-
KESALAHAN_WAHABI, page : 16
bahwa semua tokoh pujaan mereka ternyata melakukan perbuatan bid’ah. Mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada tokoh Wahabi yang tak berstatus bid’ah dalam pendapat mereka.
Muhammad bin Usaimin dan Albani serta Saleh Al Fauzan telah berfatwa bahwasanya berkumpul dalam rangka berbelasungkawa dan ta'ziyah ketika terjadi kematian adalah perbuatan bid’ah, maka siapa saja yang berpegang pada pendapat mereka pasti akan menganggap Bin Baz dan Abdullah bin Jibrin telah melakukan bid'ah karena keduanya membolehkan hal tersebut dilakukan.
Bin Usaimin menyatakan bahwa mengadakan tahlilan untuk orang tua pada hari-hari tertentu setelah kematian mereka adalah perbuatan bid’ah, maka siapa yang mengambil pendapatnya pasti akan menganggap Bin Baz, Bin Jibrin dan Saleh Al Fauzan telah melakukan bid’ah sebab mereka menyatakan hal itu boleh dilakukan karena telah disyariatkan.
Muhammad bin Usaimin dan Albani serta Saleh Al Fauzan telah berfatwa bahwasanya berkumpul dalam rangka berbelasungkawa dan ta'ziyah ketika terjadi kematian adalah perbuatan bid’ah, maka siapa saja yang berpegang pada pendapat mereka pasti akan menganggap Bin Baz dan Abdullah bin Jibrin telah melakukan bid'ah karena keduanya membolehkan hal tersebut dilakukan.
Bin Usaimin menyatakan bahwa mengadakan tahlilan untuk orang tua pada hari-hari tertentu setelah kematian mereka adalah perbuatan bid’ah, maka siapa yang mengambil pendapatnya pasti akan menganggap Bin Baz, Bin Jibrin dan Saleh Al Fauzan telah melakukan bid’ah sebab mereka menyatakan hal itu boleh dilakukan karena telah disyariatkan.