-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 241
Amal perbuatan yang sangat dianjurkan dan diterima oleh semua umat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah menulis bacaan solawat kepada Nabi setelah menulis kalimat Basmalah (Bismillah ir Rohman ir Rohim - Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), didalam segala macam surat dan tulisan.
Abdullah bin Mas'ud memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda: Ketika seseorang diantaramu sedang solat, ucapkanlah "Segenap salam, keberkahan, solawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Kesejahteraan, rahmat dan keberkahan dari Allah terlimpah kepadamu, wahai Nabi. Kesejahteraan atas kami dan atas para penyembah Allah yang saleh." Bila kalian mengucapkannya, akan menguntungkan setiap penyembah yang saleh di langit dan bumi." Inilah salah satu waktu dimana kita mengucapkan salam atas Nabi, dan didalam solat kita membacanya pertama kali pada rakaat kedua.
@ Tata cara membaca solawat
106. Tata cara membaca solawat kepada Nabi Muhammad
Abu Humaid As Sa'idi menceritakan, suatu ketika para Sahabat bertanya kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, "bagaimana kami membaca solawat kepada engkau." Baginda menjawab, "Ucapkanlah, 'Ya Allah, limpahkan solawat kepada Muhammad, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau melimpahkan solawat kepada keluarga Ibrahim. Curahkan keberkatan kepada keluarga Muhammad, istri-istri, dan keturunannya sebagaimana Engkau mencurahkan keberkatan kepada keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Malik memilih versi Abu Mas'ud Al Ansari, dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Katakanlah, 'Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga baginda, seperti Engkau memuji keluarga Ibrahim. Berkatilah Muhammad beserta keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati keluarga Ibrahim, di seluruh dunia, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Ka'ab bin ‘Ujroh meriwayatkan solawat yang agak bervariasi, "Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memuji Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi yang Agung."
Bunyi solawat yang sederhana telah diriwayatkan Uqbah bin Amr, "Ya Allah, berkatilah Muhammad, Nabi buta huruf dan keluarga Muhammad."
Solawat yang lebih sederhana lagi diriwayatkan Abu Sa'id Al Khudri, "Ya Allah, pujilah Muhammad, hamba dan Rasul-Mu."
Solawat yang lebih lengkap telah dilaporkan Imam Ali, "Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memuji Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah anugerahkan keberkatan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau menganugerahkan keberkatan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, curahkan kesejahteraan dan kelembutan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan kesejahteraan dan kelembutan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Abu Hurairah mendengar Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa menginginkan diberi takaran yang paling penuh ketika mendoakan kami, Ahli Rumah, hendaklah mengucapkan, 'Ya Allah, limpahkan keberkatan kepada Muhammad, seorang Nabi, para istrinya, ibu-ibu kaum beriman, keturunannya, dan Ahli Rumahnya, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkatan kepada keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Abdullah bin Mas'ud memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda: Ketika seseorang diantaramu sedang solat, ucapkanlah "Segenap salam, keberkahan, solawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Kesejahteraan, rahmat dan keberkahan dari Allah terlimpah kepadamu, wahai Nabi. Kesejahteraan atas kami dan atas para penyembah Allah yang saleh." Bila kalian mengucapkannya, akan menguntungkan setiap penyembah yang saleh di langit dan bumi." Inilah salah satu waktu dimana kita mengucapkan salam atas Nabi, dan didalam solat kita membacanya pertama kali pada rakaat kedua.
@ Tata cara membaca solawat
106. Tata cara membaca solawat kepada Nabi Muhammad
Abu Humaid As Sa'idi menceritakan, suatu ketika para Sahabat bertanya kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, "bagaimana kami membaca solawat kepada engkau." Baginda menjawab, "Ucapkanlah, 'Ya Allah, limpahkan solawat kepada Muhammad, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau melimpahkan solawat kepada keluarga Ibrahim. Curahkan keberkatan kepada keluarga Muhammad, istri-istri, dan keturunannya sebagaimana Engkau mencurahkan keberkatan kepada keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Malik memilih versi Abu Mas'ud Al Ansari, dimana Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Katakanlah, 'Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga baginda, seperti Engkau memuji keluarga Ibrahim. Berkatilah Muhammad beserta keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati keluarga Ibrahim, di seluruh dunia, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Ka'ab bin ‘Ujroh meriwayatkan solawat yang agak bervariasi, "Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memuji Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi yang Agung."
Bunyi solawat yang sederhana telah diriwayatkan Uqbah bin Amr, "Ya Allah, berkatilah Muhammad, Nabi buta huruf dan keluarga Muhammad."
Solawat yang lebih sederhana lagi diriwayatkan Abu Sa'id Al Khudri, "Ya Allah, pujilah Muhammad, hamba dan Rasul-Mu."
Solawat yang lebih lengkap telah dilaporkan Imam Ali, "Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memuji Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah anugerahkan keberkatan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau menganugerahkan keberkatan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, curahkan kesejahteraan dan kelembutan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau mencurahkan kesejahteraan dan kelembutan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Abu Hurairah mendengar Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Barangsiapa menginginkan diberi takaran yang paling penuh ketika mendoakan kami, Ahli Rumah, hendaklah mengucapkan, 'Ya Allah, limpahkan keberkatan kepada Muhammad, seorang Nabi, para istrinya, ibu-ibu kaum beriman, keturunannya, dan Ahli Rumahnya, sebagaimana Engkau melimpahkan keberkatan kepada keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung."