Muhammad.com collection in 109 languages

  • Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 248

tetapi sebagai karunia dari Allah kepada para nabi.

Ibnu Abbas memilih untuk bersolawat hanya kepada para nabi dan rasul. Beliau melakukan itu sebagai pujian dan penghormatan yang tinggi kepada mereka. Solawat kepada nabi Muhammad dan para nabi mulia lainnya wajib lebih diutamakan dan tidak dibagikan kepada selain mereka. Nabi Muhammad adalah orang yang telah diberi Allah, kemuliaan, keistimewaan, dan keagungan melebihi semua nabi, yang mana tidak dibagikan kepada selain baginda. Pujian dan kesejahteraan kepada semua para nabi dan rasul.

Allah telah memerintahkan kaum muslimin supaya bersolawat kepada baginda, "Wahai orang-orang yang beriman, bersolawatlah kepadanya, dan lafalkan kesejahteraan yang melimpah ruah." (Al-Ahzab,33:56). Untuk orang-orang lainnya, misalnya untuk para pemimpin Islam, solawat kepada mereka berarti memohon kepada Allah agar mengampuni dan meridhai mereka, sebagaimana tampak dalam firman-Nya, "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka berkata, 'Penguasa kami! ampunilah kami, dan saudara-saudara kami yang lebih dulu beriman.'" (Al-Hasyr, 59:10) juga, "dan orang-orang yang mengikuti mereka secara baik, Allah ridha terhadap mereka." (At-Taubah, 9:100)

Bersolawat (Memintakan keberkatan dan kesejahteraan) untuk selain Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kata Abu Imran, tidak dikenal pada masa awal-awal Islam, tetapi diawali oleh orang-orang aliran Rofidiyyah dan Syiah 12 imam, mereka menambahkan nama imam-imam mereka pada solawat. Inovasi orang-orang Rofidiyyah dan Syiah yang menjadikan imam mereka mitra didalam solawat, sama seperti menempatkan imam mereka pada pangkat yang sama dengan Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya. Mencontoh orang-orang semacam itu adalah dilarang sebab mereka adalah para inovator (ahli bid'ah), klaim mereka juga harus ditentang.

Karena baginda seorang nabi, maka solawat dan salam yang ditujukan kepada baginda berarti penghormatan dan pengagungan kepadanya. Sedang untuk sesama Muslim, salam tidak ditujukan dengan kapasitas yang sama, melainkan dengan kapasitas sebagai orang biasa.

Allah berfirman, "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) diantara kamu seperti panggilan sebagian kamu pada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi diantara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (Al-Furqon, 24:63). Oleh karena itu, penting sekali untuk membedakan dalam mendoakan baginda dengan mendoakan orang-orang lainnya.


MENGUNJUNGI MAKAM NABI MUHAMMAD


DISARIKAN DARI


KESEMBUHAN
SAHIH SHIFA

Karya
Hakim Agung Abulfadl Iyad,
Wafat (1123 M / 544 H)

Periwayat Hadis
Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq

Perevisi
Muhaddis Abdullah Talidi


Adaptasi
Oleh

Abdi Hadis Syaikh Ahmad Darwish (Arab/ Inggris)
Anne Khadeijah (Inggris)
Siti Nadriyah (Indonesia)

Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi.

@ Hukum dan sopan santun mengunjungi makam Nabi
111. Hukum, sopan santun dan tata cara mengunjungi makam Nabi Muhammad

Para ulama telah menyepakati bahwa mengunjungi makam Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak hanya utama dan sunnah, namun suatu perkara yang disukai, karena Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Aku melarang kalian mengunjungi makam, namun sekarang kalian boleh mengunjunginya."

Ahli hukum, Ishaq bin Ibrahim mengatakan, ketika seseorang menunaikan ibadah haji, hendaknya juga pergi ke Madinah, dengan niat menjalankan ibadah