-
KITAB_HAJJI_DAN_UMROH_bhs_indonesia, page : 70
jalanku untuk menyeru kepada Allah dengan berdasar pengetahuan yang kuat, aku dan
orang-orang yang mengikutiku.” [Q.S Yusuf: 108] (ke hadirat-Mu) yang suci yang mana
disanalah berhenti perjalanan orang-orang yang telah sampai, dan di sisinya berhenti
kendaraan-kendaraan orang-orang yang meniti jalan [kepada-Mu] “Dan sesungguhnya
kepada Tuhanmulah perhentian segalanya.” [Q.S An-Najm: 42] (dengan sebuah pembawaan
yang dikelilingi oleh pertolongan-Mu) yang rabbani sehingga aku selamat dari marabahaya
jalan dan penyesatan-penyesatan hawa nafsu, dan aku berpegang kepada persiapan “Dan
berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan.” [Q.S Al-Baqoroh
197] (dan lemparlah dengaku kepada) tentara (kebatilan, sehingga aku dapat menumpasnya)
dengan kekuatan Yang Maha Benar, dan mengguncangkannya dengan kekuatan kejujuran
“dan apabila perkara telah tetap, senadainya mereka jujur / bersungguh-sungguh kepada
Allah maka itu pasti lebih baik bagi mereka.” [Q.S Muhammad: 21] “Dan tiada pertolongan
kecuali dari sisi Allah.” [Q.S Al-Anfaal: 10] (dan celupkanlah aku dalam lautan ke-Esa-an)
Dzat-Mu yang meliputi seegala rangka hakikat dan makna, yang suci dari banyak, sedikit,
keseluruhan, bagian, kejauhan, dan kedekatan “Ketahuilah bahwa Dia meliputi segala
sesuatu [dengan ilmu-Nya].” [Q.S Fushshilat: 54] (dan angkatlah aku dari lumpur tauhid)
yang dapat menjerumuskan kepada kegelapan penyerupaan kepada angkasa pensucian
“Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
orang-orang yang mengikutiku.” [Q.S Yusuf: 108] (ke hadirat-Mu) yang suci yang mana
disanalah berhenti perjalanan orang-orang yang telah sampai, dan di sisinya berhenti
kendaraan-kendaraan orang-orang yang meniti jalan [kepada-Mu] “Dan sesungguhnya
kepada Tuhanmulah perhentian segalanya.” [Q.S An-Najm: 42] (dengan sebuah pembawaan
yang dikelilingi oleh pertolongan-Mu) yang rabbani sehingga aku selamat dari marabahaya
jalan dan penyesatan-penyesatan hawa nafsu, dan aku berpegang kepada persiapan “Dan
berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan.” [Q.S Al-Baqoroh
197] (dan lemparlah dengaku kepada) tentara (kebatilan, sehingga aku dapat menumpasnya)
dengan kekuatan Yang Maha Benar, dan mengguncangkannya dengan kekuatan kejujuran
“dan apabila perkara telah tetap, senadainya mereka jujur / bersungguh-sungguh kepada
Allah maka itu pasti lebih baik bagi mereka.” [Q.S Muhammad: 21] “Dan tiada pertolongan
kecuali dari sisi Allah.” [Q.S Al-Anfaal: 10] (dan celupkanlah aku dalam lautan ke-Esa-an)
Dzat-Mu yang meliputi seegala rangka hakikat dan makna, yang suci dari banyak, sedikit,
keseluruhan, bagian, kejauhan, dan kedekatan “Ketahuilah bahwa Dia meliputi segala
sesuatu [dengan ilmu-Nya].” [Q.S Fushshilat: 54] (dan angkatlah aku dari lumpur tauhid)
yang dapat menjerumuskan kepada kegelapan penyerupaan kepada angkasa pensucian
“Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”