Muhammad.com collection in 109 languages

  • KESALAHAN_WAHABI, page : 3

tarekat Ihsan adalah jiwa orang-orang Yahudi dan Majusi." Rasulullahbersabda: "Barangsiapa memulai amalan yang baik dalam Islam maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya." Hadis riwayat Muslim Tarekat Ihsan berada dalam bimbingan dan cahaya karena mereka mengikuti Kitab dan Sunnah, kecuali yang menyimpang dari kebenaran Ihsan dan menyimpang dari Ahli Hak (Ahli Hak ialah orang-orang mengikuti Rasulullah) Tarekat Ihsan (Tarekat Sufi) Lihat kitab mereka "Halaqaatun Mamnu'atun" karya Hasam Al Aqqad halaman 26, Darus Shahabah, Thantha Golongan Wahabi mengatakan: Siapa yang menafsirkan Istawa dengan menguasai, maka ia telah kafir Al Hafiz As Subki berkata: barangsiapa menafsirkan Istawa dengan menguasai, maka tidak melakukan sesuatu yang dilarang Barangsiapa mengartikan Istawa dengan menguasai, tidak menjadi kafir, tetapi tetap Islam dan beriman Istawa Lihat kitab mereka "Nazhraatun Wa Ta'qibatun 'Ala Ma Fi Kitabis Salafiyyah" karangan Saleh Al Fauzan, halaman 40, Darul Wathan, Riyadh Golongan Wahabi berkata: Allah menetap diatas Arsy Siapa yang menetap diatas sesuatu, maka bisa jadi sama ukurannya dengan sesuatu itu atau lebih besar darinya atau lebih kecil darinya. Itu semua adalah sifat-sifat jasmani yang memiliki ukuran dan kwantitas sedangkan Allah Maha Suci dari semua hal tersebut Allah tidak disifatkan dengan menetap diatas Singgasana (Arsy) Istawa Lihat kitab karangan Usaimin berjudul "Tafsir Ayat Kursi" halaman 19, Maktabah Bin Al Jauzi Usaimin, seorang Wahabi, berkata: Kursi adalah tempat dimana Allah meletakkan kaki-Nya
Allah berfirman, "Kursi-Nya meliputi langit dan bumi." (Q.S Al Baqarah,2:255) Kursi adalah sebuah benda besar yang diciptakan Allah tanpa membutuhkannya Kursi Kitab "Fathul Majid" karya Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab, hlm 356, Maktabah Darus Salam, Riyadh Golongan Wahabi menyerupakan Allah dengan manusia seraya mengatakan, "Allah duduk diatas kursi." Allah berfirman, "Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S As Syura,42:11) Allah tidak duduk diatas Arsy maupun Kursi karena hal itu merupakan sifat manusia Allah Maha Suci dari bertempat Syarah At Thohawiyah karangan Bin Abul Izzi (kitab ini dipuji-puji oleh Bin Baz) halaman 132, Al Maktab Al Islami, Beirut Golongan Wahabi berkata sebagaimana orang-orang ahli filsafat: Alam semesta ini jenisnya ada tanpa ada permulaan, yang mana alam semesta diikuti alam semesta lainnya dan lainnya lagi, dan terus menerus demikian. Allah berfirman, "Allah Pencipta setiap sesuatu." (Q.S Az Zumar,39:62) Alam semesta dan apa saja yang ada di dalamnya adalah makhluk atau ciptaan Allah Swt Jenis alam semesta
Kitab karangan Saleh bin Fauzan berjudul "At Tauhid" halaman 70, Riyadh, Saudi Arabia Saleh bin Fauzan dan orang Wahabi lainnya berkata: Tidak boleh bertawassul dengan kemuliaan kedudukan Nabi Muhammad Hadis yang berisi doa keluar dari rumah untuk menuju masjid "Ya Allah, aku memohon kepada Engkau dengan hak mereka yang memohon kepada Engkau." Hadis riwayat Imam Ahmad dan Binu Majah Orang Islam boleh berdoa dengan mengucap "Ya Allah, dengan kemuliaan kedudukan Junjungan kami Muhammad, sembuhkanlah sakit saya." Tawassul dengan kemuliaan kedudukan Nabi Muhammad Kitab "At Tauhid" halaman 101, Riyadh, Saudi Arabia Saleh bin Fauzan dan orang Wahabi lainnya berkata: mengistimewakan pertengahan bulan Sya’ban dengan mengerjakan solat dan puasa adalah haram Rasulullahbersabda: "Ketika malam pertengahan bulan