Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 239

Pada waktu solat Magrib, bacaan pertama dibaca pada rakaat kedua sedang pada rakaat ketiga membaca bacaan pertama bergabung dengan bacaan kedua.

(Arti bacaan pertama: Segenap salam, keberkahan, solawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Kesejahteraan, rahmat dan keberkahan dari Allah terlimpah kepadamu, wahai Nabi. Kesejahteraan atas kami dan atas para penyembah Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah penyembah dan Utusan-Nya).

(Arti bacaan kedua: Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memuji Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Berkatilah Muhammad, dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, di semesta alam, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Malik memilih riwayat Abu Mas'ud Al Ansari, bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Katakanlah, Ya Allah, pujilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memuji keluarga Ibrahim. Berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati keluarga Ibrahim, disemesta alam, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Imam Syafi'i mengatakan, ketika duduk pada rakaat terakhir solat, setelah seseorang bersaksi atas Keesaan Allah, hendaknya membaca solawat kepada Nabi, karena bila tidak, solatnya menjadi tidak sah. Bila tidak membacanya saat solat wajib, maka solatnya harus diulang.

Ishaq bin Ibrahim mengatakan, solat wajib harus diulang bila secara sengaja tidak membaca solawat, bukan karena lupa, karena solatnya menjadi tidak sah.

Muhammad bin Abdul Hakam dan ulama’ lainnya termasuk Ibnu Al-Qossor dan Abdul Wahab mengatakan bahwa Muhammad Al-Mawwaz telah menjadikan solawat sebagai sebuah kewajiban didalam solat seperti pendapat Imam Syafi'i.

Sedang Abu Ya'la al Abdi Al-Maliki mengatakan, Mazhab Maliki memegang tiga pendapat mengenai solawat, bahwa membaca solawat adalah kewajiban, sunnah (cara kenabian) dan anjuran.

Ibnu Abbas dan Jabir memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah mengajari mereka pujian apa yang semestinya diucapkan ketika duduk rakaat terakhir didalam solat (tasyahhud), sama seperti ketika baginda mengajar mereka sebuah surah Al Qur'an

@ Waktu-waktu bersolawat kepada Nabi