-
Prophet_Muhammad_Bersabda-Bahasa-Arabic, page : 34
h98 مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ
Siapa saja yang mengamalkan satu amalan yang tidak ada padanya urusan kami maka ia tertolak.
h99 أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وكل ضلالة في النار
Amma ba’du (adapun setelah itu), sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah dans ebaik-baik petunjuk / jalan adalah jalan Muhammad SAW. Sedangkan seburuk-buruk perkaran adalah yang diada-adakan (bertentangan dengan keduanya). Segala yang diada-adakan adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
h100 أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Aku berwasiat kepada kalian dengan taqwa kepada Allah, serta mendengarkan dan taat (kepada pemimpin selama bukan kemasiatan), meskipun pemimpin itu adalah budak ethiopia. Siapa yang hidup di antara kalian setelah aku maka dia akan mendapati perselisihan yang banyak. Hendaknya kalian memegang teguh sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang ditunjuki setelah aku. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan geraham kalian. Hati-hatilah kalian terhadap perkara yang baharu. Sebab setaip yang baharu adalah bid’ah dan setipa bid’ah adalah sesat.
h101 يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ يَأْتُونَكُمْ مِنْ الْأَحَادِيثِ بِمَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ لَا يُضِلُّونَكُمْ وَلَا يَفْتِنُونَكُمْ
Akan ada di akhir zaman para dajjal / penipu lagi pembohong. Mereka membawakan kepada kalian hadits-hadits yang kalian dan ayah-ayah kalian tidak pernah mendengarnya. Maka hati-hatilah kalian terhadap mereka. Jangan sampai mereka menyesatkan kalian serta janganlah mereka merusak kalian.
h102 لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ (قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى) قَالَ فَمَنْ؟
Kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta dei sehasta. Sehingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak maka pasti kalian akan mengikuti mereka. [Para sahabat bertanya apakah yang dimaksud itu Yahudi dan Nasrani. Rasul mejawab:] Siapa lagi (jika bukan mereka?)
h103 (لَمَّا خَرَجَ إِلَى حُنَيْنٍ مَرَّ بِشَجَرَةٍ لِلْمُشْرِكِينَ يُقَالُ لَهَا ذَاتُ أَنْوَاطٍ يُعَلِّقُونَ عَلَيْهَا أَسْلِحَتَهُمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ اجْعَلْ لَنَا ذَاتَ أَنْوَاطٍ كَمَا لَهُمْ ذَاتُ أَنْوَاطٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) سُبْحَانَ اللَّهِ، الله أكبر، هَذَا كَمَا قَالَ قَوْمُ مُوسَى: {اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ} وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَرْكَبُنَّ سُنَّةَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، سنة سنة.
[Ketika para sahabat pergi ke Hunain, mereka melewati pohonnya orang musyrik yang disebut Dzatu Anwaath, mereka biasa menggantungkan senjatanya di sana dan berdiam diri / untuk ibadah di sekitarnya maka Rasululloh SAW berkata:] Maha Suci Allah [atau dalam riwayat lain:] Allah Maha Besar. [Lalu beliau bersabda:] Perkataan ini seperti ucapan kaum Musa: Jadikanlah untuk kami tuhan (yakni berupa berhala) sebagaimana mereka (orang-orang kafir itu) mempunyai tuhan. Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya kalian akan melakukan tradisi orang-orang sebelum kalian satu tradisi demi satu tradisi.
h104 أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ ثَلَاثَةٌ مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ وَمُبْتَغٍ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَمُطَّلِبُ دَمِ امْرِئٍ بِغَيْرِ حَقٍّ لِيُهَرِيقَ دَمَهُ