-
Indonesian_Biography_Shefa_of_Prophet_Muhammad, page : 249
didalam Masjid Nabi, serta mengharapkan keberkatan dengan melihat Taman (Raudah), mimbar, makam baginda, tempat dimana baginda duduk, tempat-tempat yang tersentuh tangan baginda yang penuh berkah, tempat dimana kaki baginda yang diberkati berjalan, tiang yang pernah disandari baginda, tempat-tempat dimana Jibril turun dan membawa Wahyu kepada baginda, tempat-tempat yang berkaitan dengan para Sahabat baginda dan para pemimpin Islam yang tinggal di Madinah. Kita bisa mengambil iktibar (pelajaran dan pengajaran) dari semuanya itu.
Ketika hendak masuk ke Masjid Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, ucapkanlah sebagaimana yang diriwayatkan bunda Siti Fatimah, bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Ketika kamu memasuki Masjid, bacalah solawat (pujian dan penghormatan) kepadaku dan berdoalah: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakan untukku pintu Rahmat-Mu. Dan saat keluar, bacalah solawat kepadaku dan berdoalah: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakan pintu karunia-Mu." Sepatutnya kita mengerjakan amalan ini, yaitu berdoa kepada Allah dengan diawali membaca solawat terlebih dahulu setiap kali akan masuk dan keluar masjid.
Ketika seseorang memasuki Masjid Nabi, hendaknya membaca doa diatas, setelah itu menuju ke Taman Nabi (Raudah) yaitu diantara mimbar dan makam, dan terlebih dahulu mengerjakan solat dua rakaat (solat Tahiyyatul masjid) sebelum datang berziarah, sebagai pujian kepada Allah, Yang Maha Tinggi, lalu berdoa memohon kepada Allah agar menyempurnakan niat dan maksud kedatangannya.
Solat di bagian Masjid lainnya adalah diperbolehkan, tapi Taman Nabi (Rowdhoh) adalah lebih utama karena Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Antara rumahku dan mimbarku adalah sebuah Taman Surga, dan mimbarku adalah disisi Pintu Surga."
Kata bahasa Arab "Turoob" bermakna pintu, namun banyak orang yang keliru dalam memahaminya. Mereka mengartikannya "kanal". Pintu disatu sisi dan Telaga disisi lainnya, dimana orang-orang beriman yang lurus keyakinannya kelak datang untuk minum dari telaga tersebut.
Setelah itu, dengan kerendahan hati dan penuh hormat, hendaknya menuju didepan makam Nabi Muhammad, dan membaca solawat (puji-pujian dan penghormatan) dan salam kepada baginda. Bacaan yang singkat berikut ini mencukupi untuk diucapkan,
"Kesejahteraan atasmu wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkatan-Nya."
Sesudah melakukan itu, hendaklah bergerak menuju ke makam Abu Bakar, kemudian ke makam Umar dan menyapa mereka masing-masing secara bergantian serta mendoakan mereka dengan sopan santun yang sepantasnya bagi mereka.
Nafi’ berkata, "Aku melihat Ibnu Umar (anak lelaki Umar) mengucap salam di makam Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, lebih dari seratus kali dan Ibnu Umar mengucap, 'Kesejahteraan atasmu, wahai Nabi, kesejahteraan atasmu wahai Abu Bakar, dan kesejahteraan atasmu wahai ayahku', baru kemudian Ibnu Umar pergi. Ibnu Umar berdiri menghadap ke makam tersebut, tidak ke arah Kiblat. Ibnu Umar mendekat ke makam, dan mengucapkan salam tetapi tidak menyentuh makam dengan tangannya."
@ Keutamaan Mekah, Madinah, mimbar dan makam baginda.
112. Keutamaan Mekah, Madinah, mimbar dan makam baginda. Keutamaan ibadah di Masjid Suci (Mekah dan Madinah)
Allah berfirman, "Sebuah masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih berhak kamu berdiri didalamnya." (At-Taubah, 9:108). Ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, ditanya masjid manakah yang dimaksud dalam ayat tersebut, baginda menjawab, "Masjidku." Masjid itu termasuk juga Masjid Quba.
"Allah telah menjadikan Ka’bah, Rumah
Ketika hendak masuk ke Masjid Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, ucapkanlah sebagaimana yang diriwayatkan bunda Siti Fatimah, bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Ketika kamu memasuki Masjid, bacalah solawat (pujian dan penghormatan) kepadaku dan berdoalah: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakan untukku pintu Rahmat-Mu. Dan saat keluar, bacalah solawat kepadaku dan berdoalah: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakan pintu karunia-Mu." Sepatutnya kita mengerjakan amalan ini, yaitu berdoa kepada Allah dengan diawali membaca solawat terlebih dahulu setiap kali akan masuk dan keluar masjid.
Ketika seseorang memasuki Masjid Nabi, hendaknya membaca doa diatas, setelah itu menuju ke Taman Nabi (Raudah) yaitu diantara mimbar dan makam, dan terlebih dahulu mengerjakan solat dua rakaat (solat Tahiyyatul masjid) sebelum datang berziarah, sebagai pujian kepada Allah, Yang Maha Tinggi, lalu berdoa memohon kepada Allah agar menyempurnakan niat dan maksud kedatangannya.
Solat di bagian Masjid lainnya adalah diperbolehkan, tapi Taman Nabi (Rowdhoh) adalah lebih utama karena Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah bersabda, "Antara rumahku dan mimbarku adalah sebuah Taman Surga, dan mimbarku adalah disisi Pintu Surga."
Kata bahasa Arab "Turoob" bermakna pintu, namun banyak orang yang keliru dalam memahaminya. Mereka mengartikannya "kanal". Pintu disatu sisi dan Telaga disisi lainnya, dimana orang-orang beriman yang lurus keyakinannya kelak datang untuk minum dari telaga tersebut.
Setelah itu, dengan kerendahan hati dan penuh hormat, hendaknya menuju didepan makam Nabi Muhammad, dan membaca solawat (puji-pujian dan penghormatan) dan salam kepada baginda. Bacaan yang singkat berikut ini mencukupi untuk diucapkan,
"Kesejahteraan atasmu wahai Nabi, rahmat Allah dan keberkatan-Nya."
Sesudah melakukan itu, hendaklah bergerak menuju ke makam Abu Bakar, kemudian ke makam Umar dan menyapa mereka masing-masing secara bergantian serta mendoakan mereka dengan sopan santun yang sepantasnya bagi mereka.
Nafi’ berkata, "Aku melihat Ibnu Umar (anak lelaki Umar) mengucap salam di makam Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, lebih dari seratus kali dan Ibnu Umar mengucap, 'Kesejahteraan atasmu, wahai Nabi, kesejahteraan atasmu wahai Abu Bakar, dan kesejahteraan atasmu wahai ayahku', baru kemudian Ibnu Umar pergi. Ibnu Umar berdiri menghadap ke makam tersebut, tidak ke arah Kiblat. Ibnu Umar mendekat ke makam, dan mengucapkan salam tetapi tidak menyentuh makam dengan tangannya."
@ Keutamaan Mekah, Madinah, mimbar dan makam baginda.
112. Keutamaan Mekah, Madinah, mimbar dan makam baginda. Keutamaan ibadah di Masjid Suci (Mekah dan Madinah)
Allah berfirman, "Sebuah masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih berhak kamu berdiri didalamnya." (At-Taubah, 9:108). Ketika Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, ditanya masjid manakah yang dimaksud dalam ayat tersebut, baginda menjawab, "Masjidku." Masjid itu termasuk juga Masjid Quba.
"Allah telah menjadikan Ka’bah, Rumah