Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 238

Para ulama penganut mazhab Imam Syafi'i mengatakan bahwa kewajiban bersolawat yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah didalam solat, baik solat wajib maupun solat sukarela (sunah). Di luar solat, hukum bersolawat adalah tidak wajib.

Imam Syafi'i telah memilih riwayat hadis mengenai apa yang dibaca didalam duduk akhir tiap solat. Dari hadis tersebut diketahui bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah mengajari Ibnu Mas'ud dan Sahabat lainnya supaya membaca "As-Salamu alaika Ayyuhan Nabi (Kesejahteraan atasmu, Wahai Nabi)", jadi tidak membaca "As-Salamu alaihi (Kesejahteraan kepadanya)" Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Jabir, Ibnu Umar, Abu Said Al-Khudri, Abu Musa Al Asy'ari dan Abdullah bin Zubair telah meriwayatkan hadis yang sama. Lebih jelasnya dalam uraian dibawah ini:

Abdullah bin Mas'ud dan Sahabat lainnya meriwayatkan bahwa Rasulullah (Sollallahu alaihi wa alihi wasallam) bersabda: bila kalian solat maka bacalah:

(bacaan pertama),

"At-Tahiyyaatul Mubaarokaatus Solawaatut Toyyibaatu Lillaah. As-Salaamu alaika Ayyuhan Nabiyyu wa Rohmatullohi wa Barokaatuh. As-Salamu alaina Wa alaa ibaadillaahis Soolihiin. Asyhadu an Laa ilaaha illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa Rosuuluh."

(bacaan kedua)

"Allohumma Solli alaa Muhammadin wa alaa Aali Muhammadin kama Sollaiita alaa Ibrohim wa alaa Aali Ibrohim.
Allohumma Baarik alaa Muhammadin wa alaa Aali Muhammadin kama Baarokta alaa Ibrohim wa alaa Aali Ibrohim. Fil Aalamiina Innaka Hamiidun Majiid."

Ketika solat Subuh (Fajar), bacaan pertama dan bacaan kedua, dibaca pada rakaat terakhir solat.
Saat solat Duhur, Asar, dan Isya', bacaan pertama dibaca pada rakaat kedua, sedang bacaan pertama bergabung dengan bacaan kedua dibaca pada rakaat terakhir.