintaiku, dan barangsiapa membenci mereka maka sama dengan kebencian kepadaku. Siapa yang menyakiti mereka, maka menyakiti aku. Barangsiapa melakukan sesuatu yang menyakitkan aku maka hal itu seperti menyakitkan bagi Allah. Barangsiapa melakukan sesuatu yang tampak menyakitkan bagi Allah maka akan tersambar."
Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, memperingatkan, "Jangan mencaci para Sahabatku. Jika ada orang yang mampu berinfak emas seberat Gunung Uhud, tidak akan pernah mencapai dua pertiga atau bahkan setengah dari infak biji-bijian mereka."
Malik bin Anas,