-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 247
Ali mendengar Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, menggambarkan orang yang bakhil, seraya bersabda, "Orang bakhil ialah orang yang tidak membaca solawat kepadaku ketika namaku disebut."
Dari Abu Hurairah, kita mengetahui bahwa Abu Qosim (gelar untuk Nabi Muhammad) telah bersabda, "Ketika orang-orang duduk berkumpul sama-sama, lalu mereka bubar tanpa menyebut Allah dan membaca solawat kepada Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka bayangan gelap akan menimpa mereka (yang menjadi penyebab penyesalan di Kehidupan Abadi). Bila menghendaki, Allah akan menghukum mereka, bila menghendaki, Allah akan mengampuni mereka."
@ Solawat dari umat manusia disampaikan kepada Nabi
109. Nabi Muhammad diberitahu mengenai orang-orang membaca solawat untuknya
Suatu hari Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang kesejahteraan (salam) yang dimintakan untuk baginda setelah kematian baginda, seraya bersabda, "Setiap kali seseorang mengucap salam kepadaku, Allah akan mengembalikan jiwaku sehingga aku bisa menjawab salamnya." Abu Hurairah yang telah meriwayatkan Perkataan Kenabian ini.
Ibnu Mas'ud memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan tindakan para Malaikat seraya bersabda, "Para Malaikat menjelajahi bumi untuk menyampaikan kepadaku salam dari umatku."
Aws berkata, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para pengikutnya, "Perbanyaklah membaca solawat kepadaku pada hari Jumat, karena solawatmu diperlihatkan kepadaku."
@ Bersolawat untuk selain baginda dan para nabi mulia lainnya
110. Bersolawat untuk selain Nabi Muhammad dan para nabi mulia lainnya
Mayoritas ilmuwan Islam mengatakan, boleh membaca solawat untuk orang-orang selain nabi.
Secara umum kata "solawat" bermakna mendoakan dan memintakan rahmat, kecuali bila ada makna lain yang dinyatakan dalam suatu hadis sahih atau ada kesepakatan para ulama yang membatasi maknanya.
Allah berfirman, "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang)." (Al-Ahzab, 33:43). Dia juga berfirman, "Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka." (At-Taubah, 9:103). Dan, "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Penguasa mereka." (Al-Baqoroh, 2:157).
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, terdengar memintakan keberkatan untuk para Sahabatnya, dengan mengucap, "Ya Allah, berkatilah keluarga Abu Awfa."
Ketika orang-orang membawa zakat (derma wajib) mereka kepada baginda untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak, baginda berdoa, "Ya Allah, berkatilah keluarga ini dan ini."
Didalam sebuah hadis disebutkan solawat kepada baginda yang berbunyi, "Ya Allah, berkatilah Muhammad, serta istri-istri dan keturunan baginda," bisa pula "dan keluarga Muhammad." Keluarga Muhammad disini bisa bermakna para pengikut baginda, atau Ahli Rumah baginda (mereka yang dilarang menerima sedekah) atau umat baginda.
Saat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, ditanya, "Siapakah keluarga Muhammad?" Anas mengatakan bahwa baginda menjawab, "Mereka semua yang bertakwa kepada Allah."
Hakim Iyad mengungkap pendapatnya bahwa beliau condong pada pendapat ulama kenamaan seperti Malik dan Sufyan, semoga Allah merahmati mereka.
Para nabi dan rasul mempunyai pangkat kenabian dan kerasulan. Tak seorangpun dapat berbagi pangkat ini dengan mereka meski keluarga, istri, sahabat, ataupun pengikut mereka. Para malaikat memuji dan mendoakan mereka untuk jasa mereka bagi umat manusia.
Adapun solawat (memintakan keberkatan dan kesejahteraan) untuk keluarga dan istri para nabi, bukan untuk jasa mereka
Dari Abu Hurairah, kita mengetahui bahwa Abu Qosim (gelar untuk Nabi Muhammad) telah bersabda, "Ketika orang-orang duduk berkumpul sama-sama, lalu mereka bubar tanpa menyebut Allah dan membaca solawat kepada Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka bayangan gelap akan menimpa mereka (yang menjadi penyebab penyesalan di Kehidupan Abadi). Bila menghendaki, Allah akan menghukum mereka, bila menghendaki, Allah akan mengampuni mereka."
@ Solawat dari umat manusia disampaikan kepada Nabi
109. Nabi Muhammad diberitahu mengenai orang-orang membaca solawat untuknya
Suatu hari Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, berbicara tentang kesejahteraan (salam) yang dimintakan untuk baginda setelah kematian baginda, seraya bersabda, "Setiap kali seseorang mengucap salam kepadaku, Allah akan mengembalikan jiwaku sehingga aku bisa menjawab salamnya." Abu Hurairah yang telah meriwayatkan Perkataan Kenabian ini.
Ibnu Mas'ud memberitahu bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, membicarakan tindakan para Malaikat seraya bersabda, "Para Malaikat menjelajahi bumi untuk menyampaikan kepadaku salam dari umatku."
Aws berkata, Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, memberitahu para pengikutnya, "Perbanyaklah membaca solawat kepadaku pada hari Jumat, karena solawatmu diperlihatkan kepadaku."
@ Bersolawat untuk selain baginda dan para nabi mulia lainnya
110. Bersolawat untuk selain Nabi Muhammad dan para nabi mulia lainnya
Mayoritas ilmuwan Islam mengatakan, boleh membaca solawat untuk orang-orang selain nabi.
Secara umum kata "solawat" bermakna mendoakan dan memintakan rahmat, kecuali bila ada makna lain yang dinyatakan dalam suatu hadis sahih atau ada kesepakatan para ulama yang membatasi maknanya.
Allah berfirman, "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang)." (Al-Ahzab, 33:43). Dia juga berfirman, "Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka." (At-Taubah, 9:103). Dan, "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Penguasa mereka." (Al-Baqoroh, 2:157).
Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, terdengar memintakan keberkatan untuk para Sahabatnya, dengan mengucap, "Ya Allah, berkatilah keluarga Abu Awfa."
Ketika orang-orang membawa zakat (derma wajib) mereka kepada baginda untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak, baginda berdoa, "Ya Allah, berkatilah keluarga ini dan ini."
Didalam sebuah hadis disebutkan solawat kepada baginda yang berbunyi, "Ya Allah, berkatilah Muhammad, serta istri-istri dan keturunan baginda," bisa pula "dan keluarga Muhammad." Keluarga Muhammad disini bisa bermakna para pengikut baginda, atau Ahli Rumah baginda (mereka yang dilarang menerima sedekah) atau umat baginda.
Saat Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, ditanya, "Siapakah keluarga Muhammad?" Anas mengatakan bahwa baginda menjawab, "Mereka semua yang bertakwa kepada Allah."
Hakim Iyad mengungkap pendapatnya bahwa beliau condong pada pendapat ulama kenamaan seperti Malik dan Sufyan, semoga Allah merahmati mereka.
Para nabi dan rasul mempunyai pangkat kenabian dan kerasulan. Tak seorangpun dapat berbagi pangkat ini dengan mereka meski keluarga, istri, sahabat, ataupun pengikut mereka. Para malaikat memuji dan mendoakan mereka untuk jasa mereka bagi umat manusia.
Adapun solawat (memintakan keberkatan dan kesejahteraan) untuk keluarga dan istri para nabi, bukan untuk jasa mereka