Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 240

105. Waktu yang dianjurkan untuk bersolawat kepada Nabi Muhammad
Kami telah menyebutkan bahwa sangat dianjurkan membaca solawat kepada Nabi ketika duduk terakhir didalam solat.

Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mendengar seseorang berdoa didalam solatnya tanpa membaca solawat, kemudian baginda berkata, "Ini perbuatan yang terburu-buru." Lalu baginda memanggil orang tesebut dan memberitahu para Sahabat yang sedang bersamanya, "Ketika seseorang darimu berdoa, hendaknya dimulai dengan berterima kasih kepada Allah lalu memuji-Nya, kemudian membaca solawat kepada Nabi-Nya, setelah itu baru berdoa untuk apapun yang diinginkan."

Ibnu Mas'ud menyarankan, "Jika seseorang diantara kalian ingin memohon sesuatu kepada Allah, hendaknya terlebih dahulu memuji dan mengagungkan-Nya dengan cara yang semestinya, lalu membaca solawat kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, barulah kemudian berdoa. Inilah doa yang lebih utama dan cepat dikabulkan."

Kita dianjurkan untuk membaca solawat setiap kali menyebut nama Nabi, mendengar nama Nabi, menulis nama Nabi, dan ketika azan (panggilan solat), karena baginda telah bersabda, "Apabila namaku disebut dihadapan seseorang dan ia tidak membaca solawat kepadaku, maka seolah-olah hidung orang itu diusapi debu."

Para ulama memberitahu, menyebut nama Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, maupun bersolawat kepada Nabi saat sedang menyembelih binatang, ketika bersin dan saat terkejut, adalah makruh hukumnya (tidak disukai).

Nasaa’i, seorang penyusun salah satu dari enam referensi utama Perkataan Kenabian, meriwayatkan perintah agar memperbanyak membaca solawat kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, pada hari Jumat.
.
Ibnu Ishaq memberitahu bahwa kita hendaknya membaca solawat kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, saat sedang memasuki masjid.

Berkenaan dengan ayat "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sungguh ia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tidaklah bersih seorang pun diantaramu selama-lamanya, akan tetapi Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (An-Nur, 24:21), Amru bin Dinar berkata, ketika kalian memasuki rumah (yang tidak ada orangnya), hendaklah mengucapkan, "Kesejahteraan, rahmat dan keberkatan dari Allah untuk Nabi. Kesejahteraan untuk kami dan para penyembah Allah yang saleh. Kesejahteraan, rahmat dan keberkatan dari Allah untuk para penghuni rumah."

Para Sahabat telah meriwayatkan, imam dan makmum hendaknya membaca solawat kepada Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, ketika solat jenazah (setelah mengucap takbir kedua).