-
keutaman_Nabi_Fadail_Nabi_dan_abu_bakr_1-_146-indo, page : 202
145 – Dan dari Abi Huroiroh RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “janganlah kalian
mencaci sahabatku, janganlah kalian
mencaci sahabatku, maka dari dzat yang jiwaku ada dalam kuasanya” hadits seperti lafadz Abi Sa‟id
tanpa adanya cerita.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dan telah diberitahukan larangan Nabi ini untuk mencaci sahabatnya, orang-orang yang
berjuang bersama Nabi. Karena
sesungguhnya Abdurrohman bin Auf orang yang termasuk pertama masuk Islam dan golongan muhajirin dan
salah seorang dari 10 orang
yang diberi kabar gembira dengan masuk surga, adapun Kholid yang mencacinya adalah
orang yang masuk Islam setelah perjanjian
hudaibiyah, maka Rasul pun melarangnya untuk meremehkan orang yang lebih mendahuluinya
dengan titel sahabat dan Rasul
menerangkan padanya bahwa dia tidak akan bisa menyamai kedudukan mereka dalam amal apapun, dan jika
ini ada pada sahabat maka
mencaci sahabatku, janganlah kalian
mencaci sahabatku, maka dari dzat yang jiwaku ada dalam kuasanya” hadits seperti lafadz Abi Sa‟id
tanpa adanya cerita.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dan telah diberitahukan larangan Nabi ini untuk mencaci sahabatnya, orang-orang yang
berjuang bersama Nabi. Karena
sesungguhnya Abdurrohman bin Auf orang yang termasuk pertama masuk Islam dan golongan muhajirin dan
salah seorang dari 10 orang
yang diberi kabar gembira dengan masuk surga, adapun Kholid yang mencacinya adalah
orang yang masuk Islam setelah perjanjian
hudaibiyah, maka Rasul pun melarangnya untuk meremehkan orang yang lebih mendahuluinya
dengan titel sahabat dan Rasul
menerangkan padanya bahwa dia tidak akan bisa menyamai kedudukan mereka dalam amal apapun, dan jika
ini ada pada sahabat maka