Muhammad.com collection in 109 languages

  • keutaman_Nabi_Fadail_Nabi_dan_abu_bakr_1-_146-indo, page : 203

bagaimana dengan orang yang hidup/datang setelah mereka yang tidak ada artinya dan tidak ada
keunggulan dari mereka yang berbuat
jelek pada dirinya sendiri dengan mencaci para sahabat, bahkan termasuk sahabat besar dan
ternama, mencaci, menghina, meremehkan
mereka dengan generasi-generasi yang kini ada, padahal mereka tidak ada apa-apanya
dibanding sahabat dan amal yang sahabat Nabi
lakukan... maka dalam hadits ini, dengan bersandar pada fadhol/keutamaan sahabat dibanding yang
lain dan bahwa jika salah seorang dari
kami bersodaqoh dengan segunung besar emas tidak akan pernah mencapai hitungan sodaqoh (gandum/yang
lainnya) yang diberikan oleh
sahabat Rasul bahkan tidak mencapai setengahnya. Aku berkata: Hadits ini melarang kita untuk
mencaci maupun mencela sahabat.

Imam Nawawi berkata dalam Syurah Muslim: Dan ketahuilah bahwa mencaci sahabat RA adalah haram,
dilarang dari kekejian
yang diharamkan.

146 – Dan dari Jabir bin Abdullah RA berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan
tersentuh api neraka orang